DEMAM kok BERDARAH

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

User Rating: / 1
PoorBest 

Ya karena sambil demam sambil berdarah, makanya namanya demam berdarah, kok bisa berdarah-darah?. Yooo isok ae lahhhhh.

Bagajmana penyebaran penyakit ini?

Penyebaran penyakit demam berdarah(DHF) sangat dramatis dalam dekade terakhir ini, dua perlima penduduk dunia atau sekitar 2.5 milyar beresiko terkena. Pada tahun 1970 baru 9 negara yang terkena, tapi sekarang?. Endemik di lebih dari 100 negara di Afrika, Amerika, Mediterrania, Asia Tenggara dan Pasifik Barat, dan menjadi perhatian serius badan kesehatan dunia WHO.

Kemenkes RI mencatat jumlah penderita DBD sepanjang Januari s/d Februari 2016 sebanyak 8487 orang dengan jumlah kematian sebanyak 108 orang. Penderita DBD paling banyak berusia 5-14 tahun (43.44%) dan 15-44 tahun (33.25%).

Penyakit ini disebabkan gigitan nyamuk, terdapat di negara tropis dan sub-tropis dan predominan di daerah urban dan semi-urban. Ada 4 jenis Virus Dengue dengan vector terutama nyamuk Aedes Aegypti. Virus Dengue ditularkan pada manusia lewat gigitan nyamuk Aedes betina, tapi pada umumnya nyamuk juga mendapatkan virus dengue waktu dia lagi menghisap darah manusia yang terinfeksi. Kemudian nyamuk betina yang terinfeksi ini bisa mentransmisikan virus ke anaknya transovarial(melalui telur). Manusia yang terinfeksi kemudian menjadi karier dan menjadi tempat virus beranak-pinak, dan menjadi sumber virus bagi nyamuk waktu menggigit kita-kita. Ingat ya, hanya nyamuk betina yang menggigit, nyamuk jantan tidak bisa menggigit, tapi selingkuh, hehehe.

 

Komplikasi DHF potensial mematikan, pertama diketahui tahun 1950 waktu epidemik di Philippina dan Thailand. Di Asia saat ini menjadi kasus terbanyak pasien masuk rumah sakit dan menjadi salah satu penyebab kematian pada anak. Diperkirakan ada 500 ribu kasus DHF per tahun masuk rumah sakit, kebanyakan anak-anak dan sebanyak 2.5% kasus meninggal.

 

 

Gambaran Perjalanan Penyakitnya.

petechiae
purpura
petechiae1

Setelah virus masuk tubuh lewat gigitan nyamuk, masa inkubasi 2-14 hari (pada umumnya 4-8 ) hari, kemudian timbul gejala-gejala yang biasanya mendadak akibat viremia(virusnya beranak pinak dalam darah). Timbul panas badan disertai menggigil, sakit kepala, sakit punggung, kelemahan, nyeri di belakang mata, muka memerah, nyeri otot dan persendian. Nyeri pada pergelangan dan punggung sering demikian beratnya, sehingga disebut "breakbone fever"(kayak tulang yang remuk).

Suhu naik dengan cepat, bisa sampai 40 derajat Celcius, tapi denyut jantung melemah, dan tekanan darah menurun.

Pada hari ke 2 sampai hari ke 6 demam, mual dan bahkan muntah sering terjadi, kemudian timbul hipersensitivitas kulit, pembesaran kelenjar(mlanjer), pembengkakan telapak tangan, kehilangan pengecapan, nafsu makan hilang, konstipasi, anxietas dan depresi, uhukuhukuhuk.

Dalam 2 sampai 4 hari bisa terjadi perbaikan dimana suhu tubuh turun dan kondisi umum membaik dalam 24 jam sampai terjadi pengulangan gejala lagi, yaitu kenaikan suhu tubuh kembali. Terjadi morbilliform menyeluruh(seperti cacar) pada tubuh, tungkai, telapak tangan dan kaki. Kemerahan biasanya menghilang dalam 1- 5 hari, suhu tubuh turun dan episode infeksi berlalu.

Epistaksis(perdarahan hidung), petechiae(bercak-bercak merah kulit), purpuric skin lession¬Ě(bintik merah luas pada kulit) dapat terjadi pada stadium berapapun dari penyakit, bervariasi tergantung usia, jenis kelamin dan tipe virus dengue. Perdarahan juga timbul dalam saluran pencernaan, jika sedang menstruasi darah mens bertambah banyak, tapi jangan kuatir, pada kebanyakan kasus hal ini tidak terjadi.

Penting diketahui bahwa memang DHF lebih mudah terjadi pada orang-orang yang sudah terpapar sebelumnya, jadi kalau sudah pernah kena anda harus ngungsi atau transmigrasi jika daerah anda kena "giliran" lagi?.

 

Immunisasi

Belum ada immunisasi untuk DHF, vaksin masih dalam tahap penelitian.

Pencegahan.

Supaya gak kena DHF?.....ya jangan mau digigit ma nyamuk dong, ehmmm.

