SEMUA MANUSIA JENIUS

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

User Rating: / 5
PoorBest 

Gak kebayang kan bagaimana otak bisa dieksplor, dibuka.

Yaaa otak adalah organ yang paling sulit dipelajari. Tapi akhirnya tengkorak ini bisa dibuka, otaknya dilihat,
GENIUS1
diteliti & dipelajari bahkan waktu pasien dalam keadaan sadar & dapat diajak bicara selama penelitian, gile yaa?$#@!*&?


TAPI APA BENAR SEMUA MANUSIA JENIUS?
Lihat keajaiban dunia kedokteran misal proses kloning, kemampuan dokter "membelah" kepala yang dempet pada kembar siam. Pernah dengar gadis kecil yang memiliki kaki "duyung" kemudian "dipermak" sampai normal kembali?. Lihat perkembangan dunia informatika, dunia pasti "lumpuh" kalau tidak ada internet? Bagaimana mungkin rangkaian chip-chip itu bisa menghasilkan produk-produk teknologi informasi seperti yang ada saat ini. Bagaimana mungkin simbol #$></*01 dst dst oleh para coder bisa disulap menghasilkan program-program yang hasilnya kita nikmati lewat dunia maya?. 

 

TRUS APA BUKTINYA KALAU SEMUA MANUSIA JENIUS?

Penelitian tentang fungsi kerja otak manusia yang paling terkenal dilakukan Prof. Marian dari Universitas California yang membedah otak Einstein & akhirnya mengubah pandangan mengenai kecerdasan manusia yang akhirnya berdampak pada pola pendidikan anak.  

Dulu kecerdasan dianggap hanya FAKTOR KETURUNAN, tapi penelitian membuktikan kalau "PERKEMBANGAN KECERDASAN DISEBABKAN OLEH SEL-SEL OTAK YANG BERKEMBANG DENGAN BAIK YANG BISA TERJADI JIKA DIPICU OLEH LINGKUNGAN YANG MERANGSANG PROSES BELAJAR”. Selain itu faktor asupan gizi mulai dari bayi dalam kandungan sampai perkembangan otaknya maksimal(1000 hari kehidupan). 

Dulu kecerdasan dianggap anugerah Tuhan hanya PADA ANAK-ANAK TERTENTU saja, sementara penelitian Prof Marlan membuktikan kalau "SETIAP ANAK LAHIR DENGAN JUMLAH SEL OTAK YANG

GENIUS2

HAMPIR SAMA".

 

Penemuan lain ditemukannya "AREA SPESIAL DI OTAK" yang berbeda-beda pada tiap orang & berfungsi dalam kemampuan khusus, kita menyebutnya BAKAT atau TALENTA. Umumnya bakat anak sudah kelihatan sejak kecil apalagi kalau didukung keluarga terutama orang tua yang memberi pengaruh positif, peran orang tua sangat membantu untuk menemukan bakat anak. 

 

Dari penelitian ditemukan juga bahwa setiap manusia terlahir jenius karena dilengkapi dengan apa yang kita sebut saja SOFTWARE. Perangkat ini disebut juga THE HIGHLY ORDER THINKING, biasa disebut "AREA EKSEKUTIF DARI OTAK". Disini terletak fungsi luhur sehingga manusia bisa menjadi "seseorang" yang mampu bersosialisasi dan memiliki karakter dan integritas. Jadi tinggal bagaimana kita mengoptimalkan kerja software ini sejak usia dini.

 

Fakta-fakta ini menarik. Para peneliti menemukan kalau otak manusia secara fungsional terdiri atas tiga susunan yang disebut OTAK REPTIL, OTAK MAMALIA & OTAK NEO KORTEX. 

Otak Reptil berfungsi untuk mengatur sistem pertahanan tubuh dan refleks seperti contohnya, waktu kita ketakutan kemudian denyut nadi kita bertambah kuat, waktu kita diserang kemudian kita menghindar atau melawan dll. Otak Mamalia berfungsi mengatur irama emosi, baik itu emosi positif dan emosi negatif. Sedangkan Otak Neo Kortex berfungsi untuk proses berfikir kreatif.

Dari ketiga susunan otak ini diketahui bahwa reaksi manusia ditentukan oleh otak mana yang bekerja dominan, kedua area otak ini hanya dapat bekerja secara bergantian, tidak bersama-sama & ini sangat tergantung pada reaksi emosi yang diterima oleh Otak Mamalia. Jika reaksi emosi yang diterimanya negatif, maka secara otomatis akan mengaktifkan Otak Reptil dan apabila reaksi yang diterima positif maka Otak Neo Kortex yang bekerja. Penamaan Otak Reptil memang menggangu peranakan ya, hehehe.

 

BAGAIMANA KETIGA SUSUNAN OTAK INI BEKERJA?

Coba ngaca deh, kalau reaksi kita selama ini reaktif, suka meledak, membentak, menyerang dst, sebenarnya ini akibat pengalaman masa kecil yang kita terima, sayangnya trauma-trauma ini melekat kuat dalam memori otak kita. Akibat reaksi emosi yang kita terima negatif menyebabkan Otak Reptil yang bekerja. Di kutub yang lain diketahui bahwa manusia baru bisa berpikir dan belajar pada saat Otak Kortex nya aktif. 

GENIUS3

Jadi kalau ingin anak-anak kita jenius, buat kondisi yang menimbulkan emosi-emosi positif karena orang-tua berperan penting untuk bagaimana "nasib" anak kita kelak. 

Bagaimana “kelakuan/karakter” kita sekarang sangat terkait dengan pola asuh dalam keluarga. Memang dalam KELUARGA INTI kita dibentuk menjadi bagaimana kita kelak, pengaruh lingkungan hanya menempati persentase kecil. 

 

TAPI, MASAK KITA GAK BISA BERUBAH?

Dalam suatu penelitian, dilakukan pemotretan otak anak-anak yang mengalami kesulitan membaca. Kemudian anak-anak ini diberi pelatihan sampai mereka bisa mengatasi ketidak-mampuannya membaca & kemudian otak mereka di foto kembali untuk melihat perbedaannya. Menggunakan FUNCTIONAL MAGNETIC RESONANCE IMAGING (MRI), foto ini mengunakan teknologi pencitraan canggih untuk mengobservasi fungsi otak anak-anak yang sudah diberi pelatihan membaca, dan hasilnya? Dari pencitraan menunjukkan bahwa hasil pelatihan membaca tidak hanya memperbaiki area kemampuan membaca otak tapi juga memperbaiki fungsi otak secara keseluruhan. Ini dikatakan oleh Duane Alexander MD, direktur dari NICHD. 

Nah, bisa berubah dong kita, so sebelum otak kita turun mesin, perbanyaklah latihan otak atau kita akan

bareng-bereng pikun, wekkk.

 

Sumber:

This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it .

Gambar: Geofanny Sarah Adventia