Surabaya Urban Culture Festival' 2015

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

User Rating: / 1
PoorBest 

Usia kota Surabaya genap 720 tahun di bulan Mei'2015 ini, lebih tua dari negeri ini. Jadi kami warganya berharap pada pemimpin kota ini, bersama warganya untuk arif menghadapi kemajuan jaman, dengan segala kebaikan dan keburukannya untuk terus maju.

 

Acara yang satu ini, Surabaya Urban Culture Festival(SUCF), keren ya namanya. Diselenggarakan di Jl.Tunjungan untuk kedua kalinya tahun ini. Jl.Tunjungan punya banyak cerita bersejarah. Lihat saja Hotel Majapahit yang masih berdiri anggun, berwarna putih klasik yang tidak lekang dimakan jaman. Gedung SIOLA yang sudah diremajakan, gedung Monumen Pers Perjuangan Surabaya di sudut jalan, berdiri megah membelah 2 jalan besar, masing-masing punya cerita juga.

Cukup banyak lo masyarakat Jawa Timur yang belum pernah mendengar tentang SUCF, wadoh, promosi harus lebih gencar lagi dong ya.

Gerbang bertuliskan SUCF berdiri di utara Jl.Tunjungan di depan SIOLA, panggung dibangun megah. Acara utama kali ini adalah Tari Ngremo yang diikuti 1000 peserta. Lihat mereka mempersiapkan diri berdandan cantik khas Ngremo. Anak-anak muda yang menghadiri acara ini juga berdandan Ngremo.

 

 

 

 

 

Ini dia Bu Risma, beliau yang membuka acara, beberapa warga mencari kesempatan untuk berfoto bersama, saya juga disalami lo, baru kali ini bisa "dekat" dengan bu Risma dalam arti yang sebenernya, soalnya biasanya kan cuma ada di hati hehe. 

Salut untuk ibu yang satu ini, coba ada banyak ibu seperti beliau yang menjadi pemimpin, sudah pasti negri kita cepat makmur.

urban

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Makanan khas Jawa Timur banyak disini termasuk Gudeg Jatim. Saya sebut begini karena tidak seperti gudeg di tempat aslinya yang manisssss sekali, yang satu ini sudah diolah cocok dengan lidah saya. Setelah makan.....ampunnn....ehmmmm....saya mencium aroma kesukaan saya. Upsss, stand nya berdiri tepat di sebelah saya. Pantang dilewatkan, kopi sehat kok, terutama menyehatkan mata yang sudah setengah watt, hehehe.

 

gudeg

 

Beberapa stand dilayani mereka-mereka dengan kostum tradisional, ide brilyan, bagaimana jika tahun depan semua stand mengikuti ide ini, kita-kita sudah lupa lo dengan budaya sendiri, upsss.

Produk kosmetik dalam negeri Viva ikut mensponsori acara ini, coba lihat bapak-bapak polisi sampai harus mengantri untuk "didandani", berdiri santai di depan stand Viva. Apa karena ini mbak-mbak polisi memilih untuk mabur ke stand lain yang lebih diperuntukkan untuk kaum maco ya, hehehehe.

 

sepeda tua

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Setelah sore, waktunya pulang, mata mulai tidak bisa diajak kompromi karena perut kenyang, ehhhh, saya bertemu dengan mereka-mereka dari komunitas sepeda tua. Kok saya langsung merasa cocok ya, padahal umur saya belum setua sepeda mereka lo, hehehe. Asyikkkk, salah satu kegiatan mereka adalah bersepeda mengunjungi kota-kota tua Surabaya. Wahhh, saya musti cepat-cepat cari sepeda uzur deh, supaya saya bisa bergabung.

Mata mengantuk, enaknya tidur dong, sambil lemes berjalan ke mobil, ehmmmmmm saya baru menyadari kalau posisi mobil saya benar-benar tidak tahu diri. Okeyyyyy, pikir-pikir, ini betul-betul obat mujarab penahan kantuk. Setelah mendorong mobil sendirian, akhirnya saya bisa mengeluarkan mobil saya, bebasssss merdeka. Betul-betul ending...yang...happy.

 

ngremo

 

 

Foto Surabaya Urban Culture Festival'2015: Koleksi Pribadi

Flash: Koleksi Pribadi

 

Add comment

ditunggu comment nya...