Hati-hati menolong korban cedera tulang belakang

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

User Rating: / 3
PoorBest 

Kita-kita yang menghabiskan hidup di jalan ini seringkali menjadi orang pertama yang berada dekat dan bahkan langsung membantu korban kecelakaan. Tapi kita sering tidak mengerti betul bagaimana cara menolong korban trauma dengan benar. Maksud hati memang mau menolong, ini kan dorongan hati. Jadi maksudnya baik, tapi kalau nanti malah berakibat fatal bagaimana?

Sesama teman sejawat saya kecelakaan, kebetulan kejadiannya tepat di depan rumah sakit. Waktu orang-orang disekitarnya berusaha menolong dan mau mengangkat, dia menolak dan minta dipanggilkan dokter jaga dan perawat bedah untuk mengangkatnya ke rumah sakit. Ya, soalnya dia tahu resiko yang paling buruk yang bisa terjadi.

Sebenarnya apa sih resikonya jika korban yang kita tolong kebetulan mengalami trauma pada tulang belakang? Trauma tulang belakang/ Spinal Cord Trauma artinya terjadi kerusakan pada Spinal Cord, nahhh apa yang terjadi jika terjadi trauma?

Yang disebut tulang belakang ya tulang di belakang tubuh kita mulai dari tulang leher sampai tulang ekor. Apa yang terjadi jika patah? Tergantung patah di bagian mana, tergantung trauma di level mana dari Spinal Cord, beberapa hal dibawah ini bisa terjadi:

  • Kelumpuhan
  • Kehilangan sensai panas, dingin dan sentuhan
  • Kehilangan kontrol kandung kencing
  • Kehilangan fungsi seksual
  • Kesulitan bernafas

 

Lalu dimana letak fatalnya jika orang-orang awam yang menolong korban?

Coba lihat gambar-gambar dibawah, dari lubang-lubang tulang belakang itu keluar saraf-saraf yang berjalan mencapai tangan dan kaki. Nah, patahnya tulang belakang tadi bisa menjepit atau bahkan sampai memotong saraf. Tapi bisa juga terjadi walaupun tulang belakang patah tapi patahan tidak bergeser sehingga patahan tidak menjepit atau memotong saraf tadi. Kalau persarafan putus otomatis berakibat lumpuh. Jadi seperti robot yang tampak utuh tapi listriknya mati.

Disinilah letak bahayanya, pertolongan kita justru menyebabkan tulang patah yang tadinya tidak bergeser malah tergesar akibat kita mengangkat pasien dengan cara yang salah sehingga patahan tulang menjepit atau memotong saraf. Jadi memang ada cara khusus menolong korban yang tergeletak di jalan dengan dugaan trauma tulang belakang.

nerve

Setiap korban kecelakaan yang ditemukan tidak sadar harus dianggap mengalami trauma tulang belakang sampai nantinya terbukti tidak. Jadi pantangannya adalah merubah posisinya, biarkan tetap pada posisi tubuh sewaktu dia trauma. Jika korban sadar dan mampu bergerak sendiri dan bisa menggerak-gerakkan tangan dan kakinya, apalagi kemudian menendang, nah itu berarti tulang belakangnya baik-baik saja, meskipun kita tetap harus waspada karena perkembangan kelumpuhan bisa bertahap.

 

Gambar-gambar disamping makin memperjelas keluarnya sraf-saraf dari spinal cord di sepanjang tulang belakang, perhatiin deh, kalau perlu pakai kaca pembesar, hehe.

Tanyakan apakah dia merasakan nyeri di sepanjang tulang belakang, apakah ada kesemutan mumetzdisepanjang tangan dan kakinya. Coba cubit atau garuk saja kakinya dan tanya apakah dia bisa merasakannya. Kemudian suruh penderita menggerakkan lengan dan kemudian ujung-ujung jari kakinya, adakah pergerakan? Suruh tangannya meremas tangan anda, terasa kuat atau tidak mampu?. Suruh menekuk lutut dan anda lawan dengan balik menekan lututnya, apakah perlawanan terasa kuat atau malah tidak mampu menekuk?. Semua tadi dilakukan dengan tetap tanpa merubah posisi tulang belakang. Kalau ditemukan adanya kelainan diatas, kita harus mengangkat korban dengan cara khusus.

 

Begini Caranya.

Pertama-tama kita harus mencari papan atau apa saja asalkan keras. Yang cepat tersedia mumetz2adalah "pintu papan" yang bisa dipinjam dari rumah terdekat dari kejadian. Jika korban tergeletak dalam posisi miring, kita yang harus membantunya untuk terlentang, kita harus menjaga supaya tulang belakang mulai dari leher sampai tulang ekor tidak tertekuk/ twist dan tidak terpuntir. Kita harus merebahkannya dan mengangkatnya sedemikian rupa seperti menggelindingkan sebatang pohon kayu(log-roll...nama kerennya), jadi tulang belakang korban tidak boleh terpuntir.

 

Dibawah adalah video tahapan bagaimana kita dapat mengangkat korban dengan dugaan trauma tulang belakang.      (Video dapat dibuka dengan browser Puffin dll)

Minimal harus 3-4 orang yang menolong. Orang pertama berada di atas kepala korban, dengan kedua tangan dan juga lengan menjepit kepala korban disamping sampai kedua tangan memegang bahu. Orang kedua di punggung korban memegang bahu dan panggul. Orang ketiga disebelah orang kedua memegang punggung, menyilang lengan orang kedua dan memegang kaki. Lengan orang kedua dan ketiga harus menyilang supaya saling mengunci pergerakan tulang punggung. Dengan aba-aba orang pertama tubuh mulai direbahkan oleh orang ke empat yang berdiri didepan dan menghadap korban, dan akhirnya diterima dan diangkat/digendong oleh orang pertama, ke dua dan ke tiga.

 

 

 

Prinsipnya adalah korban diangkat dengan mempertahankan tulang belakang tetap lurus tidak tertarik atau ketekuk. Setelah korban diletakkan di papan pintu, ganjal disisi telinga kanan kiri dengan bantal(bisa dibuat dari plastik yang diisi pasir) supaya tidak bergerak. Kemudian ambil tali yang lebar atau ikat pinggang dan tubuh pasien diikatkan pada papan pintu dengan mengikat pada kepala, bahu dan panggul sehingga tubuh dan papan kayu menjadi satu kesatuan.

 

Agak mumet memang memobilisasi korban dengan trauma tulang belakang, tapi usaha ini sebanding dengan kecacatan yang bisa diakibatkan oleh kesalahan kita waktu mengangkat pasien.

Setelah korban tenang, kita bisa angkut ke rumah sakit terdekat yang memiliki ahli bedah dan fasilitas bedah

 

Sumber:

saraf

 

Sumber Gambar: Internet

Flash: Koleksi Pribadi

 


 


 


Add comment

ditunggu comment nya...