"Tarak" dalam budaya kita ternyata maksudnya berpantang soal makanan & katanya berasal dari budaya "tirakat"?. Setahu gue tirakat itu usaha untuk menahan diri dari hal-hal yang buruk & melatih diri untuk tidak hanya mengenyangkan diri dengan hal-hal duniawi aja, ciecie,  maksudnya supaya kita punya tenggang rasa terhadap orang-orang yang tidak seberuntung kita. Bener gak nih, jadi, bagus dong kalau begini. 

 

 PANTANG1
 PANTANG2
 PANTANG3

Tapi kalau tarak(berpantang) dilakukan paska operasi, kebangetan deh, karena akibatnya buruk dalam proses penyembuhan luka & pemulihan fisik. Akibat terburuk bisa menyebabkan luka operasi infeksi & luka operasi memburuk.

Orang sakit butuh gizi lebih untuk sembuh dibanding kita yang sehat. Contohnya, seseorang yang mengalami patah tulang & dipasang "plat". Supaya tulangnya cepat nyambung & "plat" cepat dilepas, dia perlu asupan gizi lebih, terutama makanan yang mengandung kalsium tinggi seperti susu & ikan karena komposisi tulang terutama terdiri dari kalsium kan.

 

Tapi kenyataannya 1000 % pasien yang gue temui selalu & selalu tarak paska operasi, haduh, padahal sampe monyong deh nasehatin. Nih ya, harus diketahui, salah satu penyebab kegagalan operasi selain faktor dokter yang "error", faktor penyakit yang memang berat, juga karena faktor pasiennya sendiri. Setelah gue perhatiin ada kebiasaan berpantang makanan dengan alasan yang hampir sama di budaya kita. Dan budaya ini tidak mengenal tingkat pendidikan, orang kaya atau tidak mampu, di kota, di desa sami mawon. Juga tidak mengenal usia (karena anak-anak & kaum muda menerima doktrin dari yang lebih tua). Nahhh kalau ini soal budaya, gimana caranya rantai ini bisa diputus?, harus berapa generasi lagi, wadoh.

"Jangan minum banyak-banyak habis operasi, nanti lukanya basah terus". Wah masak badan ini kayak selang bocor?. "Jangan makan telor nanti gatel". "Jangan makan teri nanti lukanya amis & lama keringnya". "Jangan makan ayam, nanti lukanya belang". Pokoke penderita hanya boleh minum air putih(sedikit), nasi putih, kerupuk putih oleh keluarga. 

Pernah datang pasien wanita paska melahirkan seminggu. Tubuhnya bengkak mulai dari wajah sampai ke kedua kakinya. Dia datang karena ambeien parah yang sudah njebrot diluar anus & memaksa operasi segera karena sangat kesakitan. Gue udah menduga & bertanya & benar, untuk ibu hamil & paska melahirkan ternyata "keharusan berpantang", benar-benar mengerikan & sampai sekarang soal ini masih banyak terjadi di masyarakat. Kadar proteinnya cuma 1,2 gr/dl (orang normal ± 4 gr/dl), yang menyebabkan kakinya bengkak, air juga memenuhi paru-parunya sehingga mbak ini sangat sesak. Pembengkakan terjadi karena kurang protein. Akibatnya si mbak tidak bisa segera operasi, harus di optimalkan dulu kondisinya supaya operasi berlangsung aman, la wong paru-parunya penuh cairan sampai sesak begitu, padahal si mbak sudah sangat kesakitan, jadi serba salah kan kita2 dokter ini?. Kalau operasi dipaksakan segera jelas sangat berisiko & penyembuhan luka operasi pada pasien yang kekurangan gizi/protein juga buruk.  

Kalau sampeyan gemuk bolehlah "tarak", kalau tidak ya kebangetannnn!!!!. Penderita gangguan asam urat harus membatasi kacang-kacangan, melinjo, jeroan. Penderita diabetes mellitus harus menghitung jumlah kalori yang masuk. Penderita hipertensi mengurangi makanan bergaram. Penderita hiper-kolesterol harus membuang semua lemak jahat dari meja makannya. Penderita gagal ginjal harus hati-hati mengkonsumsi makanan dengan kadar protein tinggi.

Jadi karena seseorang itu memang sudah menderita suatu penyakit, baru dia diharuskan menghindari suatu makanan tertentu, ini karena tubuhnya tidak mampu mencerna makanan tsb & "bukannya makanan itu yang menyebabkan sakit". Selalu didasari oleh penyakit yang memang sudah ada & bukan sebaliknya. Kasihan loo bangsa ini, salah kaprah ini jadi salah satu penyebab bangsa kita imut-imut...wekkk.

 

Masih ingat di satu episode "Oprah Winfrey" dengan bintang tamu Dr.Oz. ada pasien nenek-nenek dengan penyakit penyempitan & trombus(sumbatan) pembuluh darah jantung. Dr.Oz tidak mau langsung mengoperasi nenek ini, dia menelusuri kebiasaan & pola makannya. Ternyata si nenek perokok berat & peminum. Dr.Oz datang ke rumahnya & membongkar isi lemari es & ketahuan deh pola makan si nenek. Semua jenis makanan yang notabene lemak jahat langsung dibuang & dr. OZ malah mengajari cara memasak makanan yang tepat supaya kandungan gizi dalam makanan tidak rusak karena proses memasak yang salah. Dr.Oz mengharuskan perubahan total dari pola makan, menyetop kebiasaan merokok & minum & harus olah raga. Setelah 3 bulan dipantau, barulah dia mau mengoperasi si nenek.

Kenapa Dr.Oz begitu?.

Kalau pasien belum bisa mengubah pola makan padahal kebiasaannya ini menjadi salah satu penyebab sumbatan pembuluh darah, terbayang kan kalau penyakitnya bisa kambuh lagi paska operasi. Nggak enaknya kalau pasien nggak ngerti soal ini & menganggap dokter gak ciamik karena  kok penyakitnya kambuh, wah bangkrut deh dokter dituntut bolak-balik. Jadi jelas dong pasien harus mengambil tanggung jawab yang menjadi bagiannya untuk keberhasilan suatu tindakan medis. So ini jadi tanggung jawab bersama untuk mencapai kesembuhan, jangan buru-buru teriak malpraktek dong hehe....Salam

 

Gambar: Geofanny Sarah Adventia