STRES BIKIN SISTEM IMMUN HANCUR

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

User Rating: / 1
PoorBest 

Hareee genee gak stres? Gak mungkinnnn!!!. Tapi asal tau ajah akibat stres itu ampun-ampun, yang pasti stres menyebabkan otak bereaksi, dan liat akibatnya, stress dapat mencetuskan "1400 macam respon" dari tubuh & reaksi tubuh terhadap stres ini disebut "GAS (General Adaptation Syndrome)" 

STRESS1


INI 3 TAHAPAN YANG TERJADI KALAU KITA STRES: 

Fase pertama disebut "REAKSI ALARM", di fase ini tubuh mengeluarkan ADRENALIN yang menimbulkan reaksi seperti; jantung berdebar-debar, nafas ngos-ngosan, mata membelalak, perut mules, keringat dingin, kencing melulu dst dst. Tapi sebenarnya reaksi ini penting untuk melindungi tubuh dari stres. Reaksi ini disebut juga "FIGHT & FLIGHT".

Setelah penyebab stres hilang tubuh kembali normal dong. Kalau kamu dikejar anjing atau pak polisi dan tiba-tiba kamu jadi bisa lompat pagar yang tinggiiiii banget, nah itu dia salah satu hasil kerja adrenalin.

 

Tapi kalau penyebab stres gak hilang juga, maka GAS berlanjut terus ke fase kedua yang disebut "ADAPTASI". Ini respon terhadap stres dan penting untuk pertahanan tubuh jangka lama. Akibatnya tubuh mengeluarkan KORTIKOSTEROID, ini berakibat pada peningkatan gula darah, yang walaupun sebenarnya berguna untuk mempertahankan energi, tetapi jika mekanisme pertahanan tubuh digunakan berlebihan, maka akhirnya kita akan jatuh sakit. dan jika fase adaptasi ini berlangsung terus untuk waktu yang lama tanpa adanya jeda istirahat untuk meng-counter respon stress, akan menyebabkan konsentrasi mudah hilang, keletihan, dan irritable.

 

Fase terakhir dari GAS disebut "EXHAUSTION", disini tubuh mengeluarkan semua cadangan energi dan sistem immun, sehingga ketahanan mental, emosi dan fisik sangat terkuras, kemudian tampak gejala "kelaparan adrenal" yang pada akhirnya menyebabkan penurunan kadar gula darah yang berakibat pada turunnya toleransi tubuh terhadap stres.

 

SISTEM APA YANG MELINDUNGI TUBUH DARI STRES ?

Rantai Hypothalamus-Pituitary-Adrenal(HPA) adalah sistem yang membuat manusia mampu menghadapi stres, tapi bagaimanapun jika penderitaannya(ya ampyunnn) berkepanjangan membuatnya tidak berfungsi, akhirnya menyebabkan hypothalamus memberikan sinyal pada kelenjar adrenal untuk menghasilkan KORTISOL.

Meningkatnya produksi kortisol(sering disebut hormon stres) menekan sistem immun dan menyebabkan tubuh rentan terhadap berbagai penyakit.  Fakta, insidensi penyakit serius misalnya kanker, secara statistik tinggi pada pasien depresi. Untungnya, penekanan sistem immun ini bisa diatasi dengan psikhoterapi, obat-obatan, asal belum terlambat ya.

TELO1

 

WAH, STRES BERPENGARUH SAMPAI TINGKAT SEL LO. 

Betul, kalau kortisol menetap tinggi dalam darah bisa menyebabkan penurunan sistem immun. Pengaruhnya bisa ke tingkat sel deh, begini, tubuh manusia tersusun dari trilyun'nan sel, nahhh di dalam nukleus (inti sel) ini berenang "para kromosom" yang tersusun dari protein dan yang bertanggung jawab terhadap"bentuk kita" saat ini, ada yang kelitinggg,  trondol, plontos, pemalu, sangar atau baik hati hehe.

