KAKI DIABET

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

User Rating: / 0
PoorBest 

 

 

 

Ampun deh komentar temen-temen kamar operasi dan pasien-pasien ini sungguh mengganggu peranakan, mereka bilang begini: "dok, kalau di surga nanti Tuhan menanyakan dimana jari-jari kaki saya, saya akan bilang dibawa dokter looo". Yang bikin malu malah ada yang bilang gini: "kaki yang kiri ini duluuuu juga dokter yang buang, masak tidak ingat dok?". Komentar temen-temen malah lebih menusuk hati, wekkk. Pokoke kalau ada tuntutan kita-kita gak ikutan lo dok, kita-kita kan cuma pemeran pembantu, dokter kan pemeran utamanya.

 

Yahhhh biarlah semua orang berkomentar tapi potong kaki jalan teyuzzz, wkwkwkwk, tapi ya ini yang terjadi kalau kaki emang udah gak bisa lagi dipermak, ya gak? Mangkanye kita harus "hidup sehat dengan penyakit / handicap" kita masing-masing.

 

 

Saya merasa terdesak menulis artikel ini dikarenakan minggu-minggu terakhir ini sungguh menjadi minggu yang penuh tekanan. Setiap hari saya melakukan amputasi kaki, jari-jari. Belum lagi merawat kaki-kaki yang berbau sangat menusuk karena kerusakan dan pembusukan hebat jaringan kulit dan otot-otot kaki yang "dimakan" penyakit diabetes alias kencing manis.

Gangren (pembusukan jaringan kulit, otot, tulang dan jaringan didekatnya) terjadi akibat penyakit diabetes yang secara sistemik(menyeluruh) awalnya merusak pembuluh darah dan saraf yang berakibat pada terganggunya aliran darah pada daerah luka, sehingga proses pemulihan luka terhambat. Tapi semua ini bisa dicegah, dalam kasus ini peranan pasien sangat besar dan lebih besarrrrr dibanding peranan medis. Karena dengan sistem pengobatan yang ada, penyakit diabet yang bersifat turunan ini dapat dikontrol.

Saya perlu mengulang-ulang hal ini karena memang keharusan merubah "life-style" soal makanan dan olahraga rutin sungguh perlu komitmen serius dari kita semua.....syulittttt memang merubah yang satuuu ini....memang malas rasanya untuk memulai, tapi ya memang harus deh. Satu hal penting yang perlu saya katakan dan pertanyakan adalah, mengapa sebagian besar pasien selalu dan selalu datang dalam kondisi yang sudah terlambat bahkan sudah parah. Percaya deh, kita-kita ini bukan dewa lo, dan kita juga tidak menguasai ilmu sulap, karena kondisi kaki gangren dengan segala komplikasinya memerlukan kerja sama yang kompak antara penderita yang disuport oleh keluarga dengan kalangan medis. Sudah seharusnyalah penderita diabetes bisa hidup sehat dengan penyakitnya, sehingga kami bisa kemudian hanya sebagai teman sharing atau konsultasi.

 

Gambar-gambar lucu ini menunjukkan gejala awal dari penyakit diabetes, mudah bukan menghapalnya. Mudah-mudahan om pemilik gambar ini tidak ngamok gambarnya diambil, demi anda-anda deh....wuiiiii

 

 

Di artikel ini saya hanya mau memperlihatkan contoh gambar-gambar kaki yang sudah kami "kerjai" dan juga gambar-gambar tentang gejala-gejala awal diabetes sebagai "alarm" buat kita semua untuk melakukan perubahan cara hidup kita secara menyeluruh. Mudah-mudahan pada gak mual melihatnya, saya hanya bermaksud supaya kita semua serius memulai membuang kebiasaan buruk. Saya juga punya "handicap" lo, dan saya bisa hidup bersamanya, meskipun tidak selalu berhasil, tapi saya sudah bisa mengontrolnya.

 

Di artikel berikutnya kita akan bicarakan tentang bagaimana penderita diabetes bisa bebas dari obat dengan mengetahui bagaimana penyakit ini dapat dikendalikan, tentunya diawali dengan cerita tentang bagaimana jari-jari sampai kaki membusuk itu bisa terjadi. Karena jika kita mengerti prosesnya, kita akan mengerti bagaimana antisipasinya sehingga dapat mencegah terjadinya gangren.

 

 kaki

Baru-baru ini di pagi hari waktu saya lagi nyetir ke tempat kerja, saya mendengar siaran radio Suara Surabaya yang mengutarakan fakta penelitian di Amrik pada sekelompok orang yang berhasil melewati masa kritisnya dikarenakan penyakit stroke, diabetes, serangan jantung dan sejenisnya, kemudian kelompok ini diikuti alias diteliti selama beberapa waktu terkait life-style nya, dan coba tebak hasilnya

Yaaaaa......benerrr, walaupun mereka sudah mengalami sendiri kesakitan karena penyakit ini dan bahkan harus melewati masa kritis akibat penyakitnya......eh bener kan, terbukti dalam penelitian ini bahwa hanya 17% orang yang behasil merubah life-style alias pola makan dan rutin berolah raga, selebihnya kembali ke kebiasaan lama/"bad-habbit" yang dapat membunuh mereka sewaktu-waktu, jadi, bagaimana dengan kita, semua betul-betul tergantung kemauan kita deh?.

 

 

Sumber Gambar:

* Koleksi Pribadi 

* Internet("Labeled for reuse") 

 

Add comment

ditunggu comment nya...