{"id":1341,"date":"2022-10-08T07:25:06","date_gmt":"2022-10-08T07:25:06","guid":{"rendered":"http:\/\/neo.trensehat.com\/?p=1341"},"modified":"2022-12-06T11:14:59","modified_gmt":"2022-12-06T11:14:59","slug":"setelah-300-juta-nyawa-melayang-akhirnya-si-bintik-pergi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/trensehat.com\/?p=1341","title":{"rendered":"Setelah 300 Juta Nyawa Melayang, Akhirnya si Bintik Pergi"},"content":{"rendered":"<div class=\"pvc_clear\"><\/div><p id=\"pvc_stats_1341\" class=\"pvc_stats all  \" data-element-id=\"1341\" style=\"\"><i class=\"pvc-stats-icon medium\" aria-hidden=\"true\"><svg aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\" data-prefix=\"far\" data-icon=\"chart-bar\" role=\"img\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" viewBox=\"0 0 512 512\" class=\"svg-inline--fa fa-chart-bar fa-w-16 fa-2x\"><path fill=\"currentColor\" d=\"M396.8 352h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V108.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v230.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zm-192 0h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V140.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v198.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zm96 0h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V204.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v134.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zM496 400H48V80c0-8.84-7.16-16-16-16H16C7.16 64 0 71.16 0 80v336c0 17.67 14.33 32 32 32h464c8.84 0 16-7.16 16-16v-16c0-8.84-7.16-16-16-16zm-387.2-48h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8v-70.4c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v70.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8z\" class=\"\"><\/path><\/svg><\/i> <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"16\" height=\"16\" alt=\"Loading\" src=\"https:\/\/trensehat.com\/wp-content\/plugins\/page-views-count\/ajax-loader-2x.gif\" border=0 \/><\/p><div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>JUMLAH KORBAN<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tercatat sebanyak 300 juta korban meninggal akibat <strong>Smallpox (cacar)<\/strong> sebelum akhirnya dapat dimusnahkan pada tahun 1977.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>PENYEBAB<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Smallpox disebabkan oleh <strong>Virus Variola<\/strong> yang termasuk <strong>Genus&nbsp;<em>Orthopox-Virus<\/em><\/strong>. Terdapat 2 spesies variola yaitu <em>Variola major<\/em>&nbsp;&amp;&nbsp;<em>Variola minor<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kata&nbsp;<em><strong>Variola<\/strong><\/em>&nbsp;untuk cacar diperkenalkan oleh <strong>Uskup Marius<\/strong> dari Avenches (Swiss) tahun 570 Masehi. Kata ini berasal dari kata Latin <em><strong>Varius<\/strong><\/em>, yang berarti <strong>\u201cbernoda<\/strong>,\u201d atau dari&nbsp;<em><strong>Varus<\/strong><\/em>&nbsp;, yang berarti <strong>\u201ctanda pada kulit.&#8221;<\/strong>&nbsp;Istilah&nbsp;<em><strong>small pocke<\/strong>s<\/em>&nbsp;(<em>pocke<\/em>&nbsp;yang berarti kantung) pertama kali digunakan di Inggris pada akhir abad ke-15 yang kemudian dikenal sebagai <strong>great pockes<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>SEJARAH PENEMUAN VIRUS VARIOLA<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perbincangan tentang penyebab penyakit cacar sering berujung pada berbagai legenda &amp; mitos, hehe manusia memang akrab dengan mitos, karena sequele yang diakibatkannya memang mengerikan.&nbsp; Deskripsi penyakit ini tidak ada dalam sumber tertulis peradaban kuno, seperti Alkitab &amp; Talmud. Saat ini, sebagian besar peneliti menganggap deskripsi cacar di <strong><em>Charaka Samhita<\/em>&nbsp;&amp;&nbsp;<em>Sushruta Samhita<\/em><\/strong>, yang merupakan risalah India kuno, sebagai deskripsi pertama yang dapat diandalkan. Teks-teks medis ini telah disusun pada abad ke-1 hingga ke-4 Masehi. Beberapa sumber menyebutkan teks-teks medis ini berasal dari abad ke-6 atau bahkan ke-15 SM; tapi kelihatannya cacar sudah ada di India sebelum Kristus.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-media-text alignwide is-stacked-on-mobile\" style=\"grid-template-columns:32% auto\"><figure class=\"wp-block-media-text__media\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"564\" height=\"710\" src=\"https:\/\/trensehat.com\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/SMALL6.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-1344 size-full\" srcset=\"https:\/\/trensehat.com\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/SMALL6.jpg 564w, https:\/\/trensehat.com\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/SMALL6-238x300.jpg 238w\" sizes=\"auto, (max-width: 564px) 100vw, 564px\" \/><\/figure><div class=\"wp-block-media-text__content\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Deskripsi cacar pertama yang dapat diandalkan di Cina berasal dari abad ke-4 M, meskipun ada banyak bukti bahwa cacar diimpor ke Cina pada abad ke-3 SM. Bukti yang paling sering dirujuk tentang dugaan penyebaran cacar di Mesir kuno dikaitkan dengan mumi Ramses V, yang meninggal pada 1157 SM yang menunjukkan tanda-tanda lesi di hidung yang mungkin disebabkan oleh cacar. WHO mencatat ditemukannya mummi di Mesir berusia 3000 tahun yang menderita keropeng cacar.