![]()
……….attaaaggtt tataccttcc caggtaacaa accaaccaac tttcgatctc ttgtagatct……

Pasti ngirain yang diatas ini salah ketik ya, enggak, itu adalah “POTONGAN URUTAN GEN” dari VIRUS, yang dijuluki 2019 novel coronavirus (2019-nCoV’s) yang mulai mewabah di Wuhan-China & WHO memberi nama SARS-CoV-2.
Pernah nonton film dinosaurus yang akting pak tua pake tongkat?. Ada nyamuk di kepala tongkatnya, rupanya si nyamuk pernah mengigit dinosaurus, jadi ada darah dinosaurus di dalam tubuh nyamuk itu.

Nah di dalam darah nyamuk ini tersimpan “bakal dinosaurus” atau genetic blue print (cetak biru bakal dinosaurus), itu yang disebut DNA berupa rangkaian panjang asam amino, semua makhluk hidup punya cetak biru ini, “yang membentuk kita seperti kita ini”.

Rangkaian DNA di film itu ditunjukkan panjang banget kan, versi pendeknya kayak gambar diatas ini. Yaaa genetic blue print kita tersusun dari rangkaian asam amino dengan kode-kode seperti “tulisan salah cetak diatas”.
Wabah Corona menjadikan ilmuwan dunia bersatu, sehingga terjadilah…..ilmuwan China membagikan urutan rangkaian RNA virus Corona dari “PASIEN-53” di database “Global Initiative on Sharing All Influenza Data/GISAID.org”, sehingga ilmuwan dari 18 negara lain bisa mempelajari dari mana virus SARS-CoV-2 ini berasal, bagaimana bentuknya, bagaimana virus ini bermutasi & bagaimana menghentikannya. Ini tidak terjadi sebelumnya, karena memang para ilmuwan bersaing memunculkan penemuan baru, ini bicara tentang hak paten.
Pada 23 Januari 2020, Shi Zheng-Li, virolog di Wuhan Institute of Virology, memuat penemuan di on bioRxiv bahwa rangkaian SARS-CoV-2 memiliki kemiripan 96,2% dengan virus pada kelelawar & memiliki kemiripan 79,5% dengan virus Corona yang mewabah di China lebih dari 15 tahun yang lalu yang menyebabkan “severe acute respiratory syndrome (SARS)”. Karena adanya perbedaan inilah para ilmuwan masih memikirkan adanya “intermediary host species” dari kelelawar ke manusia.

Maksudnya begini, contoh DHF yang disebabkan virus Dengue, dibawa oleh nyamuk Aedes Aegepty & waktu nyamuk menggigit, dia meletakkan virus di dalam darah, nah ini yang masih tidak jelas pada SARS-CoV-2, apa yang menjadi agent pembawanya, maksudnya siapa yang bertindak seperti “nyamuk pada DHF”. Bedford, spesialis Bioinformatics Universitas Washington & Fred Hutchinson Cancer Research Center mengatakan ‘hanya ada 1 jalan masuk penularan pada manusia” & untuk SARS-CoV-2, kendaraan/vektor itu belum ditemukan.
MIDDLE EAST RESPIRATORY SYNDROME(MERS-CoV)
Pada 2012 virus corona jenis lain ditemukan di Saudi Arabia, menyebabkan penyakit pernafasan akut, dikenal sebagai Middle East respiratory syndrome atau MERS-CoV. Secara bentuk memang sama dengan SARS-CoV-2, tapi rupanya MERS ini mempunyai perbedaan sekitar 1000 nucleotida rantai DNA. Unta teridentifikasi sebagai salah satu inang virus MERS yang menimbulkan wabah di Jazirah Arab.
Gejalanya serupa SARS-CoV-2 yaitu panas badan, batuk & pernafasan pendek. Bisa timbul diare, mual, muntah & nyeri otot, jika berat bisa terjadi komplikasi pneumonia & gagal ginjal. Meskipun secara bentuk virus tampak serupa tapi si MERS ini tidak mudah menular dari 1 orang ke orang lain.
SEVERE ACUTE RESPIRATORY SYNDROME CORONAVIRUS (SARS-CoV)
SARS-CoV disebabkan oleh corona virus jenis yang lain lagi, ditemukan tahun 2002 di Guangdong Province, China, menyebabkan penyakit pernafasan yang sangat menular dari orang ke orang. Gejalanya berupa panas, batuk, sakit kepala, nyeri otot, sering menimbulkan kesulitan bernafas yang progresif. Reservoar/host nya adalah kelelawar, tapi virus masih membutuhkan perubahan genetik dari bentuk asal virus di kelelawar untuk bisa pindah ke manusia yaitu melalui musang, karena virus yang berada di kelelawar ternyata tidak bisa menginfeksi langsung manusia.
Yahhh dari cerita 3 virus ini bisa disimpulkan kalau para ilmuwan sangat dipusingkan soal “BAGAIMANA VIRUS INI BISA MENULARI MANUSIA”, “BAGAIMANA CARA PENULARANNYA” & “APA RESERVOAR’NYA”. Dengan tahu vektor penyebaran, tindakan preventif akan lebih terarah. Tindakan simultan selanjutnya adalah melakukan sequencing genome dari COVID-19 yang merupakan tindakan awal dalam pembuatan vaksin & Indonesia sudah memulainya. (Ada di artikel lain)
Kembali ke cerita DHF, para ahli menemukan ternyata biang kerok yang menjadi reservoar dari virus Dengue itu nyamuk Aedes Aegepty, dibawa kemana-mana tuh virus sama nyamuk, terus waktu nyamuk menggigit manusia, nah diletakkannyalah si virus Dengue di dalam darah. Penting mengetahui “siapa reservoar” virus ini karena selain tahu bagaimana cara menularkannya, juga kita jadi tahu bagaimana mencegah penyakit ini di kemudian hari, ingat 3 M: Menguras, Menutup, Mengubur.
MAU TAU BENTUK CORONAVIRUS?

