Kebiasaan memberi pisang & nasi pada bayi, bahaya(invagination)

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

User Rating: / 1
PoorBest 
   

 

Bayi memang bisanya ya cuma nangis. Kalau laper dia nangis, kalau sakit dia nangis, kalau nggak nyaman (misalnya lagi ngompol... meskipun banyak juga yang tetep pules sih) dia juga nangis. Kalau nguantukkk poool dia nangis lagi. Jadi janganlah tiap bayi nangis langsung dijejeli degan, pisang hijau atau nasi lembek hangat yang dikuwel-kuwel. Memang jika bayi kekurangan ASI juga pasti menangis, nahhh, karena itu ibu-ibu menyusui harus mengkonsumsi makanan yang baik dan jangan "tarak" deh, ibu menyusui itu luaperrr bingitzzz bok, biasakan makan-makanan yang bergizi dan berpengaruh baik pada produksi ASI dan makanan harus berkualitas, kasihan bayi bisa kelaparan dan ujung-ujungnya cuma bisa menangis...@#$tear*&@%

 

Aktifitas bayi terutama ya tidur dong, nah tapi bayi juga perlu diajak bermain, bayi perlu berinteraksi dengan orang-orang dekat di sekitarnya. Bayi suka melihat wajah orang tuanya yang full ekspresi waktu kita berkomunikasi dengannya. Bayi bisa mengenali dan mengingat seseorang/obyek dengan "matanya" dengan kemampuan yang luar biasa. Dannnn kita sudah bisa mulai merangsang kejeniusannya lewat kemampuan mengingat melalui penglihatan ini. Bayi perlu istirahat yang cukup, kita semua tahu jika porsi kegiatan terbanyak bayi dalam sehari adalah tidur, zzzzz. Jadi kita harus memastikan bahwa bayi bisa tidur cukup dan berkualitas sehingga tidak rewel. Di usia dini ini bayi sangat membutuhkan interaksi dengan orang tuanya yang membantu proses pertumbuhan otak yang optimal(baca di artikel lain).

 

Bayi memang memiliki organ tubuh yang sama persis dengan orang dewasa. Bedanya organ-organ ini belum berfungsi seperti organ orang dewasa. Pencernaan dimulai dari mulut(ini tugasnya gigi-geligi), kemudian makanan di dorong masuk lambung yang mengeluarkan enzim-enzim pencernaan, dan makanan "diuleni". Kemudian makanan turun masuk dalam usus, disini dikeluarkan enzim-enzim lain untuk menyempurnakan adonan sehingga bisa diserap. Setelah adonan siap, sari-sari makanan diserap di usus halus dan masuk ke dalam aliran darah untuk diproses lebih lanjut menjadi energi dan pembentukan sel-sel tubuh. Sisa-sisa makanan yang tidak terpakai dibuang lewat saluran pembuangan.

 

Badan kita memang dirancang untuk secara otomatis menghancurkan atau mengeluarkan benda asing dan kuman-kuman yang masuk dalam tubuh, entah kuman itu masuk secara sengaja atau tidak. Misal pada penderita diare yang timbul akibat makan makanan yang tercemar oleh kuman-kuman. Selanjutnya tubuh bereaksi dengan cara diare supaya kuman-kuman ikut dikeluarkan. Makin banyak kuman tertelan, makin banyak dan lama diarenya sampai semua kuman ikut terbuang. Begitu juga terjadi jika bayi makan padat terlalu dini. Makanan ini dianggap benda asing(laaa wong sistem pencernaannya belum siap mencerna kan) sehingga kemudian usus bekerja keras untuk mengeluarkannya.

Usus bekerja dengan cara memilin(seperti memeras kain) supaya benda asing tadi keluar. Akibat kerja memilin usus yang terlalu berat, maka usus bisa saling "terpilin"(kusut dehhh) atau usus sisi atas masuk ke usus di bagian bawahnya(disebut invaginasi). Dan yang terakhir ini paling sering terjadi. Jika hal ini terjadi, penyelesaiannya hanya dengan operasi, posisi usus dibetulkan/direposisi, makanan yang menyumbat harus dibuang, tidak ada cara lain. Hal ini harus dilakukan sesegera mungkin, kalau tidak...usus akan cepat membusuk karena terjepit dan tidak mendapat suplai darah, kemudian kumannya akan menyebar cepat ke seluruh tubuh lewat pembuluh darah yang buanyakkkk di dalam selaput penutup usus/peritoneum...dan ini fatal akibatnya karena sangat cepat terjadi sepsis (infeksi berat) yang mengancam jiwa.

 

Selama ibu hamil terjadi perkembangan jaringan payudara supaya bisa menghasilkan ASI, tentunya setelah bayi menangis ketika melihat dunia ini(nyesel kali yeee) ya ASI itu memang dipersiapkan untuknya. Dan gizi dari ASI cukup sampai bayi berusia 6 bulan lo, tanpa perlu makanan tambahan, setelah itu boleh deh ditambah banana split tadi.

Nngeri kalau saya mengingat-ingat masa bayi saya yang imyut-imyut?. Untung saya tetep eksis sampai sekarang. Tapi bagaimana dengan nasib demikian banyak bayi-bayi yang akhirnya harus menjalani operasi di masa awal-awal kehidupannya?. Nah. ini kewajiban kita semua untuk "gethuk tular" kepada orang-orang yang kita sayangi di sekitar kita sehingga kita dapat menghindarkan bayi-bayi mungil dari pisau dokter bedah. Salam.

 

Flash : Koleksi Pribadi

Add comment

ditunggu comment nya...