Emboli, apa itu?

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

User Rating: / 0
PoorBest 
 
Dokter yang gak empati, gak simpati aja pasti bikin mangkel, apalagi kasus malpraktek dokter, so pasti heboh. Tapi memang komunikasi itu gak gampang, dan problem komunikasi inilah yang paling sering menyebabkan hubungan dokter - pasien memburuk, dan ujung-ujungnya lagi bisa sampai ke pengadilan, duhhh.
 

Tapi lewat artikel ini kita tidak membahas malpraktek lo, dan yang jelas dan pasti, kasus emboli tidak termasuk malpraktek lo, karena kasus ini sulit diprediksi/ diduga, terjadi mendadak dan sering kali tidak bilang-bilang, maksudnya tanpa tanda-tanda awal, hehehe, yahhh kayak gunung meletus gitu loh kira-kira, kan susah tuh memprediksinya.
Karena emboli ini makin sering terjadi sebagai penyebab serangan jantung dan stroke, jadi kita semua harus banyak belajar, karena sebenarnya kita-kita dokter ini seneng kalau pasiennya pinter-pinter, soalnya jadi enak komunikasinya, jadi tidak bias dan "informed-consent" tidak salah.

Jadi sekarang kita belajar tentang emboli yuk.
Emboli artinya adanya "masa" berupa jaringan padat(solid), gas atau cairan yang menyumbat total atau parsial/sebagian dari aliran darah, dimana embolus ini pada umumnya berasal dari bagian tubuh yang jauh letaknya dari lokasi serangan.
 
Banyak penyakit yang disebabkan emboli, misalnya serangan stroke, serangan jantung, henti nafas mendadak ataupun sumbatan aliran darah yang menyebabkan jari-jari menghitam dll. Oh ya, bahkan pada kasus patah tulang panjang juga berisiko terjadi emboli karena sumsum tulang dan debris lain yang terlepas dari tempat patahan tulang dan masuk dalam aliran darah. Tapi di artikel ini kita akan bahas kasus emboli terkait kehamilan, dikenal dengan "emboli air ketuban".
 
 
Pada gambar dibawah ini (kelihatan kan) jalannya emboli air ketuban akibat robekan plasenta yang masuk ke dalam aliran darah. Nah, bulatan merah yang bergerak/berjalan itu adalah emboli yang terlepas waktu plasenta keluar dari rahim, dan emboli yang biasanya berisi air ketuban ini bergerak mengikuti aliran darah ibu dan dapat menyumbat pembuluh darah dengan ukuran diameter(lumen) kecil, misal pada pembuluh darah jantung, paru sehingga menimbulkan serangan mendadak.
emboli
 
 
Ada 10 tipe emboli utama, yaitu: emboli lemak, emboli sel kanker, emboli udara, emboli plaque(yang lepas), tromboemboli(gumpalan darah), emboli cairan ketuban, emboli parasit, emboli lemak sumsum tulang dan emboli benda asing(peluru, tepung dll).
 
Kejadian emboli air ketuban memang hanya 1 kasus dari 50.000 sampai 100 000 kelahiran spontan, terjadi selama atau segera setelah kelahiran, tetapi gejalanya begitu hebat dan tanpa tanda-tanda peringatan, alias gak bilang-bilang. Pernafasan dangkal sampai gagal nafas, sianosis(kebiruan), jantung berdetak cepat, tekanan darah mendadak turun/syok sampai kegagalan sirkulasi dan sangat cepat jatuh dalam kondisi fatal berupa kejang dan koma.
 

 
Bayi dalam kandungan sangat berisiko/gawat jika ibu berada dalam kondisi ini, dalam dunia medis disebut "fetal distress", ditandai dengan melemahnya denyut jantung bayi. Dan jika ini terjadi, bayi harus segera dilahirkan atau akan tidak tertolong.
 
 
Yang berikut ini meningkatkan risiko terjadinya emboli air ketuban:
- Umur ibu hamil diatas 35 tahun
- Problem plasenta misal plasenta previa, terutama terjadi pada ibu hamil gizi kurang dan usia kehamilan diatas 35 tahun
- Preeklamsia pada kehamilan, gizi berperan pada kejadian preeklamsia.
- Prosedur persalinan seperti seksio dan penggunaan forsep atau vakum
- Genetik: meskipun masih perlu banyak penelitian, banyak ahli mengatakan bahwa faktor keturunan juga berperan.
 
 
 
Jadi walaupun kehamilan itu tampaknya hal yang fisiologis, tapi mutlak ibu hamil harus sehat, sebelum hamil harus mempunyai berat badan ideal, dan kenaikan berat badan selama kehamilan juga menjadi indikator sehat tidaknya ibu dan janin dalam kandungan. Kelihatannya anjuran ini lumrah dan biasa-biasa ya?. Tapi coba perhatikan lingkungan sekitar, hadehhh, hayo pasti pada tahu deh kalau di masyarakat kita terbiasa mengharuskan seorang ibu hamil berpantang segala macam makanan, ampun? Gimana nasib bayi yang dilahirkan nanti, kurang gizi pada ibu hamil masalah serius lo.

 
Sehat tidaknya kita menjadi tanggung jawab kita, apalagi kalau ibu hamil harus operasi nantinya, kondisi sebelum operasi sangat berpengaruh terhadap proses penyembuhan, jadi jangan dipake dong budaya yang keliru ini dan suruh ibu-ibu hamil makan yang banyak ya, tahu kan kalau pada trisemester awal kehamilan tuh terjadi perkembangan sistem saraf otak pada bayi, jadi kalau ibu hamil kekurangan gizi, bisa dibayangkan deh bagaimana nasib bayi itu kelak, bisa gak 100% deh, hehehe pisss. 

Salam.
 
 
Sumber:
http://www.mayoclinic.com/health/amniotic-fluid-embolism/DS01207
Indian J Crit Care Med. 2009 Jul-Sep; 13(3): 129-135.
Flash: Koleksi Pribadi (bisa dilihat dengan browser Puffin)


Add comment

ditunggu comment nya...