Suramadu

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

User Rating: / 0
PoorBest 

madu1

Kita akhirnya mempunyai jembatan terpanjang se Asia Tenggara. Jadi, mengapa kita tidak nikmati saja?. Jika kita menggunakan sepeda motor sebaiknya bepergian pagi hari atau menjelang sore, karena panasnya sangat membakar kulit. Jika berkendara mobil, juga perlu berbekal air putih yang banyak. Kadang kala panas sangat menyengat dan tetap terasa di dalam mobil, lagipula kita tidak mau dehidrasi bukan.

 

Begitu memasuki pintu tol, dari kejauhan kita sudah akan melihat bentuk bangunan jembatan. Jalur kiri yang diperuntukkan bagi kendaraan roda dua tampak penuh. Tapi siapapun memang ingin melihat dan menikmati pemandangan indah dari atas jembatan ini. Angin terasa sangat kuat berhembus sampai sulit bernafas rasanya, tapi sebagai gantinya dari atas jembatan mata kita bisa dipuaskan oleh pemandangan laut luas di sisi kiri dan kanan, dan di tengah jembatan, sudah pasti kita berhenti dulu untuk foto-foto. Ternyata teman-teman kita banyak, semua menepikan kendaraannya untuk berfoto, lagipula siapa yang mau melewakan kesempatan ini. Memang jembatan yang cantik, sampai akhirnya kita digusah pak polisi karena kerumunan kendaraan akhirnya menghalangi kendaraan lain lewat.

 

Kita lanjut berjalan dan sampai di ujung jalan tol kami memilih berbelok ke kiri ke arah Sampang. Lebih kurang 4 km dari ujung jalan tol ini kami berhenti di tempat dimana ada banyak mobil-mobil dari luar kota berhenti di satu rumah makan. Akhirnya kami berhenti juga karena perut sudah bernyanyi. Kami tidak punya referensi tempat makan asyik di Madura, mungkin lain kali kami harus cari tahu. Tapi hidangan ikan bakar, tumis cumi, kepiting dan lalapan yang disuguhkan sangat pas rasanya di lidah. Kalau memang orang Madura masak seenak ini pasti ada tempat lain, yang lebih khas Madura. Untuk sementara kami referensikan resto ini, namanya Resto Ola Oleng. 

 


Sambil terkantuk-kantuk karena perut kenyang kami kembali. Di tengah tol kami berhenti lagi untuk membeli layang-layang yang sangat banyak dijual disepanjang jalan tol. Langsung saja saya membayangkan, pasti sangat asyik kalau ada festival layang-layang, atau perlombaan layang-layang yang diselenggarakan di tepi pantai yang juga sangat dekat lokasinya dengan jalan tol ini. Coba ya di sepanjang pantai yang tampak dari jembatan Suramadu itu dirawat, dibuat cantik, dikelola sehingga kita nyaman bermain layang-layang disitu? Sambil berlari-lari di sepanjang pantai sambil menyeruput air degan, sambil berjemur di pinggir pantainya yang indah, wahhh, enak deh, jadi kita-kita kan gak usah jauh-jauh ke Bali untuk cari pantai. Mudah-mudahan ya pemerintah daerah mau mendengar keinginan ini.

madu6

 

 

Hei, jangan lupa yang satu ini, begitu anda turun dari kendaraan, akan terasa sekali panas matahari menyengat. Nah tips untuk anda adalah ini, selain minum air putih yang banyak selama perjalanan, anda juga harus melindungi kulit anda dengan krim pelindung matahari. Pelindung matahari ini ada dua jenis, pilih bentuk krim jika kulit anda berjenis kering dan pilih lotion jika kulit anda berminyak. Di tube krim pelindung matahari ini biasanya tetulis SPF/Sun Protecting Factor. Umumnya ada 2 jenis, yang SPF 15 atau SPF 30. Untuk yang masih muda cukup memakai SPF 15 saja, yang satunya untuk yang sudah berumur. Kita perlu membawa krim ini karena kita harus mengoleskannya beberapa kali.

 

Sebenarnya selain masalah panas, yang lebih penting adalah resiko timbulnya kanker kulit. Kita tahu akibat ozon yang sudah lubang dimana-mana menyebabkan sinar matahari tidak aman buat kulit. Tapi Indonesia kan dikarunia laut, pantai, kepulauan yang luar biasa dan juga sinar matahari yang bersinar sepanjang tahun. Jadi siapa yang mau berdiam di rumah saja sementara turis mancanegara berkeliaran disini. Kita juga mau dong jadi turis tapi tetap sehat, yuk tetap perhatikan kesehatan anda supaya kita bisa jalan-jalan lagi. See you

 

 

Foto: Koleksi Pribadi

 

 

 

 

Add comment

ditunggu comment nya...