Melepas helm dengan benar atau LUMPUH

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

User Rating: / 5
PoorBest 

helmet1

 

Pagi hari begitu nyampek jalanan, tantangan dimulai, gimana nggak, mobil melaju kencang, sepeda bersliweran di kanan, kiri, depan dan belakang, hiiiiiii. Meningkatnya jumlah kendaraan di jalan, menyebabkan kecelakaan di jalan raya menjadi pemandangan sehari-hari.

Menurut data Kompas.com 12 Januari 2013, angka kecelakaan lalu-lintas di Surabaya tertinggi di Jawa Timur. Pada tahun 2012 jumlah kecelakaan lalu lintas mencapai 1.136 kasus, 311 korban meninggal, 472 luka berat, dan 837 orang luka ringan.

 

Dengan kondisi kayak gini, sering tanpa disadari kita menjadi orang yang berada paling dekat dengan korban kecelakaan di jalan raya, jadi kita wajib menolong & harus tau caranya. Korban yang menggunakan helm kita bantu melepas helmnya dengan cara yang benar. Karena kalau salah, justru bisa mencelakai korban, yaitu menyebabkan cacat seumur hidup, bahkan bisa menyebabkan kematian.

Di negeri yang sudah maju disonooo, awam diajari bagaimana melepas helm dengan benar, karena memang ada caranya supaya tidak membahayakan korban. Di helm juga  dilengkapi tulisan kata-kata peringatan "bahaya jika tidak menguasai cara-cara melepas helm dengan benar".

flexy

 

Mengapa hal ini penting dan kesalahan kecil bisa berakibat fatal?. Coba baca penjelasan lengkap tentang fatalnya kalau terjadi trauma tulang belakang di artikel lain berjudul "Hati-hati menolong korban cedera tulang belakang".

flex


Sekarang lihat gambar disamping,  kelihatan kan dari tulang belakang leher keluar jaras-jaras saraf yang memanjang ke lengan dan kaki dan akan berakibat fatal jika terjadi trauma pada daerah ini. Gejalanya mulai dari kesemutan, tidak bisa bernafas, sampai kelumpuhan anggota gerak/ tangan & kaki.

Jadi, jangan lupa, melepas helm pada pasien trauma terlebih lagi jika ada kecurigaan trauma tulang belakang….apalagi tulang belakang bagian leher harus ekstra hati-hati, jangan terburu-buru dan pikirkan akibatnya.

 

Cara melepas helm dapat diikuti langkah-langkah berikut ini ya.

Simulasi cara melepaskan helm pada korban kecelakaan. (Simulasi dapat dibuka menggunakan browser Puffin dll)

1.     Penolong pertama mempertahankan "in-line immobilisation leher" dengan mempertahankan helm, kepala dan leher menjadi satu kesatuan. Kedua ibu jari memegang helm pada sisi kanan dan kiri, sedangkan jari-jari lainnya memegang kedua sudut dagu.

2.      Penolong kedua melepas tali pengikat helm, jika perlu dapat dipotong untuk mempercepat upaya pertolongan.

3.      Penolong kedua mengambil alih fungsi penolong pertama untuk mempertahankan leher dalam "in-line immobilisation", caranya dengan menyangga dagu dengan jari-jari tangan kanan, ibu jari disudut kanan sedangkan jari-jari lainnya pada sudut kiri dagu. Tangan kiri mempertahankan kepala dengan menyangga kuat daerah belakang kepala diatas leher(daerah Occipital). Dengan cara ini diupayakan kepala dan terutama leher tidak bergerak waktu helm dilepas.

4.      Penolong pertama sekarang leluasa melepas helm setelah penolong kedua mengambil alih fungsinya. Harus diingat kalau helm berbentuk seperti telur, sehingga cara yang aman untuk melepas helm adalah dengan melepaskannya ke arah samping sehingga daun telinga terbebas dan tidak tersangkut.

5.      Setelah helm terlepas, penolong pertama diatas kepala korban menggantikan peran penolong kedua, menerima kepala penderita dan mempertahankan posisinya dengan menggenggam kepala mencengkeram kedua telinga korban. Posisi ini dipertahankan sampai "spine board" dan "collar brace" dipasang. 

 

 

Sumber: American College of Surgeons, Committee on Trauma, April 1977, Kompas.com : 12 Jan' 2013

Sumber Gambar: Internet

Flash: Koleksi pribadi

Add comment

ditunggu comment nya...