Lambung bocor

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

User Rating: / 20
PoorBest 
  
"Duhhh....boyok (pinggang) kok bolak balik pegel yo, mau minum jamu setelan kok ngeri.....tapi yo pengen cepet kerjo iki...arep golek duek (mau cari uang)".

Hal diatas adalah keluhan yang umum pada generasi senior, selain masalah mahalnya biaya berobat, juga waktu yang tidak ada untuk berobat.

Akibatnya konsumsi jamu-jamuan plus untuk mengobati penyakit pegel-linu menjadi pilihan murah dibanding harus berobat ke dokter spesialis rematik. Kita tidak berpikir lagi efek sampingnya, yang penting pegel-linu sembuh dan bisa cepat bekerja lagi. Padahal kasus lambung bocor akibat konsumsi jamu-jamuan plus cukup tinggi. Di RS. Hasan Sadikin Bandung, jumlah kasus lambung bocor pada tahun 2005 tercatat 26 kasus, pada tahun 2006 sebanyak 38 kasus, sedangkan tahun 2007 tercatat 53 kasus. Di RS. Immanuel Bandung pada tahun 2006 tercatat 10 kasus. Dan meningkat tajam dari Januari sampai Juli 2007 menjadi 40 kasus. Di kedua rumah sakit ini mereka menemukan konsumsi jamu-jamuan plus pada kasus-kasus lambung bocor tadi. Di US mortalitas/kematian sebanyak 45 kasus per tahun dari kasus lambung erosi sebanyak 45 juta kasus pertahun.

 

Pengalaman

Di RSK.Mojowarno Jombang tempat saya bekerja, di bulan September s/d Oktober 2007 ada 11 kasus lambung bocor dan 1 orang dirujuk ke RS.Dr.Soetomo, langsung di operasi tapi meninggal 4 hari kemudian. Kondisi ini sangat memprihatinkan apalagi ke sebelas kasus tsb datang dalam kondisi terlambat, sudah terjadi infeksi seluruh perut. Waktu ditanyakan pada penderita dan keluarga ditemukan adanya riwayat minum jamu-jamuan plus yang biasa mereka sebut "jamu setelan". Mereka mengkonsumsi "jamu-jamuan plus" ini untuk mengobati sakit pinggang dan rematik.

Dari kesepuluh kasus yang semuanya dioperasi, 3 orang meninggal. Satu orang dengan kondisi tidak layak operasi(tapi keluarga menghendaki operasi), sebelum operasi tingkat oksigen darah hanya 80 dan selama operasi sempat gagal nafas dan gagal jantung dan meninggal malamnya setelah operasi. Satu pasien meninggal karena paska operasi paru-paru tidak mengembang dan tingkat oksigen darah hanya 65. Yang ketiga terjadi kebocoran lambung kembali yang diperberat oleh kencing manis, dikerjakan operasi kembali tapi tidak tertolong. (nb: tingkat oksigen darah: artinya kemampuan darah mengikat O2 yang seharusnya 100)

 

Apa gejala yang menyolok jika terjadi lambung bocor?

 

Gejala awal lambung erosi adalah nyeri di ulu hati. Awalnya memang sering penderita sudah mengeluh "sakit maag". Jika sudah terjadi kebocoran lambung gejalanya adalah nyeri ulu hati yang hebat seperti rasa terbakar. Memang kesepuluh penderita tadi mengatakan bahwa, nyeri lambungnya lebih hebat dari biasanya. Dan pada kasus bocor lambung pada umumnya penderita sudah sering menderita nyeri lambung berulang.

Karena nyerinya yang hebat penderita bisa jatuh dalam kondisi syok. Nyeri ulu hati lama-kelamaan menyebar ke seluruh perut. Sesak terjadi karena asam lambung mengiritasi sekat rongga dada. Penderita tampak gelisah, kesakitan dan lebih nyaman dalam posisi duduk untuk mengurangi nyerinya dan supaya lebih enak bernafas. Akhirnya timbul panas badan dan muntah berisi darah kecoklatan pada kondisi penyakit yang sudah lanjut.