Kromosom berbentuk seperti huruf "X" dimana pada ujung-ujung tangkainya ditutupi telomere, yang disebut juga sebagai topi pelindung dari kromosom. Setiap kali sel membelah, telomere ikut memendek, dan kondisi ini menyolok terdapat pada penderita penyakit seperti HIV, penyakit jantung, osteoporosis, proses penuaan dan depresi berat. Penelitian menunjukkan kalau enzim telomerase dalam sel menjaga sel tetap muda dengan cara mempertahankan panjang telomere. Dan peneliti di UCLA menemukan bahwa kortisol menekan kemampuan sel-sel immun mengaktifkan telomerase. Ini yang menerangkan mengapa sel-sel tubuh orang yang mengalami stres kronis memiliki "telomer yang pendek", sehingga sel cepet tuek, dan otomatis tubuh pemilik sel tsb juga.

 

BAGAIMANA SEL BISA MATI? 

Proses kehidupan dalam sel perlu kondisi khusus dan ini bisa terjadi karena pertolongan enzim-enzim oksidatif (superoxide desmutases, catalases, glutathione peroxidases, peroxiredoxins dll) dalam jumlah banyak. Beberapa molekul antioksidan juga berperan seperti asam askorbat(vitamin C), tocopherol(vitamin E) dan glutathione. Kedengarannya nama-nama ini abstrak?, gak juga, kita tahu kok apa itu antioksidan, coba ingat waktu kita menggigit apel, warnanya cepat berubah menjadi coklat kan, ini karena oksigen(sebagai akseptor hydrogen) di udara bereaksi dengan komponen fenol dalam apel yang notabene merupakan zat antioksidan, nahhh, kasat mata kan apa itu antioksidan....hihihi.             

TELO3

ROS(Reactive Oxygen Species) adalah radikal bebas, merupakan molekul-molekul yang sangat kecil yang terdiri dari ion oksigen dan peroksida. Mereka sangat reaktif terhadap elektron-elektron yang tidak berpasangan, sebenarnya ROS adalah produk metabolisme normal dalam sel dan berperan penting pada sinyal sel. Tapi pada kondisi stres, kondisi panas ekstrim, adanya paparan radiasi, jumlah ROS dapat meningkat secara dramatis, yang menyebabkan kerusakan struktur sel.

Penumpukan ROS inilah yang disebut kondisi stres oksidatif. Memang ROS berperan pada proses apoptosis(program kematian sel), tapi ROS juga punya efek positif yaitu merangsang mekanisme pertahanan tubuh bekerja. Tapi jika terjadi penumpukan ROS dalam jumlah banyak dalam sel dapat menyebabkan penyakit degeneratif, seperti arteriosklerosis, diabetes, stroke, Alzheimer's, Parkinson's, dll, dimana semua ini terkait dengan proses penuaan sel-sel tubuh karena ROS merusak DNA dan RNA.

Jadi kesimpulannya yaaa jangan biarkan antioksidan yang ada di dalam tubuh direbut oleh si ROS & ROS ini diproduksi berlebihan waktu kita stres.

Bukti lain kalau stres bikin masalah yaitu penelitian pada pasien-pasien depresi, dilihat aliran darahnya dan ditemukan aliran darah yang menurun pada daerah cortex otak. Dan pada penderita schizophrenia aliran darah ini secara signifikan sangat menurun. Daerah korteks prefrontal otak sisi dorsolateral dikenal sebagai area "intelegensi superior", dan pada pasien-pasien depresi yang mengalami serangan stres area ini bisa "tidak berfungsi sementara", dimana seharusnya pada orang normal perfusi(aliran darah) ke area ini justru meningkat.

Jadi jika kekhawatiran dan stress membuat kita terpuruk, lebih baik bikin orang lain stres ajah, yeyyy. 

 

Sumber:

www.\n  This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it

www.alasbimnjournal.cl/revistas/3/pradoia.htm: COMPARATIVE FUNCTIONAL STUDY OF TWO PSYCHIATRIC PATHOLOGIES BY MEANS OF BRAINSPECT TC 99 HMPAO: MAJOR DEPRESSION AND BORDERLINE PERSONALITY DISORDER.

Gambar: Geofanny Sarah Adventia, Internet