<\/p>\n<\/div><\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>PENYEBARAN PENYAKIT<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Asal mula cacar diperkirakan berasal dari <strong>Afrika <\/strong>kemudian menyebar ke <strong>India<\/strong> melalui pedagang Mesir kuno. Bukti paling awal dari lesi kulit yang menyerupai cacar ditemukan pada wajah mumi dari masa Dinasti Mesir ke-18 &amp; ke-20 (1570\u20131085 SM ) pada mumi kepala <strong>Firaun Mesir Ramses V<\/strong> (meninggal 1156 SM ). Pada saat yang sama, cacar telah dilaporkan dalam budaya <strong>Asia kuno<\/strong>, cacar dijelaskan pada awal 1122 SM di <strong>Cina<\/strong> &amp; disebutkan dalam teks-teks Sansekerta kuno di <strong>India.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Cacar menyebar ke <strong>Eropa<\/strong> antara abad ke 5 -7 yang sangat mempengaruhi peradaban Barat, turunnya Kekaisaran Romawi bertepatan dengan epidemi skala besar: <strong>Wabah Antonine<\/strong>, yang menyebabkan kematian hampir 7 juta orang.\u00a0<strong>Ekspansi Arab, Perang Salib &amp; penemuan Hindia Barat<\/strong> berkontribusi pada penyebaran penyakit ini.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penjajah <strong>Spanyol &amp; Portugis<\/strong> membawa cacar ke benua <strong>Amerika<\/strong> &amp;&nbsp; menghancurkan populasi penduduk lokal, berperan penting pada jatuhnya kerajaan Aztec &amp; Inca. Di pantai timur <strong>Amerika Utara, Tengah, Selatan &amp; Karibia<\/strong>, penyakit ini diperkenalkan oleh <strong>pemukim Eropa<\/strong> &amp; menyebabkan penurunan populasi penduduk asli.&nbsp;Faktor lain yang berkontribusi terhadap cacar di Amerika adalah perdagangan budak karena banyak budak berasal dari daerah di Afrika di mana cacar adalah endemik. Penjelajah dari <strong>Inggris<\/strong> membawa cacar ke <strong>Australia<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Cacar menyerang semua lapisan masyarakat.&nbsp;Diabad ke-18 di Eropa, 400.000 orang meninggal setiap tahunnya &amp; sepertiga dari yang selamat menjadi buta.&nbsp;Gejala cacar, atau yang disebut juga <strong>&#8220;monster berbintik&#8221;<\/strong> muncul tiba-tiba dengan sequele(bekas luka) yang mengerikan. Tingkat fatalitas bervariasi dari 20%-60% &amp; korban yang selamat mengalami sequele yang merusak.&nbsp;Angka fatalitas kasus pada bayi lebih tinggi, hampir 80%.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>PERTAMA VAKSIN DITEMUKAN?<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menorehkan keropeng cacar menggunakan cowpox(cacar sapi) sudah dipraktekkan di China pada abad 17. <strong>Edward Jenner<\/strong> dianggap sebagai penemu vaksin di Barat pada tahun 1796 setelah dia melakukan inokulasi keropeng cacar pada seorang anak berusia 13 tahun menggunakan virus vaccinia(cowpox) sehingga memiliki immunitas terhadap smallpox. Tahun 1798, vaksin cacar pertama dikembangkan. Selama abad ke 18 &amp; 19 program vaksinasi ke seluruh dunia digencarkan &amp; mencapai puncaknya pada tahun 1979.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-media-text alignwide is-stacked-on-mobile\" style=\"grid-template-columns:25% auto\"><figure class=\"wp-block-media-text__media\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"309\" height=\"654\" src=\"https:\/\/trensehat.com\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/SMALL1.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-2170 size-full\" srcset=\"https:\/\/trensehat.com\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/SMALL1.jpg 309w, https:\/\/trensehat.com\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/SMALL1-142x300.jpg 142w\" sizes=\"auto, (max-width: 309px) 100vw, 309px\" \/><\/figure><div class=\"wp-block-media-text__content\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Edward Jenner<\/strong>&nbsp;<em>dikenal <\/em>atas kontribusi inovatifnya terhadap imunisasi &amp; pemberantasan cacar &amp; secara luas dianggap sebagai peletak dasar immunologi, terlepas dari kenyataan bahwa dia bukanlah orang pertama yang menyatakan bahwa infeksi cacar sapi memberikan kekebalan spesifik terhadap cacar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Dalam sains, penghargaan diberikan kepada orang yang meyakinkan dunia, bukan orang yang pertama kali mendapatkan ide &#8211; <strong>Francis&nbsp;Galton.<\/strong><\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n<\/div><\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>BISA DIBERANTAS BERAPA LAMA?<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah vaksin ditemukan &amp; vaksinasi cacar menjadi program WHO dalam rangka eradikasi penyakit cacar di seluruh dunia, masih dibutuhkan lebih dari 200 tahun untuk akhirnya penyakit cacar bisa hilang, kasus cacar terakhir tercatat di Somalia yang menimpa seorang pemuda.