 

Tentang jamu

Jamu-jamuan sudah begitu lekat di hati masyarakat kita, dan rupanya beberapa pihak mencium kesempatan ini, atau dengan perkataan lain mereka berusaha memancing di air yang sudah keruh. Mereka menambahkan obat-obatan tertentu untuk membuat dagangan jamunya laku. Obat-obatan itu diantaranya piroksikam, parasetamol, prednisone, deksametason, fenilbutazon, metampyron. Obat ini biasanya dicampurkan pada jamu-jamuan penghilang nyeri atau jamu pegel linu. Laaa pegel linu memang langsung hilang, cespleng pokoke.... tapi cepat atau lambat, dalam waktu 6 bulan saja obat-obatan itu dapat menyebabkan lambung bocor.

Jamu-jamuan plus ini awalnya menyebabkan kebocoran lambung dengan cara mengiritasi dinding lambung. Lama kelamaan membentuk luka yang bergaung. Adanya infeksi bakteri memperparah kondisi ini sampai kemudian terjadi lambung bocor.Mudah sebenarnya membedakan apakah produk jamu dicampur obat-obatan atau tidak. Hanya obat-obatan yang karena kandungan di dalamnya memungkinkan kerja cepat sehingga efeknya cepat terasa. Tidak demikian halnya dengan jamu-jamuan, lagipula jamu-jamuan sebenarnya memang bersifat preventif bukan mengobati. Jadi jika anda mendapati jamu yang €œcespleng banget€, lebih baik anda mulai "berhati-hati", dan bukannya malah "happy"!!!.

 

Perilaku masyarakat

Harus diakui perilaku yang tidak menguntungkan kesehatan ini sedikit banyak terkait kondisi ekonomi. Masyarakat kita terpaksa harus pintar mengakali. Jamu-jamuan plus bisa dijumpai di manapun, harga terjangkau, dan cepat membereskan pegel linu. Sudah banyak tayangan tentang jamu-jamuan plus di TV, koran, tapi nyatanya untuk 10 kasus diatas.....mereka tetap mengkonsumsinya. Dua diantaranya termasuk mampu dalam hal ekonomi, tapi rupanya mereka memiliki perilaku sama? Bahkan pada lima penderita mengaku dipijat perut setelah timbul nyeri ulu hati, hal ini sangat merugikan karena sebenarnya lambung sudah dalam kondisi jelek.

 

Kenapa operasi hasilnya bisa tidak maksimal?

Penyebab utama karena penderita datang umumnya sudah dalam kondisi yang terlambat. Penyebab lain adalah karena lambung bocor umumnya terjadi pada usia lanjut. Kita tahu hasil operasi penderita muda lebih baik daripada penderita tua. Lambung bocor dan dinding lambung yang "fragile", karena kondisinya menjadi lebih sulit dijahit. Saya sering mengumpamakannya dengan....."menjahit baju "amoh"/baju yang sudah usang. Apalagi jika kadar protein tubuh rendah dan infeksi sudah menyebar. Karena penderita datang terlambat, iritasi sekat rongga dada sudah menyebabkan kesulitan bernafas(sekar rongga dada terletak tepat diatas lambung).

Kesepuluh kasus datang dengan tingkat oksigen darah sekitar 85, artinya kemampuan bernafas penderita sudah berkurang. Hal ini menjadi penyulit penyembuhan paska operasi. Pemakaian respirator(alat bantu nafas) kadang diperlukan. Kemudian penderita harus puasa karena fungsi usus belum normal, sebagai gantinya kemudian harus diberikan infus cairan yang cukup mahal, yang tentunya memberatkan penderita. Terakhir yang menyebabkan hasil operasi bisa tidak maksimal..ya karena memang prognose (prediksi kesembuhan) kasus ini menjadi baik jika dikerjakan dalam jam-jam pertama lambung bocor. Jika terlambat datang akhirnya akan lebih dari 1 organ tubuh yang terkena infeksi, tidak hanya lambung saja, ini yang menyebabkan prognose buruk. Menurut statistik, mortalitas(angka kematian) yang disebabkan infeksi perut hebat sekitar 5% dalam 1 jam pertama, jadi angka mortalitas bisa dihitung jika datang sudah sangat...sangat terlambat.

 

Tentang operasi

Jika harus menjalani operasi, biaya yang harus dikeluarkan kurang lebih 15 juta rupiah...ini harga jaman kuda gigit besi loo. Perinciannya meliputi: obat-obatan ± 8 juta rupiah, alat-alat kesehatan ± 1 juta rupiah, pemeriksaan penunjang (pemeriksaan darah dan rontgen) ± 1 juta rupiah, perawatan(termasuk sewa kamar operasi, ruang ICU dan ruang perawatan) ± 2,5 juta rupiah, jasa dokter bedah dan anesthesi 2 juta rupiah, untuk perawatan selama kurang lebih 5 hari.

