mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday57
mod_vvisit_counterAll days521462

Online (20 minutes ago): 6
Today: Jan 28, 2022

BAGAIMANA MENDIAGNOSA PENYAKIT?

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

User Rating: / 0
PoorBest 

Medicine is an Art & Sir William Osler mengatakan “ medicine/kedokteran adalah ilmu tentang ketidakpastian & seni dari probabilitas”. Jadiii apakah dokter selama ini hanya mengira2 aja & tidak ada diagnosa yang benar? Malpraktek dong, dijawab dibawah ya…hehehe. 

 PROBABLE4
 PROBABLE2
 PROBABLE3

 

Enaknya pake contoh kasus deh supaya bisa dibayangkan ya:

Di awal pandemi tahun lalu eikeh sempet punya pasien yang datang sudah dengan kondisi jelek & akhirnya meninggal. Keluarga heboh gak mau ibunya dimakamkan dengan tata cara covid, nah.... sebenarnya apa yang terjadi?, bagaimana mendiagnosa suatu penyakit?

 

Proses diagnosa selalu dimulai seperti berikut ini, dst berurutan:

  1. ANAMNESA (tanya jawab, bisa dengan pasien atau keluarga terdekat): pasien datang dengan kesadaran menurun, panas badan, pembengkakan seperti bisul dibawah dagu, mul­­ut tidak bisa dibuka, sulit makan & minum sejak 4 hari sebelum datang ke RS. Pasien punya komorbid diabetes, tapi jarang kontrol. Riwayat karies gigi (+)
  2. PEMERIKSAAN FISIK: kesadaran menurun, pasien tampak lemah & pucat, Tensi: 70/50 mHg (artinya syok), Nadi: 114x/menit(normal ±80X/menit), Suhu: 38,8C, Pernafasan: 28-32X/menit (normal 16-20X/menit). Dibawah dagu tampak pembengkakan, seperti bisul yang mau meletus (contoh seperti gambar).
  3. PEMERIKSAAN LABORATORIUM DARAH: Lekosit 34.000/mm3(normal 6.000-10.000/mm3), jadi kondisi pasien infeksi berat(sepsis), Hb: 8gr/dL, Gula darah: 445mg/dL, Kreatinin: 3,5, Rapid Test: Reaktif, dll pemeriksaan.
  4. PEMERIKSAAN FOTO TORAKS: ground glass appereance(GGO): gambaran kabut putih)

 

Dari Data diatas, diagnosa sementara dapat ditegakkan:

*Diagnosa Kerja: Phlegmon dasar mulut

*Diagnosa Etiologi: Diabetes Melitus(Hyperglikemik), Carries Gigi

*Diagnosa Sekunder: Probable Covid, DD/. Pneumonia

*Diagnosa Komplikasi: Anemi, Dehidrasi Berat, Sepsis

Sedang menunggu hasil pemeriksaan penunjang lain yaitu: PCR(untuk diagnostik COVID-19) & Kultur darah(untuk diagnostik Sepsis).

 

APA ITU PHLEGMON & MEDIASTINITIS?

Phlegmon peritonsilar adalah terjadinya penumpukan nanah akibat gigi busuk yg menyebabkan kuman berkembang biak & menghasilkan tumpukan nanah di akar gigi yang bisa menyebar ke jaringan sekitarnya & dalam kondisi parah bisa turun sampai ke dagu, leher & ke mediastimun.

Pada pasien ini phlegmon yang terjadi termasuk kategori Ludwig's angina yaitu phlegmon dasar mulut dimana 90% kasus disebabkan penyakit gigi. Penyakit ini sangat mematikan karena menyebabkan sumbatan jalan nafas & penumoni akibat aspirasi. Penyakit ini diberi nama seperti nama dokter German, Wilhelm Friedrich von Ludwig yang pada tahun 1836 mendeskripsikan penyakit ini.

Mediastinitis adalah infeksi di daerah mediastinum(lihat gambar mediastinum), ini termasuk kasus emergensi di bidang bedah dengan mortalitas(angka kematian) tinggi. Penyebab utamanya adalah karena perluasan infeksi dari gigi & sebagai penyebab utama dari DNM (descending necrotizing mediastinitis), & terutama terjadi di negara berkembang. Mediastinum adalah rongga steril yang berisi pembuluh2 darah besar, paru & jantung, waktu infeksi meluas dari kepala, rongga mulut, leher, terus ke bawah kearah mediastinum, ini yang menyebabkan mediastinitis. Karena penyebabnya polymicrobial(jenis bakteri yang bermacam2) & memang mediastinitis sering disebabkan infeksi campuran antara bakteri anaerob & fakultatif yang menghasilkan gas, ini yang menyebabkan kasus ini sangat mematikan.  

