Kepintaran menurun dari emak 2

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

User Rating: / 3
PoorBest 

dumb

2.    Manusia terlahir “premature”

Dalam terminologi medis dikenal bayi prematur adalah bayi yang lahir sebelum usia kehamilan 37 minggu. Tetapi menurut istilah neurologi, “semua bayi terlahir prematur”. Seluruh sistem nervus dan otak kita kurang berkembang ketika lahir dibanding otak primata lain loooo. Otak bayi dan jaringan neurologi matang diluar kandungan pada 1 tahun awal kehidupan, ooooo...ehmmm.

Kontak fisik(dipeluk, sentuhan dll) membantu otak bayi bertumbuh dan berkembang. Penelitian menunjukkan bahwa kontak fisik memiliki efek biologis pada bayi, yaitu mempengaruhi perkembangan jaras-jaras otak, misalnya sentuhan mempengaruhi jaras saraf yang berfungsi melakukan mekanisme koping dalam kondisi stres sehingga pulih dari masalah-masalah emosi.

Kita ingat bagaimana kita menyukai bau anak kita waktu masih bayi, bagaimana kita sering gemes mencubit pipinya yang merah, dan mencium jari-jarinya yang mungil. Waktu kita melakukan ini kita tidak berpikir, apakah bayi bisa merasakan seperti yang kita rasakan waktu berinteraksi, kita hanya dapat menduga.

 

Tetapi ilmu neuro mengatakan, waktu lahir, otak bayi sangat sensitif terhadap pengalaman diatas, jalur saraf pada fase awal yang berkembang adalah yang melibatkan sensasi yang tercipta waktu kita berinteraksi dengan anak kita, makin baik perkembangan jaras saraf ini, makin baik pengendalian emosinya, cepat menangkap ide-ide, memiliki empati dan kreatif.

So, apa yang dapat dilakukan orang tua? Tidak ada yang spesial. Nikmati dan berespon terhadap bayi dan biarkan bayi kita mengeksplor kita dan dunia sekitar. Beri kesempatan pada bayi untuk melihat, menyentuh dan mendengar orang-orang disekitar dan pada obyek-obyek yang dia senangi.

 

3.   Perhatian dan interaksi mempercepat perkembangan otak

emak emak

 

Sudah pasti bayi butuh kehangatan, makanan, kenyamanan, dll, tetapi bentuk perhatian dan interaksi orang tua – anak adalah hal utama yang dapat mempengaruhi perkembangan otak anak.

Waktu kita mengganti popok dan memandikan bayi, kita menyentuhnya sambil berbicara padanya. Waktu kita menggendongnya, dia merasa aman dalam pelukan, dia merasakan denyut jantung kita, dan ketika kita menggendongnya dan mengajaknya jalan-jalan, dia bisa merasakan pergerakan dan merasakan kondisi di sekitarnya. Ketika dia menangis, kita akan datang padanya dan memikirkan apa yang diinginkannya. Waktu kita dan bayi kita beraktifitas seperti ini, kita saling bertukar sinyal-sinyal kecil, dimana kebanyakan sinyal yang terjadi adalah non-verbal, lewat ekspresi wajah, sentuhan, dll. Memang hal-hal ini kelihatan sepele dan sederhana, tetapi ini merupakan langkah awal menuju tingkat lebih tinggi dalam hal pola pikir, keahlian yang sangat menentukan kesuksesan anak kita.

 

4.  Bayi tidak mampu mengatasi emosi mereka sendirian, mereka butuh pertolongan kita.

Kita sering exited banget melihat bayi yang tertawa terpingkal-pingkal dengan “seluruh tubuhnya”, terguncang-guncang, tapi begitu juga waktu bayi sedang menangis. Kelihatan sekali bagaimana dia mengerahkan seluruh energinya waktu menangis, tampak lewat kuatnya suara tangisannya, ekspresi wajahnya, ketegangan kaki dan tangannya – semua energinya tumpah ruah keluar lewat ekspresi tubuhnya waktu menangis. Dan tahukah anda jika bentuk emosi model begini merupakan wujud dari perkembangan jaras saraf yang belum matang, sehingga hanya mampu memunculkan “emosi primitif”. Bayi tidak bisa mengontrol emosinya yang meledak-ledak sehingga mereka membutuhkan kita untuk menenangkannya.

Penelitian membuktikan bahwa pengalaman anak terhadap stres dan bagaimana bantuan yang mereka peroleh dari orang dewasa untuk menerima stress, akan menghasilkan/ membentuk jaras saraf yang bertanggung jawab dalam hal mempengaruhi cara bayi mengatasi masalah di sepanjang hidupnya kelak, meskipun ini bukan berarti bisa menjamin kelak mereka tidak akan mengalami stres lo.