Anggap saja satu kali minum jamu 10 ribu rupiah, minum tiga hari sekali atau lebih, sebulan ± 150 ribu rupiah, 6 bulan 900 ribu rupiah, terus lambungnya bocor. Kalau ke dokter umum 1 kali tarif 20 ribu rupiah/spesialis 40 ribu rupiah + pulang bawa obat seharga ± 50 ribu s/d 150 ribu.

Jadi masih pilih yang mana? Keluar uang sedikit-sedikit tapi kemudian harus keluar lagi minimal 15 juta, atau langsung berobat ke yang lebih tahu meskipun agak lebih mahal, dengan maksud menghindari yang 15 juta itu? Kondisi ini pada umumnya terjadi pada usia sekitar 50 tahun. Bisa dikatakan lambung bocor taruhannya nyawa, sayang, usia dimana lagi enak-enaknya menikmati hasil kerja keras kita sejak muda. Dan yang paling tidak mengenakkan, sangat tidak sepadan membandingkan kedua pilihan itu. Antara 900 ribu dan 15 juta?, please....sayangilah diri anda sendiri, kalau tidak.... siapa lagi?

 

Jadi apa yang bisa kita perbuat?

Pertama, perhatikan apa yang kita makan, buatan rumah lebih sehat, terjamin isinya, bersih dan lebih murah. Ada banyak budaya yang terkait makanan ternyata keliru, biasakan mengkonsumsi makanan bergizi (tempe, tahu, ikan kutuk, susu, telur, ayam dsb). Makanan bergizi menghindari tulang keropos dan pegel linu. Gizi yang baik membuat daya tahan tubuh tinggi, sehingga jika harus operasipun hasilnya maksimal.

Kedua, kalau kita sudah terlanjur tergantung jamu, teliti baik-baik jamu yang dikonsumsi, atau kita buat jamu sendiri di rumah. Perhatikan produk dan tanggal kadaluwarsa.

Ketiga, jika anda pengkonsumsi jamu-jamuan plus, kemudian terserang sakit ulu hati yang tidak seperti biasanya usahakan datang langsung ke rumah sakit dengan fasilitas bedah lengkap. Jika harus melalui beberapa proses rujukan akan menghabiskan waktu karena sering tidak terdeteksi. Lambung bocor jika harus operasi hasilnya akan baik jika dikerjakan dalam jam-jam pertama gejalanya timbul. Jangan dipijat, justru memperberat kondisi lambung bocor

Keempat, jangan membiasakan diri tergantung obat-obatan, apalagi tanpa pengawasan dokter. Jangan mengkopi resep dokter karena dosis yang diberikan dokter sudah cukup.

Kelima, konsultasikan masalah kesehatan anda pada petugas kesehatan, banyaklah membaca. Percayalah, berobat ke puskesmas, dokter biayanya akan lebih murah jika anda akhirnya jatuh dalam tindakan operasi. Jadi kita harus memutuskan dengan benar.

Keenam, jika anda pernah menderita lambung bocor atau anda adalah keluarga penderita, kita bisa membantu memberitahu orang-orang disekitar kita, tetangga dst tentang bahayanya jamu-jamuan plus. Sehingga dari gethuk tular ini akan banyak jiwa tertolong. Lagipula pengalaman pribadi jauh lebih bermakna dari hanya kata-kata.....dokter lagi.

Dan terakhir kata kuncinya adalah: jika anda pengkonsumsi jamu kemudian timbul nyeri lambung hebat... segera dan secepat mungkin datang ke rumah sakit dengan fasilitas pembedahan....ingat...tidak ada alternatif pengobatan lain!!!.

Selalu dan selalu, mencegah adalah lebih baik, lebih enak, lebih murah daripada mengobati.

 

lambung bocorbocor

Ket.Gbr: Tampak lokasi lambung dan kondisi waktu terjadi kebocoran(lubang).

 

Sumber: Kompas Cybermedia Sept€™2007, eMedicine'2007, Pikiran Rakyat Okt'2007,TayanganTV

Sumber Gambar: Internet & Koleksi Pribadi

Add comment

ditunggu comment nya...