Yang bener adalah dengan membasmi vector penyebar virus dengue, ya nyamuk itu kejar-kejarin dehhh.

aedes

Sekedar gosip, si nyamuk suka tinggal di air yang tergenang, jadi buat lingkungan kita bersih, selain nyamuk jadi gak bisa meletakkan telurnya, kita juga gak kepleset kan, ngaco banget deh. Mangkanya kalau mulai sore rajin-rajin menyemprot rumah, fokuskan di tempat-tempat yang gelap, dingin dan lembab. Atau kalau anda sudah pusing dan putus asa, pasang aja "plang" seperti contoh disamping, dijamin nyamuk langsung nyengir.

Pemeriksaan .

Pemeriksaan fisik yang umum adalah dengan memasang tourniquet pada lengan pada tekanan tertentu sehingga menimbulkan bercak-bercak peradarahan di kulit.

Ada beberapa macam pemeriksaan darah tergantung kondisi pasien, jika sampai syok tentunya makin banyak pemeriksaannya. Tapi untuk menegakkan diagnosa DHF standar adalah pemeriksaan darah umum dan serologis. Yang umum sudah diketahui adalah pemeriksaan trombosit, dan fungsi pembekuan darah(platelet count). Fungsi trombosit adalah sebagai faktor pembekuan jika terjadi perdarahan, jadi kalau kadarnya terlalu rendah bisa mengakibatkan perdarahan spontan mulai dari bercak-bercak di mata dan kulit, mimisan, dan juga perdarahan dalam misal di lambung.

Pemeriksaan darah lain adalah serologis, disini akan dibuktikan adanya antibodi terhadap virus Dengue. Antibodi ini khusus dibentuk tubuh sebagai sistem pertahanan terhadap virus Dengue(jelasnya baca antibodi di artikel Alergi). Pemeriksaan darah lainnya lagi adalah dari serum untuk menilai kenaikan titer dari antigen Dengue.

Pemeriksaan foto dada kadang diperlukan untuk mencari adanya cairan dalam rongga dada(Pleural Effusion).

Kriteria WHO untuk DHF adalah jumlah trombosit dibawah 100000, dan hematokrit lebih 20% dari normal.

 

Pengobatan.

Karena DHF disebabkan virus, dan sama seperti penyakit yang disebabkan virus lainnya, maka tidak ada obatnya dan juga vaccinnya, jadi pengobatannya hanyalah untuk mengobati gejala-gejalanya, lagipula penyakit ini memang bersifat "self limitting disease".

Pasien bisa ngamar di zaal biasa sampai perawatan intensif di ICU. Terapi cairan untuk mengatasi dehidrasi dan infus cairan dan elektrolit untuk koreksi ketidak-seimbangan elektrolit. Jika diperlukan dikerjakan tranfusi darah segar atau trombosit untuk mengatasi masalah perdarahan.

Komplikasi.

Mulai dari encephalopathy, kerusakan liver, sekuele kerusakan otak, dan kejang. Eittt, tapi jangan takut dulu, jika anda tidak terlambat berobat, hal-hal diatas tidak akan terjadi kok.

Komplikasi lain yang berat tapi jarang terjadi adalah Dengue Shock Syndrom, sering terjadi pada anak-anak dan usia tua, dan biasanya timbul dalam 3-5 hari demam. Terjadi syok di tahap berat dari DHF, dimana jika tidak teratasi berakhir dengan kematian.

Mortalitas.

Pada populasi yang tidak di terapi angka mortalitas mencapai 5-30% dan terutama infan dibawah usia 1 tahun. Eh... belum tahu apa itu mortalitas ya?. Artinya adalah angka kematian dari suatu penyakit, angka ini didapat dari statistik kesehatan penduduk dari kasus penyakit terkait.

Jadi apa yang yang dapat kita kerjakan yang tampak biasa tapi justru tidak biasa alias penting?

Minumlah air sebanyak-banyaknya, loo kok air.....kan berdarah-darah?. Laa kan kita gak bisa minum "darah"?. Hehehe, gini ya, sebenarnya selain darah, juga cairan tubuh banyak keluar selama perjalanan penyakit ini, nah tubuh hanya mendapat suplai cairan waktu kita minum atau lewat cairan infus. Kalau darah pasti dibentuk oleh tubuh sendiri tiap hari bahkan tiap detik kok. Yang penting kondisi tetap fit sehingga produksi darah bisa berlangsung teyuzzz.

Gimana tentang gosip bahwa jambu klutuk bisa menyembuhkan DHF?. Memang masih dalam tahap penelitian, tapi yang sudah pasti memang jus jambu, dan jus buah lain, apalagi air kelapa muda sangat baik untuk DHF, dari pada minum air putih doang, buat si sakit kan lebih enak, jadi enak juga diminum dalam jumlah banyak. Air kelapa muda memiliki kandungan elektrolit serupa dengan tubuh kita, so...minum yang banyak. Setelah itu baru anda lari ke rumah sakit. Salam.

 

Sumber: Kemenkes.go.id, 7 Maret 2016 This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it '; document.write( '' ); document.write( addy_text72707 ); document.write( '<\/a>' ); //-->\n This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it

Sumber Gambar: Internet

Flash: Koleksi Pribadi

 

Add comment

ditunggu comment nya...