Kepintaran menurun dari emak 1

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

User Rating: / 1
PoorBest 

CERITANYA KROMOSOM “X” TUH BEGINI

momGak seru nih kalau gak ada sanggahan dari para cowok, hehe, habis gak nemu tulisan “ilmiah” yang menyanggah judul diatas…jadi disetujui dong kalau kepintaran itu menurun dari emak ya.

Penelitian bertahun-tahun lalu sudah mengetahui jika intelegensi/ kepintaran seorang anak diturunkan dari orang tuanya, cuma dulu itu yang dipercaya adalah bahwa intelegensi menurun dari kedua belah pihak yaitu dari bapak dan ibu. Nah, ternyata pada beberapa penelitian terakhir menunjukkan bahwa intelegensi menurun dari pihak ibu lo, karena “gen intelegensi” terletak di “kromosom X” dimana para ibu memiliki 2 buah kromosom X. Penelitian di Universitas Ulm, Jerman menemukan banyak gen, terutama yang berkaitan dengan kemampuan kognitif terletak pada kromosom X, hehe, apakah persaingan gender sudah dimulai di tingkat gen, wow deh.

Konsil Penelitian Medis dan Ilmu Kesehatan Masyarakat di Glasgow, Scotland melakukan penelitian yang mendukung hal ini. Pada tahun 1994, dilakukan survey pada 12.686 anak muda yang berusia antara 14 – 22 tahun, dimana komponen penelitian selain IQ anak, juga dimasukkan komponen latar belakang suku, pendidikan dan status ekonomi, dan hasil peneitian ini menyimpulkan bahwa prediktor paling baik yang berhubungan dengan IQ anak adalah IQ ibu.

Tapi, genetik memang bukan satu-satunya faktor yang berhubungan dengan IQ. Penelitian lain mengindikasikan bahwa ibu memainkan peran penting pada perkembangan emosi anak, hal ini didukung oleh penelitian yang dilakukan di Universitas Minnesota yang menemukan bahwa anak-anak yang memiliki kedekatan dengan ibu memiliki kemampuan lebih dalam permainan game simbolik yang kompleks…jadi masih tetep deh, yang berperan faktor emak lagi, xixixi.

Penelitian di Universitas Washington yang memakan waktu 7 tahun juga menunjukkan pentingnya hubungan emosional dalam perkembangan otak. Penelitian ini menemukan pada anak-anak usia 13 tahun, yang mendapatkan suport emosional dari ibu mereka, memiliki hipokampus10% berukuran lebih besar dibanding anak-anak yang tidak mendapatkan dukungan emosional ibu. Hipokampus adalah bagian otak yang terletak di korteks cerebral dan mempunyai peran signifikan dalam konsolidasi informasi dari memori jangka pendek sampai memori jangka panjang dan navigasi spasial.

Jadi mestinya pertanyaan besarnya begini, "gimana anak-anak yang dalam masa nak kanaknya diasuh oleh emak-emak yang memiliki problem esmosi, hadehhh", nyokkk mikir bareng-bareng deh.

 

Pada tahun 1984 Universitas Cambridge melakukan eksperimen, yaitu dengan membuat embrio-embrio tikus yang hanya memiliki gen dari nyokap saja atau dari bokap saja. Kalau dipikir-pikir, penelitian ini lucu juga, para peneliti ini menemukan jika tikus-tikus itu diberi dosis ekstra dari gen nyokap, maka tikus-tikus ini bertumbuh memiliki kepala dan otak yang besar dan body yang kecil, kontras pada tikus-tikus yang diberi dosis ekstra gen bokap, tikus-tikus ini akan memiliki otak yang kecil tapi body yang besar, so kesimpulannya???

amygdala

 

