EIJKMAN vs PFIZER

Last Updated on Sunday, 03 October 2021 15:29 Written by Dr. Brotosari Saturday, 05 September 2009 14:02

Print

User Rating: / 0
PoorBest 

LEMBAGA EIJKMAN, bermula dari yayasan, berdiri tahun 1888(133 tahun yang lalu) sebagai Laboratorium Penelitian Patologi & Bakteriologi, misi utamanya untuk memajukan penelitian dasar, terapan & penyakit  infeksi tropis. Saat ini Eijkman juga fokus pada rekayasa biomolekuler, bio-teknologi, bio-sekuriti & berada dibawah & didanai Kemenristek & DikTi.

 EIJKMAN1
 EIJKMAN4
 EIJKMAN5

Nama Eijkman berasal dari Christiaan Eijkman, ilmuwan pemenang Nobel kelahiran Belanda, yang adalah direktur pertama Lembaga Eijkman. Dia merupakan, peraih nobel kedokteran yang melakukan penelitian mengenai penyakit beri-beri, ini menjadi cikal-bakal lembaga ini pada awal 1900-an meletakkan dasar mengenai penemuan vitamin. Sebagai pengakuan atas karya mendasarnya yang menjadi dasar konsep vitamin modern, Eijkman memenangkan Hadiah Nobel pada 1929.

Pada puncaknya di awal abad lalu, Institute Eijkman terkenal sebagai pusat pengobatan tropis. Tetapi lembaga ini sempat ditutup pada 1960-an, karena pergolakan ekonomi dan politik & digabungkan dengan RS. Cipto Mangunkusumo. Kemudian, Lembaga Eijkman dihidupkan kembali pada Juli 1992  & beroperasi kembali pada April 1993, diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 19 September 1995. Di era baru, Eijkman dipimpin oleh Profesor Sangkot Marzuki sejak tahun 1992 hingga tahun 2014. Kemudian 2014 hingga sekarang, jabatan Direktur Lembaga Eijkman dipegang oleh Profesor Amin Soebandrio.

 

Kalau membaca publikasi di http://www.eijkman.go.id/people/research-staff/muljono-david-handojo/, dari Prof. Mulyono yang menjabat sebagai deputi Director di Eijkman Institute ini, publikasi pada umumnya tentang “Statistik epidemiologi sebaran penyakit-penyakit infeksi di banyak daerah di Indonesia”, seperti contoh pada link ini: Seroepidemiology and occult hepatitis B virus infection in young adults in Banjarmasin, Indonesia https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/25521058/

 

Mungkin saya tidak bisa mencari naskah-naskah ilmiah yang terkait penemuan obat-obatan, tapi pada pandemi kali ini LEMBAGA BIOLOGI MOLEKULER EIJKMAN untuk pertama kalinya berhasil menyelesaikan pemetaan sekuen asam nukleat(RNA) penyusun Genome Sars-Cov-2. Menggunakan alat Next Generation Sequencing (NGS), ini adalah data sekuens lengkap pertama Sars-Cov-2 dari Indonesia & telah diunggah ke pusat data GISAID yang berbagi lebih dari 16.000 data virus Corona dari seluruh dunia.

 

PFIZER, didirikan tahun 1849(172 tahun yang lalu) oleh dua imigran Jerman Charles Pfizer & Charles Erhart. Awalnya keduanya mendirikan bisnis bahan kimia di pabrik Brooklyn, menggunakan pinjaman dari ayah Pfizer sebagai modal. Produk pertama berupa obat anti-parasit yang enak, dibuat dengan rasa seperti permen, menyatukan keterampilan Pfizer sebagai ahli kimia & Erhart sebagai pembuat manisan.

Tahun 1936 perusahaan menemukan metode bebas fermentasi untuk memproduksi vitamin C lalu dikembangkan menjadi vitamin B2 dan B12 yang dengan cepat menjadi produsen vitamin terkemuka, bahan kimia yang sangat baru pada saat itu. Pada tahun 1941 pemerintah Amerika meminta dukungan industri farmasi dalam memproduksi penisilin untuk pengobatan pasien-pasien korban perang, Pfizer bekerja dengan ilmuwan pemerintah.

Antibiotik menandai transisi ke PFIZER MODERN. Terramycin, yang pertama kali dipasarkan pada tahun 1950, merupakan obat kepemilikan pertama mereka, dan sekarang kita mengenal vaksin covid19 yang berbasis mRNA buatan Pfizer.

 

 EIJKMAN3 EIJKMAN2

Kesimpulan:

Eijkman Institute didirikan sejak jaman penjajahan pada tahun 1888, oleh dr. Christiaan Eijkman (yg pasti bukan wong Jowo), sekitar 39 tahun setelah Pfizer. Penelitian itu identik dengan “WAKTU”, “KEDISIPLINAN” & “INTEGRITAS”, so semoga keberhasilan Eijkman melakukan sekuen Genome Sars-Cov-2 menjadi pembuka jalan untuk penelitian-penelitian di masa depan, terutama agent-agent terapi infeksi karena Indonesia termasuk negara dimana penyakit infeksi masih menjadi momok utama.

Kalau dilihat pada tahun 1929 Eijkman sudah mampu membuat vitamin, sedangkan Pfizer baru pada tahun 1936, seharusnya ini modal besar apalagi Eijkmaan seorang dokter, bandingkan dengan Pfizer yang ahli kimia & malah profesi Erhaart pembuat manisan.

Kalau Eijkman pernah ditutup karena pergolakan politik, justru Pfizer menenggak keuntungan dari perang saudara pada tahun 1862 karena kebutuhan “obat penghilang nyeri” & “antiseptik” besar.  Meskipun awalnya Pfizer fokus pada produksi bahan-bahan kimia, dalam perkembangannya saat Emil Pfizer memegang kendali, produksi sudah menggunakan prinsip-prinsip ilmiah dalam pembuatan obat-obatan.

Christiaan Eijkman bukan orang Indonesia, Pfizer & Erhart juga bukan orang Amerika, so idem dito dong modal dasarnya kalau kita mau meributkan soal kewarga-negaraan. Eijkman yang notabene dokter & juga institute ini sejak awal didirikan memang sebagai lembaga penelitian untuk penyakit, jadi  jelas modal yang lebih besar dibandingkan Pfizer, atau memang “modal” ini masalahnya, padahal Eijkman & Pfizer hanya berselisih 39 tahun dimana waktu itu di banyak negara belum punya modal kuat seperti kita?.

 

Sumber:

http://www.eijkman.go.id/about/history/

https://www.idntimes.com/business/economy/auriga-agustina-3/sejarah-lembaga-eijkman-sempat-mati-suri-sampai-habibie-turun-tangan/5

https://www.kompas.com/skola/read/2020/03/17/190000869/sejarah-lembaga-eijkman?page=all

https://pharmaphorum.com/sales-marketing/a_history_of_pfizer/

https://www.britannica.com/topic/Pfizer-Inc