Emboli VS Malpraktek

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

User Rating: / 0
PoorBest 

Ehmmm, gak enak juga bahas ini, soalnya pasti dianggap saya ngebelain dokter deh, hehe.

Kasus pasien yang meninggal karena emboli seringkali tidak dapat diduga, laaa namanya juga emboli, dan kalau kasus emboli dinyatakan malpraktek, aduhhh, yang jelas dokter pasti menang deh di pengadilan. Kasus malpraktek memang banyak bertebaran dimana-mana, betul-betul hanya ada benang tipis yang memisahkan antara tindakan yang under-standar karena kemampuan terbatas dokter yang disebabkan banyak hal, atau memang si dokter dengan kesadaran penuh melakukan posedur yang under-standar dengan berbagai alasan juga.

Sebelumnya saya sudah menulis tentang emboli, dan sudah diterangkan jika jenis emboli ada bermacam-macam. Nahhhhh, salah satu contoh emboli yaitu emboli yang terbentuk dari terlepasnya "plaque kolesterol, dan akhirnya menyumbat aliran darah. Saya terangkan yang satu ini karena gaya hidup(life-style) berkontribusi sebagai penyebabnya dan karena kontribusi inilah jelas kita bisa berperan merubahnya bukan?

Apa sih plaque kolesterol itu?

Sebelum saya terangkan tentang "plaque kolesterol", kita bicarakan dulu tentang atherosclerosis, karena atherosclerosis ini dekat hubungannya.

Atherosclerosis adalah proses pengerasan dan penyempitan dari lumen/saluran pembuluh darah arteri, proses ini secara diam-diam dan perlahan terbentuk sampai akhirnya tiba-tiba menyumbat aliran darah. Atherosclerosis adalah penyebab utama terjadinya serangan jantung dan stroke.

Atherosclerosis bisa terjadi pada beberapa kondisi utamanya adalah karena tekanan darah tinggi, adanya paparan dari bahan-bahan toksik rokok, atau paparan kolesterol yang merusak endothelium, yaitu lapisan terdalam dinding pembuluh darah. Padahal endothelium ini berfungsi menjaga elastisitas dan kelembutan arteri supaya aliran darah tetap mengalir. Jadi ringkasnya, atherosclerosis ini adalah terjadinya proses penyempitan pembuluh darah karena sebab-sebab diatas, selain juga disebabkan proses penuaan.

Nahhhh, jadi sekarang coba bayangkan, jika pembuluh darah kita sudah banyak yang mengalami atherosclerosis, kemudian diperberat dengan "plaque kolesterol".

 

Sekarang coba perhatikan gambar-gambar berikut yang menggambarkan terbentuknya plaque kolesterol di dalam dinding pembuluh darah sampai akhirnya menyebabkan emboli.

embolism1

 

Waktu kolesterol jahat(LDL), ataupun zat-zat toksik dari rokok menginvasi/merusak endothel(lapisan dalam dinding pembuluh darah), pada titk inilah terbentuk plaque kolesterol. Sistem immun tubuh kemudian mengirimkan sel darah putih untuk memakan kolesterol LDL ataupun zat toksik lain, kemudian membentuk gumpalan besar(disebut foam cell) yang tersembunyi di dalam dinding pembuluh darah dan jika ukurannya cukup besar dapat menyumbat aliran darah.

Di tempatnya terbentuk, plaque bisa tidak bergejala sama sekali, jika plaque ini cukup besar kemudian terlepas, bisa mengalir mengikuti aliran darah dan bisa berhenti dimana saja, di otak menimbulkan stroke, di jantung menimbulkan serangan jantung, di kaki bisa berakhir dengan amputasi. Tergantung dimana emboli ini berhenti dan menyumbat aliran darah, gejala yang ditimbulkan akan sangat kelihatan.

embolism2

 

Apakah bisa dicegah?

Atherosclerosis dan emboli memang progresif. Ada beberapa penyebab yang tidak bisa dicegah, misal adanya faktor keturunan, hipertensi atau diabetes.Tapi ada lebih banyak lagi faktor penyebab yang bisa dicegah. Nahhhhh, masalahnya disini adalah.....mau atau tidaknya kita menata gaya (life-stye) kita???

Berikut adalah beberapa contoh gaya-gaya kita yang harus dirubah, pada prinsipnya merubah gaya hidup dehhh.....ehmmm.

Mengubah gaya makan: makan makanan sehat yang berarti mengkonsumsi sayur dan buah buahan secara teratur. Makanan berlemak hanya membuat tubuh anda menjadi gudang kolesterol. Kadar kolesterol lebih dari 300 mg/dL mempunyai resiko lebih tinggi untuk terjadinya plaque kolesterol.

embolism3

Mengubah gaya gerak: hehehe, maksudnya olah raga teratur, hal ini akan memperbaiki metabolism sehingga membuang kelebihan kalori.

Mengubah gaya-gayaan: maksudnya, pada beberapa orang kan menjadikan kebiasaan merokok dan mengkonsumsi alkohol untuk gaya-gayaan kan?. Ganti gaya aja deh. Tau gak, rokok bisa mengakibatkan tekanan darah tinggi dan darah cenderung mudah menggumpal. Rokok dapat menghancurkan kokesterol baik(HDL) dan meningkatkan resiko serangan jantung jika ada riwayat penyakit jantung dalam keluarga. Rokok juga menyebabkan kekambuhan pada pasien paska operasi jantung, nah runyam kan jadinya, dokter kena tuntut lagi deh, padahal penyakit jantungnya kambuh karena rokok.

Mengubah pola pikir: maksudnya kita harus berdamai dengan diri kita sendiri sehingga kita bisa mengelola stress dengan baik, see U

embolism4

 

Sumber: © 2012, American Heart Association, Inc, Web MD

Add comment

ditunggu comment nya...