YOLD _ Young Old VS Young

Last Updated on Thursday, 05 August 2021 19:47 Written by Dr. Brotosari Thursday, 10 December 2009 21:14

Print

APAKAH ANDA TERMASUK YOLD?  APAKAH ANAK2 MUDA BISA “MENGALAHKAN” GENERASI YOLD?.

Aging is privilage...hihihi gue masuk gak ya,  sebutan ini untuk mereka yang berusia diantara 60 s/d 75 tahun & yang masih memiliki karakteristik  anak muda.....kek gue nih hihihi.

 YOLD1
 YOLD2
 YOLD3

 

YOLD adalah angkatan dari periode “baby boom” paska Perang Dunia II yang diperkirakan sudah banyak yang menjalani masa pensiun saat ini. Tapi nggak tuuuh, nyatanya angkatan ini terus bekerja & tetap terlibat secara sosial & jumlahnya banyak, lebih sehat & lebih kaya dari generasi lainnya. Dengan populasi baby boomer  mencapai 134 juta di negara maju, tahun 2020 menandai “AWAL DEKADE YOLD." The Economist, majalah mingguan Inggris pada edisi tahunannya menulis pada Desember 2019: “Tahun Baru 2020 menandai awal dekade 'YOLD'”.

https://worldin.economist.com/edition/2020/article/17316/decade-young-old-begins

 

YOLD juga menentang stigma penurunan kesehatan & menurut WHO, di negara-negara maju diantara tahun 2000-2015, YOLD memiliki  peningkatan harapan hidup lebih lama dengan kondisi "kesehatan yang baik."

 

Lima puluh tiga tahun yang lalu di tahun 1967, The Beatles merilis "When I'm Sixty-Four," yang ditulis oleh Paul McCartney, di dalam lagu itu  tampak kekhawatirannya tentang usia. Dia menulis lagu itu pada usia 16 tahun ketika ayahnya berusia 64 tahun. Band rock Inggris itu menyanyikan: "Ketika saya semakin tua & kehilangan rambut, apakah ada yang masih akan mengirimi saya kartu valentine, ucapan selamat ulang tahun, sebotol anggur? Apakah ada yang masih membutuhkan saya, apakah ada yang masih akan memberi saya makan ketika saya berusia 64 tahun?" Tahun 1967, kala itu usia 64 tahun memang sudah tua.

 

Di Korea, ulang tahun ke-60….. duluuuuu merupakan salah satu acara yang paling dirayakan, tapi saat ini orang berusia antara 65 dan 75 tidak diperlakukan sebagai “orang lain”. Di Korea, baby boomer yang lahir antara tahun 1955 dan 1963 berjumlah 710.000 & mereka lebih sehat & lebih kaya dari generasi senior sebelumnya. Mereka berusaha untuk memperpanjang usia, mencari pekerjaan untuk melanjutkan kegiatan sosial & ekonomi mereka. Mereka menantang harapan tradisional para pensiunan seperti keharusan untuk menjaga cucu-cucu mereka & bekerja adalah salah satu cara yang membantu tetap sehat lebih lama.

 

Kecenderungan kaum YOLD untuk terus bekerja telah meningkat sejak 2016, lebih dari seperlima orang berusia 65-69 masih bekerja di negara-negara maju. Penelitian di Jerman menemukan bahwa orang yang tetap bekerja setelah usia pensiun memperlambat penurunan kognitif yang terkait dengan usia. Di Eropa, tantangan ini memunculkan struktur tenaga kerja baru karena jumlah warga lanjut usia yang bekerja di atas 65 melebihi 20% populasi.

 

Kebangkitan YOLD berpengaruh pada pasar konsumen, layanan, pendidikan & keuangan. Saat ini Harvard memiliki lebih banyak siswa di Divisi Pendidikan Berkelanjutan daripada di universitas itu sendiri.  Divisi ini difokuskan pada siswa dewasa dan pensiunan yang ingin melanjutkan pendidikan mereka di tahap selanjutnya dari kehidupan mereka.

 

YOLD juga menantang norma sosial yang sudah ada sebelumnya. Sementara banyak perusahaan berpikir produktivitas akan menurun seiring bertambahnya usia, penelitian di pabrik pembuatan truk & perusahaan asuransi di Jerman menunjukkan bahwa, pekerja yang lebih tua memiliki, paling tidak produktivitas sedikit di atas rata-rata, lapor The Economist.

 

Sementara itu, masyarakat juga akan lebih baik jika YOLD tidak pensiun dini, karena pengeluaran publik untuk kesehatan dan pensiun akan lebih rendah karena orang yang bekerja akan membutuhkan perawatan medis yang relatif lebih sedikit. YOLD yang tetap aktif, juga berkontribusi terhadap ekonomi global, menurut The Economist, mereka yg saat ini berusia lebih dari 60-an adalah salah satu kelompok pelanggan yang jumlahnya dengan cepat  membesar pada bisnis penerbangan & pariwisata karena mereka menghabiskan lebih banyak waktu  bepergian ke luar negri dibanding orang yang lebih muda.

 

Para baby boomer ini, yang berkedok sebagai YOLD bisa jadi akan dapat mengubah dunia, seperti yang telah mereka lakukan sebelumnya di berbagai tahap kehidupan mereka. Dan  memang “PENGALAMAN ADALAH GURU TERBAIK,” karena ini bukan tentang belajar saja, tapi juga tentang melihat, menganalisa, merencanakan, melaksanakan & menilai dengan lebih baik & bijak.”

 

Pada akhirnya, ini berarti negara harus menyikapi penuaan baby boomer secara lebih positif sehingga sudah seharusnyalah Beatles mengubah syair lagunya menjadi menjadi "When I'm Seventy-Four"

http://www.koreatimes.co.kr/www/opinion/2021/03/636_282976.html

 

 YOLD4YOLD5 YOLD6