VAKSIN DATANG COVID MENGHILANG?

Last Updated on Sunday, 14 November 2021 18:52 Written by Dr. Brotosari Wednesday, 18 November 2020 18:30

Print

Banyak dari kita yang gak tau betapa luar biasanya usaha pembuatan vaksin atau obat, lama pembuatan bisa belasan bahkan puluhan tahun, memang utamanya disebabkan angka kegagalan pembuatan

 onoff10
 onoff9
vaksin itu tinggi, tidak banyak kandidat vaksin yang bisa lolos melewati fase-fase uji, mulai dari laboratorium, hewan sampai uji klinik pada manusia

Ini baru soal susahnya mengembangkan & membuat obat & vaksin, soal lain…..proses untuk bisa menemukan penyebab penyakit juga butuh waktu lama, misal penyakit cacar air, setelah 350 tahun baru berhasil diketahui kalau penyebabnya itu Virus Varicella, mumet gak sih ilmuwan-ilmuwan itu?.

 

Kita liat beberapa penyakit:

POLIO, penyakit infeksi menular yang disebabkan Virus Poliomyelitis, diperkirakan sudah ada sejak tahun 1580. Tahun 1906 polio menjadi epidemi di USA, Eropa & Presiden Franklin Delano Roosevelt tak luput dari polio. Di awal tahun 1950 polio menginfeksi 25.000 sampai 50.000 orang per tahun, terutama menyerang anak-anak yang mengakibatkan kelumpuhan. Pada tahun 1908 Erwin Popper, Austrian Physician &  Karl Landsteiner, Austrian Immunologist & Physician berhasil mengisolasi virus ini.

Vaksin Polio pertama dikembangkan oleh Jonas Salk, American Jewish Physician & Medical Researcher pada tahun 1950 & digunakan dalam skala besar tahun1954 waktu USA & Eropa mengalami endemi. Vaksin polio per-oral berhasil dikembangkan oleh Albert Bruce Sabin, Polish-American Medical Researcher, tahun 1960 & digunakan sampai sekarang. https://www.britannica.com/science/polio-vaccine

 

TBC(Tuberculous), penyakit infeksi menular yang disebabkan bakteri Mycobacterium tuberculosis, yang diperkirakan sudah ada sejak 70.000 tahun yang lalu. Menginfeksi 2 milyar manusia di seluruh dunia & ada sekitar 10.4 juta kasus baru setiap tahunnya. Hampir 1/3 dari populasi adalah carier yang berisiko menjadi sakit & menyebabkan 2 juta kematian tiap tahunnya.

 

Pada 24 Maret 1882 Robert Koch, German Physician  berhasil mengisolasi Mycobacterium Tuberculosis, bakteri penyebab Tuberkulosis, sehingga tanggal 24 Maret ditetapkan sebagai hari TBC dunia. Vaksin TBC dikembangkan selama 13 tahun, dari tahun 1908 sampai 1921 oleh Albert Calmette Camille Guérin, FrenchScientistshttps://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5432783/

 

 onoff2 onoff3 onoff4onoff5 

 

DIPHTERIA, penyakit infeksi akut yang disebabkan toksin dari  bacillus Corynebacterium Diphtheriae, merupakan penyakit yang sangat menular & mematikan. Gejalai-gejala diphteri akhirnya dapat dikenali oleh Hippocrates & bakteri berhasil diisolasi oleh Edwin Klebs Friedrich Löffler, German-Swiss Microbiologist tahun 1880. Imunisasi diphteria tidak dalam bentuk injeksi tunggl, tapi kombinasi dengan tetanus & pertusis. Emil Adolf von Behring, German Physiologist & Baron Kitasato Shibasabur?, Japanese Physician & Bacteriologist memulai pengembangan vaksin di tahun 1890. Diphteri menjadi penyebab utama kematian pada anak-anak di era pre-vaksin, pada tahun 2017 total ada 8.819 kematian dilaporkan di seluruh dunia. https://www.britannica.com/science/diphtheria