Coronavirus termasuk famili Coronaviridae, yang memiliki kapsul virions, berdiameter 50 – 140 nm, berbentuk club paku glikoprotein, bentuknya menyerupai mahkota atau coronal, sehingga dinamai “Corona”.
GEJALA-GEJALA SARS-CoV-2
SARS-CoV-2 menyebabkan penyakit dengan gejala-gejala mirip SARS, berat ringannya tergantung masing-masing individu, bisa ringan atau tanpa gejala sampai berat bahkan meninggal. Gejalanya: demam, batuk & pernafasan pendek. WHO meyakini bahwa gejala-gejala SARS-CoV-2 muncul mulai hari kedua sampai 14 hari paska terpapar, ini mengacu pada waktu inkubasi MERS.
PENCEGAHAN & TERAPI
Ditengah ramainya uji klinik vaksin pada masyarakat, pencegahan tetap menjadi cara yang efektif untuk menghindari paparan & rekomendasi WHO yang berikut ini:
- Sering cuci tangan dengan sabun & air, terutama setelah dari kamar mandi, sebelum makan, sesudah batuk, bersin atau korek-korek hidung
- Jika sabun & air tidak tersedia, gunakan pencuci tangan yang mengandung alkohol 60%, tapi jika tangan sangat kotor harus menggunakan air & sabun.
- Hindari menyentuh wajah, mata, hidung & mulut dengan tangan kotor
- Hindari kontak dengan orang sakit
- Gunakan tisu jika batuk atau bersin, buang tisu ke tempat sampah
- Bersihkan & desinfeksi barang-barang yang sering kita gunakan
KENAPA 2019-nCoV BISA FATAL?
Penyakit ini fatal jika mengenai orang tua & pasien-pasien dengan sistem immun buruk, meninggal umumnya karena pneumonia(infeksi paru berat) & sepsis. Melihat cara kerja virus ini persis seperti bajak laut yang langsung menyusup ke sel-sel organ tubuh(terutamanya paru) & setelah sel kita dibajak, virus itu menggunakan mesin sel manusia/host/inang untuk memperbanyak dirinya.
Terbayang para ilmuwan begitu takjub dengan ‘action” virus ini di laboratorium, sementara di dunia nyata kita bagaikan melihat film The Walking Dead yang menularkan virus ke setiap orang.
AKHIRNYA….
Memang, kalau kita cuma lihat gimana cepatnya kemunculan penyakit, kita menjadi skeptis, tapi gara-gara si corona ini justru kita akhirnya bisa menunjukkan pada dunia kalau kita mampu melakukan “sequencing genome covid-19 dari strain covid yang ada di Indonesia yang menjadi dasar pembuatan vaksin di NKRI…..eureka
Sumber:
CDC Centers for Disease Control & Prevention
The Editors of Encyclopaedia BritannicaThis article was most recently revised and updated by Kara Rogers, Senior Editor. LAST UPDATED: Jan 29, 2020
Gambar: Geofanny Sarah Adventia

My family members all the time say that I am wasting my time here at web, except I know I am getting experience daily by reading thes
good articles or reviews.
thank you, i hope the language style is easy to understand for layman