Manusia diciptakan spesial dan spesifik

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

User Rating: / 0
PoorBest 

Transplantasi, istilah apalagi ini?

Transplantasi dalam dunia medis artinya adalah memindahkan suatu bagian/organ tubuh ke bagian tubuh yang lain, bisa pada tubuh orang itu sendiri, atau dipindahkan dari satu orang ke orang lain.

 

Transplantasi kulit berarti mengambil sebagian ketebalan kulit, kemudian ditanam/ditempelkan ke bagian tubuh yang lain yang mengalami kerusakan kulit. Pernah mendengar pak Dahlan Iskan menjalani operasi transplantasi hati? Sekarang beliau sudah memiliki hati yang baru yang berasal dari seseorang berkebangsaan Cina, yang masih muda. Tapi sebagai bonusnya, pak Dahlan Iskan terpaksa harus mengkonsumsi obat yang mencegah sistem pertahanan tubuhnya menolak hati yang baru.

 

Kita pernah kan membaca tulisan Nabi Daud tentang "Tuhan menenun kita dalam kandungan ibu?". Menenun adalah pekerjaan yang memerlukan ketelitian dan ketekunan. Hasil dari ketekunan dan ketelitian ini mempunyai harga yang sesuai pula. Proses menenun biasanya diturunkan secara turun-temurun dan mempunyai ciri khas untuk suatu suku bangsa. Sehingga sebaliknya kita juga dapat mengatakan, lewat kekhasan suatu tenunan dapat diketahui hasil tenunan itu berasal dari suku mana.

 

Jadi kesimpulannya, suatu hasil tenunan itu "memiliki ciri khasnya tersendiri". Jadi kalau istilah "menenun" dipakai Tuhan dalam proses penciptaan manusia, tentunya juga merujuk pada kekhasan/ keunikan hasil ciptaan tsb. Dan, ini benar dan terbukti baru sebagian lewat proses transplantasi. Prosedur transplantasi bisa sederhana seperti pada transplantasi kulit, bisa rumit seperti pada kasus transplantasi hati. Masalah persiapan operasi, prosedur operasi, perawatan paska operasi yang meliputi pencegahan terhadap infeksi, mengkondisikan tubuh optimum bahkan maksimal adalah masalah-masalah yang harus diselesaikan tanpa cacat. Dan masalah kecocokan organ yang ditransplantasikan memiliki "kerumitan" tersendiri. Butuh waktu lama untuk mencari kecocokan organ yang ditransplantasikan, setelah proses transplantasinya selesai, masih butuh obat pula untuk menekan sistem immun tubuh yang akan menolak organ yang ditransplantasikan tadi yang dianggap "benda asing" oleh tubuh penerima organ.

donate2

 

Selayang pandang saja ya tentang sistem immun/pertahanan/kekebalan tubuh kita. Tubuh kita di desain untuk mengenali segala bentuk benda asing yang masuk dalam tubuh. Setelah sistem ini mengenali benda asing tsb, kemudian sistem ini membentuk barisan tentara khusus sehingga tentara ini dapat menggempur benda asing yang masuk dalam tubuh. Dan tahu tidak..."barisan tentara" ini betul-betul khusus dibuat hanya untuk melawan "musuh" tertentu tsb, tidak untuk musuh yang lain. Jadi "satu musuh" digempur oleh "satu barisan tentara khusus. (Baca artikel Vaksinasi). Benda asing itu bisa mulai dari yang sederhana seperti, debu yang terhisap, telor cacing yang termakan, hehe, kuman yang masuk lewat luka, virus HIV, termasuk juga "barang-barang" yang dengan sengaja dimasukkan dalam tubuh, ya termasuk organ transplantasi. Jadi biarpun transplantasi hatinya pak Dahlan Iskan dilakukan dengan maksud yang baik, tubuh tidak menganggapnya demikian. Sistem tubuh kita tetap saja menganggap hati baru itu sebagai benda asing yang harus diperangi. Sehingga kita harus mengakalinya dengan cara menekan sistem ini.

Memang ada teknik khusus untuk "menyelimuti organ transplan" yaitu dengan "selimut DNA", dan para peneliti Belanda sukses melakukannya pada kultur jaringan dan pada binatang coba. Selimut DNA ini berguna untuk menurunkan respon immun yang menyebabkan penolakan organ, tapi saya juga belum tahu apakah teknik ini sudah dikerjakan pada operasi-operasi transplan saat ini, hehehe ini memang bukan bidang saya, musti skull lagi sih kalau mau ngerjain transplan.

 

donate1

 Sebenarnya kalau diipikir-pikir, kita kan sama-sama punya jantung, hati, mata, kaki, mulut, ginjal, kulit dll yang sama. Kalaupun warna kulit, rambut dan mata berbeda, itupun hanya menunjukkan keindahannya dan kehebatan Pencipta kita, dan bukannnya menunjukkan perbedaan ras kita. Jadi mengapa kalau memang manusia itu sama, proses transplantasi justru menunjukkan manusia itu tidak sama? Nah.....masalahnya sebenarnya bukan menunjukkan ketidak-samaan, tapi disini menjadi jelas kalau Tuhan menciptakan kita spesial, unik, tidak ada duanya, tidak ada yang menyamai. Sehingga walau tampak sama, proses transplantasi menunjukkan bahwa organ yang tampak sama dari luar tetap ditolak oleh tubuh lain.

 

Sehingga kalau kita memang diciptakan sedemikian luar biasanya, sedemikian unik dan spesial, kita semestinya melakukan hal-hal yang luar biasa sesuai tujuan kita diciptakan.

 

 

Sumber Gambar: Internet

 

Add comment

ditunggu comment nya...