Belum sampai kesimpulan kok, tapi yang lebih seru lanjut nih. Gara-gara hasil penelitian “besar kepala vs besar body” tadi, dapat diketahui juga jika pada sel-sel tikus yang diberi dosis gen nyokap lebih banyak ternyata memiliki perkembangan fungsi kognitif tinggi seperti kemampuan mengingat dan kebiasaan makan. Sedangkan sel-sel yang memiliki dosis gen bokap lebih banyak, gen cenderung terkumpul di amygdala(lihat gambar), yang merupakan bagian dari sistem limbik yang mempengaruhi fungsi seks, makan dan agresifitas. Para peneliti tidak menemukan adanya gen bokap pada korteks cerebral(lihat gambar), dimana disinilah tempat berkembangnya fungsi kognitif tingkat tinggi seperti intelegensi, pemikiran, bahasa dan seni.

Yahhh, cukup deh kita menindas para cowok, ada juga kok penelitian yang menggembirakan untuk para cowok, dimana ditemukan kalau embrio-embrio tikus itu tidak dapat hidup jika masing-masing sel hanya menerima bagian gen nyokap saja atau bokap saja, jadi memang sudah takdir harus bersama dalam suka tapi tidak dalam duka, hehe. Lagipula penelitian juga menemukan bahwa gen bokap vital untuk pertumbuhan yang optimal dari jaringan embrio. Jadi meskipun intelegensi yang merupakan hasil dari proses berpikir rasional didapat dari gen nyokap, tetapi tetap dipengaruhi oleh intuisi dan emosi yang didapat dari gen bokap. Pengaruh gen bokap ini – khususnya masalah emosional – tidak bisa diremehkan dalam proses tumbuh kembang anak.

Duhhhh, kok terbolak-balik gini ya, padahal selama ini nih gue pikir bagian intuisi dan esmosi itu bawaannya cewek, nahhhh kalau intuisi gue selama ini nyaris tepat, berarti gue cowok bingitzz dong, wekkkk

 

APA ITU KROMOSOM “X”


Ada 23 pasang kromosom dalam tubuh kita, terdiri dari 22 pasang kromosom somatic baik pada pria dan wanita dan 1 kromosom sex yang membedakan gender kita. Kromosom sex terdiri dari kromosom X dan kromosom Y. Pria memiliki kromosom X dan Y, sedangkan wanita memiliki kromosom XX.

Kromosom X terdiri dari 153 million pasangan basa yang menyusun DNA. Pada wanita keberadaan kromosom X hampir 5% dari total DNA pria, yang hanya memiliki 1 kromosom X, dimana kromosom X hanya 2.5%. Wanita mendapat kromosom X dari bokap nyokap sementara pria mendapat kromosom X dari nyokap saja. 

 

BIARKAN BOKAP AND NYOKAP BERANTEMemak

Well, sambil kita nungguin bokap nyokap kita berantem tentang topik diatas, jangan lupa kalau hal-hal dibawah ini tetap harus dikerjakan bersama, yaitu:

1.   “Nurture” mempengaruhi “nature”

Perdebatan soal nature vs nurture sudah sering kita dengar, dan penelitian terbaru menunjukkan bahwa pola asuh pada awal kehidupan seorang anak mempengaruhi secara nyata bagaimana gen bekerja. Jadi meskipun bayi lahir sudah membawa genetic blueprint tersendiri, pola asuh anak sangat mempengaruhi menjadi seperti apa anak kita kelak.

Anak kita terlahir memiliki genetic blueprint, mulai dari warna rambut sampai kecenderungannya mengembangkan kemampuan tertentu/ bakat, bahkan kecenderungannya pada masalah kesehatan. Tetapi kombinasi gen dari kedua orang tua ini tidak total menggambarkan perjalanan hidup anak kelak, nutrisi yang buruk bisa menghambat perkembangan sehingga potensi yang seharusnya sudah tercetak dalam genetic blueprint tadi menjadi tidak tercapai. Memang kita tidak dapat mengubah genetic blueprint anak kita, tetapi perhatian dan interaksi kita dapat mempengaruhi bagaimana gen bekerja.....so

 

to be continued