PROBABLE6 

 

APA DASAR DIAGNOSA DIBUAT?

Diagnosa phlegmon dibuat atas dasar: adanya pembengkakan seperti bisul dibawah dagu & setelah gula darah diobati & pasien mulai sedikit sadar & bisa diperintah untuk membuka mulut ternyata dia tidak bisa membuka mulut. Artinya infeksi di dagu sudah menyebar ke otot-otot rahang sekitarnya. Diabetes memperberat phlegmon, jadi ini seperti lingkaran setan, infeksi gigi bernanah menyebabkan gula darah naik & gula darah yang tinggi makin memperburuk infeksi/phlegmon.

Diagnosa probable covid: tidak bisa didapat dari anamnesa, karena pasien merasa tidak pergi kemana-mana, mungkin terpapar dari keluarga?. Akhirnya hanya dari hasil foto toraks(GGO) & rapid test: reaktif

Diagnosa komplikasi: dehidrasi(karena sulit makan & minum), anemi & sepsis(infeksi berat) akhirnya menyebar ke seluruh tubuh yang menyebabkan fungsi ginjal terganggu(kreatinin tinggi). Kesadaran menurun bisa disebabkan gula darah tinggi & infeksi, tapi jika hanya disebabkan gula darah, pada umumnya pasien bisa sadar kembali setelah di terapi & pada pasien ini rupanya sepsis yang menyebabkan kesadaran menurun.

 

Pada hari ke 3 perawatan pasien meninggal & akhirnya terjadi keributan bahkan demo orang sekampung karena hasil PCR belum keluar(di awal tahun lalu hasil PCR selesai lebih dari 1 minggu) & keluarga menolak dimakamkan dengan tata cara covid. Akhirnya 3 hari kemudian hasil PCR ada & hasilnya (+), jadi diagnosa menjadi:

*Diagnosa Kerja: Covid19, kenapa berubah, kenapa bukan phlegmon?. Karena phlegmon memiliki angka kematian tinggi utamanya jika terjadi komplikasi mediastinitis, pada pasien ini klinis tidak ke arah mediastinitis(eikeh yang periksa), foto paru disimpulkan Pneumonia oleh dokter Sp Paru & Radiologist. Meskipun phlegmon juga memiliki prognosa yang berat apalagi dengan komorbid diabetes.

*Diagnosa Sekunder: Phlegmon, Pneumonia

*Diagnosa Etiologi: Diabetes Hyperglikemik, Carries Gigi

*Diagnosa Komplikasi: Anemi, Dehidrasi Berat, Sepsis

Memang kasus ini kompleks & kalau mau mendiagnosa pasti apakah penyebab kematian disebabkan Covid atau Phlegmon perlu otopsi. Tapi rasanya terlalu berlebihan untuk kasus yang memang sudah berat ini.

 

 PROBABLE7 PROBABLE5


Closing
: saia benernya punya pertanyaan soal komorbid ini karena melihat rekan2 dokter yang meninggal karena covid. Rekan2 dokter yang sudah berumur pada umumnya memiliki komorbid. Tapi mereka bisa survive selama ini dengan komorbidnya, mereka punya sarana untuk berobat teratur & menjaga kondisi fisik, saia lihat bagaimana teman sejawat dokter menjaga pola makan & berolah raga, gak cuma sekedar berlari tapi golf, boxing dll.   

Question: jika mereka bisa survive belasan sampai puluhan tahun dg komorbidnya, mengapa mereka tidak survive waktu terpapar covid, tapi bukan berarti gak banyak yang sembuh lo. Saya awam soal ini, patofisiologi itu ranahnya teman2 peneliti, sebenarnya mengasikkan bagaimana mempelajari sepak terjang covid19 ini di dalam tubuh kita, kalau saja organ-organ tubuh itu kasat mata eh transparan & action virus2 itu bisa terlihat…wowww . Dokter paru, internist & peneliti2 itu yang bisa menjawab.

Nahhh.....jadi.....kalau pasiennya sembuh kan berarti diagnosa dokter bener…..ini menjawab pertanyaan diatas hehe.

 

Sumber: 

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK482354/

https://emedicine.medscape.com/article/784277-overview

 

Add comment

ditunggu comment nya...