Dokter Keluarga? Pentingkah?

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

User Rating: / 0
PoorBest 
buff

Kata Emas

Orang-orang yang paling bahagia bukanlah orang yang memiliki segala sesuatu yang terbaik, melainkan orang-orang yang menghargai apa yang mereka temukan di sepanjang perjalanan hidupnya.

Warren Buffett

Sebenarnya jika semua orang bisa “melek kesehatan”, keberadaan dokter keluarga sepertinya berlebihan, cuma di Barat dokter keluarga kok bisa diterima?. Tapi kenyataan saat ini masyarakat kita sangat tidak melek kesehatan. Bahkan seorang sarjana dari bidang profesi diluar kesehatan sama idak tahunya dengan masyarakat yang kurang beruntung untuk bisa mengenyam pendidikan. Apalagi buku-buku kesehatan dalam bahasa Indonesia sangat terbatas. Internet juga masih menjadi sarana yang mahal untuk mencari informasi kesehatan. Sebenarnya, jika kita mencari tahu apa sih gunanya dokter keluarga, mungkin baru kita bisa memandang perlu.

Kalau kita melamar suatu pekerjaan, disitu tercantum riwayat pendidikan sejak kita kecil dan juga riwayat pekerjaan. Dari riwayat inilah pimpinan suatu instansi bisa memprediksi kemampuan kita untuk diterima atau tidak. Sebenarnya kesehatan seseorang juga mempunyai riwayat seperti itu. Cerita tentang kesehatan kita sejak lahir membuat kita tahu kecenderungan-kecenderungan penyakit apa yang akan kita hadapi. Bagaimana perilaku kita terhadap pola hidup sehat melengkapi catatan tsb. Dan kalau mulai sekarang setiap orang siap dengan buku catatan kecil dan mencatat cerita kesehatannya sejak kecil, maka habislah riwayat dokter keluarga. Tapi apa memang demikian? Kelihatannya tidak, kenyataannya hampir semua pasien yang saya periksa tidak tahu persis hal-hal apa saja yang pernah terjadi terhadap “tubuhnya”.

Nah…jadi apa yang bisa anda lakukan?. Ada beberapa tips:

Dimulai dengan bertanya ke orang-tua, dan dicatat apakah ada kejadian-kejadian penting waktu anda dikandung ibu tentunya, apakah proses kelahiran anda lancar, bagaimana selama proses menyusui, apakah anda terlambat berjalan atau berbicara? Selama usia sekolah anda pernah menderita sakit apa? Bagaimana riwayat immunisasi?. Apakah pernah menjalani operasi dan yang penting adalah tahun berapa itu terjadi. Pencatatan ini diteruskan sampai usia anda saat ini. Kemudian selanjutnya menjadi mudah, anda tinggal mendisiplinkan diri untuk mulai mencatat mulai detik ini.

Selain penyakit ada beberapa hal juga yang perlu dicatat karena terkait kesehatan, misalnya: apakah ada riwayat alergi terhadap makanan, obat, udara dingin dll …asal bukan alergi terhadap pasangan ya. Yang penting juga adalah pola makan, apakah anda vegetarian, atau pemakan segala….hehe, atau sangat tidak suka sayur-mayur. Yang penting lagi adalah apakah ada riwayat penyakit tertentu dalam keluarga, karena beberapa penyakit dapat diturunkan. Sebagai contoh adalah penyakit kanker(tumor ganas) payudara, jika orang tua anda menderita penyakit ini maka anda beresiko untuk terkena. Dan sebagai pencegahannya anda harus memeriksakan diri pada usia lebih dini.

Bagaimana dengan kebiasaan berolah-raga? Semakin kita tua semakin kita membutuhkan olah-raga. Yang sesuai dengan kemampuan tentunya. Gerakan tubuh membantu aliran darah kita ke seluruh tubuh sampai ke ujung-ujung jari melewati saluran darah kita yang sudah tua, mengeras dan mulai menyempit. Masuk angin adalah contoh penyakit yang sering dialami orang tua, apa sebabnya? Ya itu…karena ada bagian-bagian tubuh kita yang kekurangan oksigen yang seharusnya dibawa darah keseluruh tubuh.

Dan terakhir jika anda malas melakukan semua hal diatas dan kemudian anda sakit dan kemudian anda mencoba ke alternatif dan kemudian akhirnya baru anda terpaksa ke dokter, ada lagi tips-tips berikut ini:

· Ceritakan apa yang menjadi keluhan anda, sejak kapan, apakah keluhan tsb ada pencetusnya, apa yang sudah anda lakukan untuk mengobatinya. Jangan pernah berbohong karena itu sangat-sangat merugikan. Saya bisa bilang begitu karena saya tahu betul pasien sering berbohong tentang lama penyakitnya, tentang sudah diobati apa saja karena pasien takut disalahkan dokter. Ceritakan semuanya karena itu membantu dokter untuk menganalisa penyakit. Selain itu setiap penyakit memang punya pola dan ceritanya sendiri, contohnya begini:

· Kita tahu sakit demam berdarah dan typhus sama-sama panas, tapi jika anda bisa menceritakan kalau anda hanya panas sore hari saja dan pagi hari lebih segar dan bukannya panas yang terus-menerus makin tinggi. Dokter akan curiga itu sakit thypus dan kemudian dilakukan pemeriksaan darah untuk thypus saja. Jadi akhirnya anda juga untung karena tidak banyak pemeriksaan bukan?.

· Contoh lain, jangan bilang anda baru panas badan kemarin padahal sudah panas selama 2 minggu. Kalau anda ternyata sakit typhus, begitu anda bilang memang panas badan sudah 2 minggu apalagi disertai sakit perut, dokter dimanapun akan lebih intens memeriksa perut anda. Karena jika sudah 2 minggu ada resiko untuk terjadi kebocoran usus yang harus sangat segera di operasi dan “ditambal” kebocorannya. Dan kebocoran ini memang umum terjadi setelah sakit 2 minggu karena penyakit typhus tidak teratasi. Memang ada pemeriksaan “cross check” lain jika anda “terpaksa” berbohong mengenai panas badan tadi. Tapi akhirnya mengeluarkan biaya lebih banyak untuk pemeriksaan lain dan akhirnya terlambat juga di operasi.

· Tips lagi….. karena sebenarnya yang paling tahu mengenai tubuh kita adalah kita sendiri, jadi cobalah mengerti sebenarnya tubuh anda mau diapakan supaya tidak sakit, tapi kalau ternyata kemudian anda “nggak mudeng”? Tanya segera ke dokter, makin cepat makin baik(kayak JK aja…), makin enak, makin mudah dan makin murah.

 

Info & Tips

 

mata

Menjaga mata agar tetap sehat yaitu dengan mengkonsumsi jenis makanan sehat. Konsumsi vitamin A tambahan tidak terlalu penting karena kelebihan vitamin A bisa menyebabkan keracunan. Hanya dibutuhkan pro-vitamin A(beta karoten) dalam jumlah sedikit dan sudah tercukupi jika kita mengkonsumsi makanan sehat seperti sayur dan buah-buahan.

Add comment

ditunggu comment nya...