JANGAN SALAH, TUMOR PAYUDARA TIDAK NYERI

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

User Rating: / 4
PoorBest 

Pasien-pasien kanker payudara yang datang dengan kondisi kasep alias telat tuh paling sering ngomong begini: "habis dok benjolannya nggak nyeri, jadi saya pikir nggak apa-apa", "ini lo sejak benjolannya kecil sampe besar ya nggak nyeri, ini baru nyeri setelah nyeprooottt, pecah dan bau.....dulu nggak nyeri, tapi setelah meletus dan "nggrowong" kayak kawah gunung gini ya baru sakit???.

Cerita diatas kenyataan sehari-hari di klinik onkologi lo, kalau benjolan itu bisul sudah pasti timbul rasa nyeri sampai kepala cemot-cemot dan badan panas dingin. Kalau kita sedang menyusui tapi air susu tidak lancar keluar (buntu) sehingga payudara membengkak, so pasti pada meringis kesakitan, orang Jawa menyebutnya ngrangsemi.

 

Jadi jangan salah ya, benjolan tumor ganas payudara jarang menimbulkan rasa nyeri, jadi banyak yang keliru selama ini. Justru dokter akan cuek ajah walaupun ada bisul / infeksi di payudara yang suakittt dan mau meletus. Hampir pasti jika benjolan itu nyeri justru bukan tumor ganas atau kanker. Dan ternyata hal ini menjadi penyebab tersering keterlambatan pasien datang memeriksakan dirinya, ya karena mereka merasa baik-baik saja soalnya. Mereka selalu mengatakan benjolannya tidak nyeri, sehingga mereka menganggap tidak berbahaya.

 

Apa saja gejala tumor ganas payudara?

breast3

 

Selain adanya benjolan, gejala lainnya ini nih: keluar cairan dari puting susu. Kulit payudara diatas benjolan tumor seperti kulit jeruk(peau de orange) atau puting tampak tertarik mengkerut kedalam (retracted)

Jika ada riwayat penyakit tumor ganas dalam keluarga, maka harus lebih berhati-hati dan periksakan lebih dini. Lakukanlah screening, katakan saja pada dokter jika ada riwayat kanker dalam keluarga, walaupun waktu memeriksakan diri belum tentu ada keluhan seperti diatas. Dokter akan memilihkan pemeriksaan yang tepat.

Hati-hati jika usia masih dibawah 35 tahun tapi kok ada benjolan di payudara. Segeralah periksakan diri. Jangan menunda-nunda apalagi dengan alasan benjolan tidak nyeri, makin dini pemeriksaan makin baik hasilnya. Usahakan anda sudah dalam penanganan dokter waktu ukuran tumor masih dibawah 1 cm, supaya dokter masih bisa menyelamatkan payudara, jadi peran aktif kita untuk SADARI (perikSA payuDAra sendiRI) sangat penting.

 

Begini lo cara-cara pemeriksaan payudara sendiri.

Berdirilah menghadap kaca, buka baju dong. Terus perhatikan apakah ukuran payudara berbeda jauh antara kiri dan kanan?. Angkat kedua tangan, apakah ada bagian payudara yang mengkerut atau tertarik waktu tangan diangkat. Kemudian menggunakan salah satu tangan sementara tangan yang lain diangkat. Mulailah melakukan perabaan secara sistematis mulai dari tepi luar payudara sampai ke sentral. Kemudian diulangi dengan meraba dari arah atas ke bawah. Terakhir "pencet" puting susu dan perhatikan apakah ada cairan keluar dari puting.

 

breast1

 

Pemeriksaan ini dapat juga dilakukan sambil tidur tapi ganjal dulu punggung dengan bantal kecil supaya payudara lebih breast2datar.

Jadi rajin-rajin SADARI ya, karena hanya jika kita waspada maka kanker payudara dapat ditemukan dini.

 

 So, cepat periksa ke ahlinya jika ditemukan gejala-gejala diatas, jangan terlambat, makin dini detemukan dan diterapi, hasilnya makin bagus. Salam.

 

 

 

Sumber Gambar : Internet(Labeled for reuse*)

 


 

 

 

 

 

Add comment

ditunggu comment nya...