Hati yang gembira adalah obat

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

User Rating: / 3
PoorBest 
david

"Hati yang gembira adalah obat..."

Nabi Daud

 "Mesem" yuk "mesem".

Pernah dilakukan penelitian yang mengambil sampel di 2 rumah sakit besar di Amerika. Rumah sakit pertama adalah milik pemerintah dan yang kedua adalah rumah sakit swasta dengan latar belakang agama. Penelitian diterapkan pada kelompok penderita tumor ganas dengan stadium(tigkat keganasan) yang sama, dan kemudian diberi perlakuan(pengobatan) yang sama.

Kemudian diikuti perkembangan hasil pengobatan beberapa waktu kemudian. Dan hasilnya secara signifikan ditemukan bahwa, kesembuhan jauh lebih baik terjadi pada kelompok penderita di rumah sakit dengan latar belakang agama. Kemudian diketahui penyebabnya adalah ditemukannya "endorphin" dalam jumlah banyak pada kelompok pasien tsb. Keluarnya endorphin terkait dengan tingkat stress, dan tingkatan stress sangat berhubungan dengan daya tahan tubuh seseorang terhadap penyakit.

 

Endorphin adalah sejenis morphin tapi dihasilkan oleh tubuh kita. Hanya pada kondisi hati yang positif dan "enjoy"-lah endorphin dikeluarkan tubuh secara maksimal. Memang betul endorphin sama dengan morphin buatan. Efek yang ditimbulkan juga sama, yaitu membuat suasana hati nyaman. Dan dalam kondisi tubuh penuh endorphin ini sistem pertahanan tubuh dapat bekerja dengan baik, dimana pengaruhnya langsung pada sel-sel immun/sel-sel pertahanan tubuh yaitu dengan dihasilkannya sel-sel imfosit T. Memang dunia medis sekarang sedang asyik dengan ilmu "psycho-neuro-immunology", ilmu ini mempelajari keterkaitan antara "psyche"/psikhis, "neuro"/sistem-saraf dan "immunology"/ilmu tentang daya immun/kekebalan tubuh. Dan ilmu kedokteran kita memang harus lebih serius lagi "memelototi" hal-hal yang tidak kasat mata(tapi bisa dibuktikan kasat mata) ini tetapi faktanya memainkan peranan penting dalam kesembuhan penderita.

happy

Disambung soal penelitian di kedua rumah sakit tadi ya, yang membedakan perlakuan terhadap penderita pada kedua rumah sakit diatas adalah, adanya konseling dari sisi rohani pada tiap penderita. Siapapun akan takut, stres dan depresi mendengar kata kanker atau tumor ganas. Penanganan dari sisi kejiwaan inilah yang pada akhirnya membedakan hasil pengobatannya. Dan penangan holistik seorang penderita seharusnya memang mencakup aspek kejiwaan. Karena siapa yang dapat mengatakan bahwa penyakit jasmani tidak ada hubungannya dengan kejiwaan?. Bagian-bagian tubuh kita termasuk jiwa kita terkait satu sama lain bahkan tidak terpisahkan. Profesi medis tidak bisa melupakan sisi kejiwaan ini.

 

happy

Ada tiga hal yang menentukan kesembuhan suatu tindakan medis dimana ketiga hal ini sama pentingnya dan saling mendukung. Pertama adalah status immun(pertahanan tubuh) seseorang yang mendukung daya tahan tubuh. Hal ini dipengaruhi faktor genetik/turunan dan kecukupan gizi. Kedua adalah tingkat keganasan/ berat ringannya penyakit yang menyerang. Dan ketiga adalah intervensi tindakan medis apakah adekuat atau tidak.

Jadi keberhasilan terapi tergantung dari "siapa" yang "memenangi" pertarungan diantara ketiga faktor ini.

Jadi.....betul juga ya waktu Nabi Daud ribuan tahun lalu menulis bahwa "hati yang gembira adalah obat"...dan terbukti lewat dunia medis...ehmmm.

 

Sumber Gambar: Internet

 

 

 

 

Add comment

ditunggu comment nya...