Bayi membutuhkan pertolongan kita waktu mereka berduka, pengalaman yang berulang – ulang waktu bayi diangkat, digendong akantired mom membentuk blueprint berupa kemampuan untuk memiliki perasaan yang kuat dan bertahan menghadapi tantangan sebagai orang dewasa. 

 

5. Otak bayi diciptakan untuk berinteraksi dengan orang-orang

Sering kita menggunakan istilah stimulasi waktu kita berbicara tentang perkembangan otak anak. Terutama jika dikaitkan dengan produk-produk yang dijual, selalu dikatakan bahwa bayi membutuhkan mainan yang di desain menghasilkan suara, atau bentuk dan warna mainan yang mampu menghasilkan stimulasi pada perkembangan otak anak.

Tetapi hal ini tidak benar, sesungguhnya waktu lahir otak bayi diciptakan dalam kondisi yang siap menerima informasi dari orang-orang di sekitarnya, bukan berinteraksi dengan “mainan”. Memang, ini bukan berarti kita harus berada setiap menit di depan “muka bayi” kita, justru bayi bisa terlalu terstimulasi/ overstimulated.

Dan stimulasi yang paling dibutuhkan bayi berasal dari perhatian dan interaksi dengan orang tua, melalui kemampuan bayi melakukan eksplorasi dunia sesungguhnya dan obyek-obyek di sekitarnya, termasuk maina-mainan yang cukup sederhana saja.

 

6. Pada usia anak, bermain sama berharganya dengan belajar

Memang proses pembelajaran adalah aktifitas yang terstruktur, tapi tidak demikian dengan anak, mereka belajar secara instan sejak mereka lahir, dan proses belajar yang terstruktur hanya menempati porsi kecil dari proses belajar anak.  Anak-anak banyak belajar melalui bermain, dan ini berlaku untuk seluruh primata bahkan pada bayi monyet.

Waktu bayi bermain dengan mainan yang memiliki warna dan bentuk yang beraneka ragam, mereka belajar mengenal bentuk, ruang, warna, dan perkembangan “koordinasi” mata dan tangan.  Waktu bayi mendengarkan cerita dongeng menggunakan boneka, mereka belajar berkomunikasi. Bagi anak-anak, permainan fantasi juga menjadi suatu cara untuk bayi bereksperimen dan belajar untuk mulai mengerti bagaimana berempati. Permainan yang tidak terstruktur memungkinkan anak belajar banyak kemungkinan dan juga sebagai sarana menurunkan stres. 

Bayi menyukai permainan yang diulang-ulang seperti menyusun balok-balok berwarna, awalnya orang tua memberi contoh terlebih dahulu, kemudian kita memberi suport supaya bayi kita mengambil alih permainan sehingga mereka belajar bagaimana menjadi pelopor atau menginisiasi suatu permainan, orang tua kemudian bertindak sebagai observer saja.

Ada kata-kata mutiara “ bermain adalah kerjaannya anak-anak”.  Tetapi sesungguhnya itu adalah cara bagaimana anak-anak mempersiapkan kehidupan mereka kelak.

 

7. Pada anak-anak, pengenalan awal literatur gak ada hubungannya dengan buku lo.

Literatur sangat penting sebagai informasi, sehingga para pakar menganjurkan para orang tua untuk membacakan buku pada bayi, tapi jangan salah, maksudnya bukan seperti yang anda kira. Waktu kita membacakan cerita, bayi memperhatikan dengan serius wajah dari orang yang berbicara dengan mereka, kemudian mereka mulai menghubungkan suara yang didengar dengan bagaimana bibir bergerak. Ini merupakan fondasi dasar dari proses membaca.

Anak-anak perlu mendengarkan “suara” dari bahasa secara berulang-ulang, kegiatan “mendengar” ini membantu terbentuknya pertumbuhan “jaras saraf” yang dibutuhkan. Perkembangan bagian ini menentukan bagaimana kemampuan membaca mereka kelak.

 

8. Tidak harus menjadi ahli “soal otak” supaya kita mampu memberi apa yang bayi perlukan untuk perkembangan otaknya

Salah satu hal yang hebat tentang bayi adalah – mereka dengan mudahnya memikat hati kita untuk dekat dan berinteraksi dengan mereka. Lihat saja pipinya, senyumnya, cara mereka memandang kita, dan tentu juga tangisan mereka. Nahhhh respon kita terhadap “action bayi” kita inilah yang merangsang pertumbuhan otak maksimal. Respon yang adekuat menghasilkan pola asuh anak-anak kita yang menjadi kunci kejeniusan anak-anak kita. Salam.kid

 

Sumber:

1.    www.nhmrc.gov.au/.../07_chromosomal_conditions.pdf

2.    www.ncbi.nlm.nih.gov/.../maps.cgi

Sumber Gambar: Internet