 

TETANUS, penyakit infeksi akut yang disebabkan spora dari bakteri Clostridium Tetani, yang  hidup terutama di tanah, tahan terhadap panas & kebanyakan antiseptik & dapat bertahan selama bertahun-tahun. Bakteri berhasil diisolasi oleh  Antonio Carle & Giorgio Rattone, Italian Scientist tahun 1884 & pada tahun 1920 Gaston Ramon, French Veterinarian berhasil menemukan vaksin. Pada tahun 2015 ada sebanyak 209.000 orang yang terinfeksi & menyebabkan 59.000 kematian secara global. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/tetanus

 

HEPATITIS B, penyakit infeksi hepar yang disebabkan Hepatitis B Virus(HBV) yang dapat menyebabkan infeksi hati akut & kronis. Menyebabkan 600.000 kematian tiap tahunnya & diperkirakan ada sekitar 400 juta orang yang menderita HBV kronis(carrier) di seluruh dunia. Pada tahun 1965 Dr. Baruch Samuel  Blumberg, the American Nobel Prize-winning Biochemist & Medical Anthropologist berhasil melakukan isolasi Virus Hepatitis B, bekerja sama dengan Irving Millman, American Jewish Virologist & Microbiologist, berhasil mengembangkan vaksin 4 tahun kemudian & vaksin Hepatitis adalah vaksin anti kanker pertama yang dapat mencegah kanker hepar. https://www.hepb.org/prevention-and-diagnosis/vaccination/history-of-hepatitis-b-vaccine/https://www.journal-of-hepatology.eu/article/S0168-8278(03)00139-9/fulltext

 

CHICKEN POX(varicella/ cacar air), adalah penyakit infeksi yang disebabkan Virus Varicella Zoster, menular secara airborne & sangat menular. Sebelum vaksin ditemukan, mengakibatkan 4 juta orang terpapar tiap tahunnya & 100 kematian tiap tahun. Giovanni Filippo pada abad 16 yang pertama mengenali gejala-gejala chickenpox, pada tahun1875, Rudolf Steiner menemukan bahwa chickenpox disebabkan agen infeksius & pada tahun 1954 Thomas Huckle Weller, Nobel Prize in Physiology or Medicine berhasil mengisolasi virus. Tahun 1972 Michiaki Takahashi, Japanese Virologist, berhasil membuat vaksin dari virus yang dilemahkan. https://academic.oup.com/jid/article/182/2/383/2190935https://www.cdc.gov/chickenpox/about/index.html

 

SMALLPOX(variolla), adalah penyakit infeksi yang disebabkan Virus Variolla, penyakit yang sangat mematikan, tulisan awal tentang penyakit ini ditemukan di Cina pada abad ke 4 & inokulasi berhasil dilakukan pada sekitar tahun 1500. Pada abad ke 18 diperkirakan ada 400.000 orang meninggal setiap tahun, 1/3 nya menjadi buta karenanya. Smallpox diperkirakan membunuh 300 juta orang di abad 20 & sekitar 500 juta orang meninggal pada 100 tahun terakhir. Vaksin dikembangkan tahun 1796 oleh Edward Jenner, English Doctor. Sekitar 2 abad setelah vaksin ditemukan, WHO menyatakan dunia bebas dari cacar(smallpox) pada 8 Mei 1980. https://www.cdc.gov/smallpox/history/history.html

 

HIV-AIDS, adalah penyakit infeksi yang disebabkan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh, Luc Antoine Montagnier, France Virologist & Robert Charles Gallo, Physician-Scientist America berhasil mengisolasi virus pada tahun 1937, tetapi pengembangan vaksin sampai sekarang belum menunjukkan hasil. Kematian yang diakibatkan HIV-AIDS sudah tidak terhitung & sampai sekarang masih menjadi penyebab kematian yang tinggi, sekitar 1 juta orang tiap tahun yang meninggal akibat HIV-AIDS. https://www.mayoclinicproceedings.org/article/S0025-6196(11)61990-3/fulltext

