Jangan salah...tumor payudara tidak nyeri

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

User Rating: / 3
PoorBest 

Kata-kata ini paling sering dikatakan oleh pasien-pasien kanker payudara yang datang dengan kondisi kasep alias telat, ..."habis dok benjolannya nggak nyeri, jadi saya pikir nggak apa-apa"....."ya dok, dari sejak benjolannya masih kecil sampe besar ya nggak nyeri, ini baru nyeri setelah nyeprooottt, pecah dan bau.....dulu nggak nyeri, tapi setelah meletus dan "nggrowong" kayak kawah gunung gini ya baru sakit???.

Cerita diatas kenyataan sehari-hari lo, kalau benjolan itu bisul sudah pasti nyeri sampai kepala cemot-cemot dan badan panas dingin. Kalau kita sedang menyusui tapi air susu tidak lancar keluar (buntu) sehingga payudara membengkak, sudah jelas anda akan meringis kesakitan, orang Jawa menyebutnya ngrangsemi.

Jadi jangan salah ya...benjolan tumor ganas payudara sangat jarang menimbulkan rasa nyeri jika masih stadium awal, jadi banyak yang keliru selama ini. Justru dokter akan cuek aja walaupun ada bisul / infeksi di payudara anda suakittt dan mau meletus. Hampir pasti jika benjolan itu nyeri justru bukan tumor ganas atau kanker. Dan ternyata hal ini menjadi penyebab tersering keterlambatan pasien datang memeriksakan dirinya....ya karena mereka merasa baik-baik saja soalnya. Mereka selalu mengatakan benjolannya tidak nyeri...sehingga mereka menganggap tidak berbahaya.

 

Apa saja gejala tumor ganas payudara?

breast

 

Selain adanya benjolan, gejala lainnya adalah: keluarnya cairan dari puting susu, keluarnya darah dari puting susu. Kulit mengkerut diatas benjolan tumor seperti kulit jeruk(peau de orange) atau puting tampak tertarik mengkerut kedalam (retracted)

Jika ada riwayat penyakit tumor ganas dalam keluarga, maka harus lebih berhati-hati dan periksakan lebih dini. Lakukanlah screening, katakan saja pada dokter jika anda punya riwayat kanker dalam keluarga, walaupun waktu memeriksakan diri belum tentu ada keluhan seperti diatas. Dokter akan memilihkan pemeriksaan yang tepat.

 

Hati-hati jika usia masih dibawah 35 tahun tapi kok ada benjolan di payudara, apalagi ada riwayat sakit tumor ganas dalam keluarga. Segeralah periksakan diri. Jangan menunda-nunda apalagi dengan alasan benjolan tidak nyeri, makin dini pemeriksaan makin baik hasilnya. Usahakan anda sudah dalam penanganan dokter waktu ukuran tumor masih dibawah 1 cm, supaya dokter masih bisa menyelamatkan payudara, jadi peran aktif kita untuk SADARI (perikSA payuDAra sendiRI) sangat penting.

 

Begini lo cara-cara pemeriksaan payudara sendiri.

sadari

Berdirilah menghadap kaca, buka baju dong. Terus perhatikan apakah payudara anda berbeda jauh ukurannya antara kiri dan kanan?. Angkat kedua tangan, apakah ada bagian payudara yang mengkerut atau tertarik waktu tangan diangkat. Kemudian menggunakan salah satu tangan sementara tangan yang lain diangkat. Mulailah melakukan perabaan secara sistematis mulai dari tepi luar payudara sampai ke sentral. Kemudian diulangi dengan meraba dari arah atas ke bawah. Terakhir "pencet" puting susu dan perhatikan apakah ada cairan keluar dari puting. Pemeriksaan ini dapat juga dilakukan sambil tidur tapi anda perlu mengganjal punggung dengan bantal kecil supaya payudara lebih datar.

Jadi rajin-rajin SADARI ya..... biarpun kelihatannya sederhana tapi vital, karena hanya jika kita waspada maka kanker payudara dapat ditemukan lebih dini bukan?.

 

Sumber : Current Surgery

Sumber Gambar : Internet

Flash : Koleksi Pribadi

 

glut

Info & Tips

SEL KANKER SUKA GULA?

Ya...ternyata sel kanker sangat suka gula - sehingga kebutuhan gula untuk sel normal tubuh kita habis disabotase.

Didalam tubuh, apapun yang kita makan, setelah diproses, nanti bentuk akhir metabolisme berupa gula(glukosa). Nahhh...makin ganas tumornya, dia makin rakus makan gula. Akibatnya sel-sel tubuh normal tidak kebagian sehingga tubuh penderita kanker pasti makin kurus.

Tapi sekarang ada berita baik dan sudah dalam tahap penelitian bahwa pembatasan "asam amino glutamin" bisa menghentikan kemampuan sel kanker memakai glukosa.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Add comment

ditunggu comment nya...