MACAM-MACAM VAKSIN COVID-19

Last Updated on Monday, 15 November 2021 06:42 Written by Dr. Brotosari Wednesday, 12 August 2009 13:03

Print

 

Vaksin merupakan terobosan di dunia medis yang dapat menyelamatkan banyak nyawa, 530 juta nyawa dapat diselamatkan dari penyakit cacar berkat vaksin. Berdasarkan data WHO, saat ini tersedia vaksin untuk 26 jenis penyakit & masih ada 24 jenis vaksin lain yang sedang dalam pengembangan, sedangkan disaat bersamaan diketahui ada 219 spesies virus yang mampu menginfeksi manusia.

Ilmu pengembangan vaksin – vaccinology – memang berkembang pesat, tapi tantangannya juga sama besarnya & bahkan lebih berat.

 

Teknologi vaksin sudah sangat berkembang, awal vaksin dibuat dengan cara yang sangat sederhana, begini ceritanya….

Edward Jenner muda rupanya mengamati mbak-mbak pekerja pemerah sapi yang terkena penyakit cowpox(cacar pada sapi) kemudian tekena smallpox(variolla/cacar pada manusa), ternyata mbak-mbak ini tidak jadi sakit & kalau sakitpun tidak berat, karena inilah Jenner mikir…….

Kemudian Jenner melakukan penelitian, dia memaparkan anak tukang kebunnya yang berusia 8 tahun dengan cowpox & beberapa waktu kemudian dipaparkan lagi dengan smallpox, ternyata “ada sesuatu” yang terbentuk di dalam tubuh si anak paska paparan cowpox yang mampu membuat si anak terhindar dari penyakit cacar(smallpox) yang parah, yang akhirnya diketahui sesuatu itu adalah “ANTIBODI”.

Coba aja deh dia bikin uji coba model begitu…. sekarang….. pasti dia dipenjara, mana gak pake informed consent pulak…..yaaa belum lagi Jenner musti tebel kuping denger betapa nyinyirnya netizen2 perkara vaksin hahahaha, tapiiiii ini adalah dasar dari pembuatan vaksin, maksudnya kala itu sudah dipikirkan kalau tubuh manusia dipaparkan pada antigen(virus, antigen) akan merangsang timbulnya antibodi oleh sistem immun.

Kemudian Jenner terus melakukan uji pada lebih banyak lagi orang & bahkan anaknya sendiri gak luput dari percobaannya, karena penemuan Jenner inilah kemudian dikenal istilah “vaksinasi yang diambil dari bahasa latin sapi, yaitu vacca”. 

 

Tapi meskipun teknologi awal ini sudah dikenal sejak 1796 , idenya masih tetap dipakai, karena bagaimanapun efek sampingnya sudah sangat dikenali. Teknologi pembuatan vaksin sekarang sudah sangat berkembang, kita liat beberapa contoh ajah ya, prinsipnya pasti sama, maksudnya memaparkan tubuh pada antigen supaya sistem immun tubuh kenal kemudian bisa membuat antibodi. Yang berbeda adalah cara virus ini dipaparkan/dikenalkan pada sistem immun kita, bahkan Artificial Inteligent berperan dalam pengembangan vaksin mRNA dengan cara membuat pemodelan komputasi yang digerakkan oleh AI untuk menganalisa bentuk RNA eksperimental.

 

Jenis-jenis vaksin yang dikembangkan untuk covid19, awalnya ada ratusan kandidat yang diuji cobakan sampai akhirnya mengerucut menjadi 5-6 jenis vaksin, masalahnya covid19 itu “new emerging disease”, jadi bagaimanapun belum diketahui vaksin jenis yang mana yang paling efektif, karena kan perlu uji klinik & perlu waktu juga untuk melihat hasilnya, kita liat beberapa deh…

 

 VKS3

 

VAKSIN INAKTIF

Vaksin dibuat dari virus corona yang dilemahkan atau dimatikan dengan menggunakan bahan kimia. Contoh vaksin yang dibuat dengan cara ini: CoronaVac (PiCoVacc) buatan Sinovac Biotech China, BBIBP-CorV(buatan Sinopharm-China), Covaxin (BBV152 A, B, C) buatan Bharat Biotech India.

Dasar pemikiran pembuatan vaksin ini awal dipakai pada pembuatan vaksin smallpox(cacar) yang pada waktu itu masih dalam bentuk yang sangat sederhana, karena virology(ilmu tentang virus) baru berkembang di akhir abad 19….prinsipnya menginfeksi manusia dengan virus sehingga menimbulkan kekabalan alami.

 

VAKSIN GENETIK

Vaksin ini menggunakan materi genetik yang direkayasa menyerupai virus atau bakteri (mRNA), messenger RNA bisa menjadi kunci untuk vaksin universal, disebut- sebut juga sebagai “INTELLIGENT VACCINES”. Di dalam sel…. mRNA akan mengajari sel immun host untuk membuat protein yang menyerupai spike protein covid19 yang dapat dikenali sistem immun untuk membentuk antibodi spesifik terhadap virus covid19.  Contoh vaksin yang dibuat dengan cara ini adalah Comirnaty( generik tozinameran atau BNT162b2) buatan Pfizer & Biontech. Lainnya adalah mRNA-1273 buatan Moderna. India, China, Jepang, Korea, Inggris, Korsel, Thailand, Kanada, Perancis juga membuat vaksin dengan metode ini.

 

VAKSIN VIRAL VEKTOR

Vektor adalah organisma yang digunakan sebagai “kendaraan”; yang membawa bagian dari material genetik virus. Vektor bisa berupa virus, bakteri atau bahkan molekul-molekul DNA yang dibuat di laboratorium dan diisi dengan antigen spesifik. Jika virus yang dipakai sebagai kendaraan, maka virus dibuat dari rekayasa virus(yang tidak berbahaya) untuk membawa genetik virus korona. Vektor viral ini masuk kedalam sel untuk membuat protein virus yang akhirnya merangsang sistem immun untuk membentuk antibodi. Contoh vaksin yang dibuat dengan cara ini yaitu Sputnik V (Gam-Covid-Vac, Rusia), AZD1222 (Covishield, India, AstraZeneca), Convidecia (Ad5-nCoV, China) & Ad26.COV2.S(Johnson & Johnson, Israel).

 

VAKSIN BERBASIS PROTEIN(Vaksin acellular)

Vaksin yang berisi fragmen protein virus corona(yang sudah dimurnikan) tapi tidak mengandung material genetik dari virus. Vaksin ini menggandakan antigen peptida yang disintesis secara kimiawi dari protein SARS-CoV-2, yang dikonjugasikan ke protein pembawa & di absorpsi pada bahan adjuvan yang mengandung aluminium. Contoh vaksin yang dibuat dengan cara ini adalah: EpiVacCorona(Rusia).

 

VAKSIN YANG DIGUNAKAN KEMBALI

Vaksin yang sudah dipakai untuk penyakit lain & bisa melindungi dari covid19. Contoh vaksin: BRACE, yaitu vaksin BCG yang awal peruntukannya untuk TBC, dikembangkan  oleh The Murdoch Children’s Research Institute, Australia

 

Skema gambar-gambar dibawah bisa membantu melihat perbedaan antar vaksin.

 

 VKS1
 VKS2
 VKS4

 

Sumber:

https://www.who.int/blueprint/priority-diseases/key-action/novel-coronavirus-landscape-ncov.pdf

https://www.nytimes.com/interactive/2020/science/coronavirus-vaccine-tracker.html

https://www.bbvaopenmind.com/en/science/research/vaccination-special-from-smallpox-to-covid-19/