 

DHF-Dengue Hemorrhagic Fever, adalah penyakit infeksi yang disebabkan Virus Dengue(DENV) dengan vektor nyamuk Aedes Aegypti. Gejala yang timbul memiliki spektrum luas mulai dari gejala-gejala seperti flu sampai perdarahan & syok. Diperkirakan 300 juta orang yang terpapar setiap tahunnya di seluruh dunia tetapi 70%-nya  terjadi di Asia. Tidak ada terapi khusus untuk DHF, pengobatan bersifat simptomatik & suportif karena DHF adalah “Self Limiting Disease”. DHF adalah penyakit yang sudah sangat lama, tercatat pertama pada Chinese Medical Encyclopaedia tahun 992, epidemik pertama DHF terjadi di Manila, Filipina pada tahun1953. Pada 1943, Ren Kimura, scientist & Susumu Hotta, professor emeritus of Kobe University, Kobe-Japan, berhasil mengisolasi virus denguehttps://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/17319151/

 

 ONOFF6 ONOFF7 ONOFF8

 

KESIMPULAN:

 

Dari perjalanan kemampuan dunia medis untuk bisa menemukan obat atau vaksin tampak perkembangan pesat, vaksin covid19 kelihatannya akan menjadi yang tercepat jika tahun depan bisa digunakan masyarakat. Tapi apakah pandemi ini akan menjadi yang terakhir?.

 

Tahu nggak disepanjang kehidupan manusia yang akrab dengan virus & bakteri ini, baru 1 penyakit yang dapat dilenyapkan dari muka bumi, yaitu cacar(variolla), itupun baru bisa dihilangkan 2 abad (200 tahun) setelah vaksin ditemukan. Untuk bisa mendiagnosis kalau cacar ini disebabkan virus saja butuh waktu 1000 tahun…huh sedihnya, sementara waktu berjalan sampai vaksin akhirnya ditemukan, sudah mengakibatkan korban meninggal yang memilukan.

 

Berikutnya Polio pasti bisa dilenyapkan dari muka bumi, tinggal di 2 negara: Pakistan & Afganistan yang belum dapat dieradikasi, tapi program vaksinasi terus digencarkan, WHO & partners lewat Global Polio Eradication Initiative terus mendukung pemerintah Afganistan & Pakistan bertarung melawan polio, semoga, karena jika tidak, virus polio sangat mudah diimpor ke suatu negara yang sudah bebas polio & kemudian menyebar secara cepat diantara populasi. Tentang polio & bagaimana manfaat vaksin untuk eradikasi polio yang mewabah di seluruh dunia ini bisa dibaca disini: http://www.trensehat.com/index.php?option=com_content&view=article&id=124:25082020-afrika-bebas-polio&catid=36:bukan-biasa-biasa&Ite

 

Emang kenyataannya pahit, kalau melihat sejarah penemuan penyakit yang lama, apalagi penemuan obat/vaksin yang bahkan lebih lama lagi…..apa kita masih bisa bilang “ vaksin covid19 datang, virus menghilang”, sejarah pandemi tidak seperti itu, liat flu tahunan saja masih membunuh ratusan ribu orang tiap tahunnya. Penelitian medis untuk menemukan obat & vaksin memang butuh perjuangan berat & waktu yang lama.

 

Closing: berharap banget pengembangan vaksin covid19 berhasil, atau jika tidak “Dr. William Smith”, si ganteng itu akan masuk dalam guiness world records  dimana dalam 1000 hari dia berhasil membuat obat untuk zombie eh vampir, sehingga dia emang cocok kalau menyandang gelar  I’M LEGEND, ……hehehe, salam.