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>SURVIVOR TERAKHIR<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">WHO mencatat <strong>Ali Maow Maalin<\/strong> sebagai penderita terakhir di Somalia, Afrika &amp; akhirnya Ali membantu eradikasi penyakit cacar di negaranya. Ali bekerja <em>door-to-door<\/em> mengkampanyekan pentingnya vaksin, bersama-sama tim medis ditengah suasana yang tidak mudah karena perang saudara yang terjadi di Somalia.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-media-text alignwide is-stacked-on-mobile\" style=\"grid-template-columns:32% auto\"><figure class=\"wp-block-media-text__media\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"554\" height=\"816\" src=\"https:\/\/trensehat.com\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/SMALL5.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-2171 size-full\" srcset=\"https:\/\/trensehat.com\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/SMALL5.jpg 554w, https:\/\/trensehat.com\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/SMALL5-204x300.jpg 204w\" sizes=\"auto, (max-width: 554px) 100vw, 554px\" \/><\/figure><div class=\"wp-block-media-text__content\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah sembuh dari cacar&nbsp; Ali mendedikasikan dirinya, melakukan advokasi untuk vaksinasi polio &amp; pada tahun 2004 mulai bekerja sebagai vaksinator polio di negaranya. Ali bertekad supaya negaranya tidak lagi menjadi tempat terakhir polio bisa dieradikasi seperti yang dia ucapkan: <strong><em>\u201cSomalia was the last country with smallpox. I wanted to help ensure that we would not be the last place with polio too\u201d\u2026..<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>\u2026\u2026.&amp; ucapannya terbukti.<\/em><\/p>\n<\/div><\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Finally\u2026.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah ribuan tahun penyakit cacar &#8220;tinggal&#8221; di tengah-tengah masyarakat, akhirnya Virus Variola bisa teridentifikasi sebagai penyebab penyakit cacar&#8230;&#8230; setelah ribuan tahun\u2026. sejak kasus pertama tercatat dalam sejarah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dan baru pada tahun 1796 vaksin ditemukan, eradikasi cacar menjadi gerakan dunia yang diprakarsai WHO sejak abad 18 &amp; 19 artinya <strong>vaksin baru ada ribuan tahun sejak penyebab cacar diketahui<\/strong>. Dan masih memerlukan 200 tahun lagi sejak vaksin ditemukan\u2026..akhirnya cacar dapat dieradikasi di seluruh dunia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u2026\u2026.&amp; cacar menjadi penyakit pertama yang mampu dieradikasi di <strong>\u201crumah kita ini\u201d,<\/strong> &nbsp;sementara masih ratusan penyakit lain yang siap memangsa manusia\u2026..hmm<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Sumber:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\nhttps:\/\/www.cdc.gov\/smallpox\/history\/history.html\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\nhttps:\/\/www.ncbi.nlm.nih.gov\/pmc\/articles\/PMC1200696\/\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\nhttps:\/\/www.nationalgeographic.com\/science\/article\/smallpox\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\nhttps:\/\/www.gavi.org\/vaccineswork\/how-covid-19-world-can-learn-last-person-get-smallpox?gclid=Cj0KCQjw54iXBhCXARIsADWpsG-laPBAzlkeYqoP4sBvKyFG2fGcmEa-OTWuNumyrsvserWt65dE2EkaAstREALw_wcB\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\nhttps:\/\/journals.asm.org\/doi\/10.1128\/mBio.00812-20\n<\/div><\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n<p id=\"pvc_stats_1341\" class=\"pvc_stats all  \" data-element-id=\"1341\" style=\"\"><i class=\"pvc-stats-icon medium\" aria-hidden=\"true\"><svg aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\" data-prefix=\"far\" data-icon=\"chart-bar\" role=\"img\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" viewBox=\"0 0 512 512\" class=\"svg-inline--fa fa-chart-bar fa-w-16 fa-2x\"><path fill=\"currentColor\" d=\"M396.8 352h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V108.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v230.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zm-192 0h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V140.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v198.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zm96 0h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V204.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v134.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zM496 400H48V80c0-8.84-7.16-16-16-16H16C7.16 64 0 71.16 0 80v336c0 17.67 14.33 32 32 32h464c8.84 0 16-7.16 16-16v-16c0-8.84-7.16-16-16-16zm-387.2-48h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8v-70.4c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v70.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8z\" class=\"\"><\/path><\/svg><\/i> <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"16\" height=\"16\" alt=\"Loading\" src=\"https:\/\/trensehat.com\/wp-content\/plugins\/page-views-count\/ajax-loader-2x.gif\" border=0 \/><\/p>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n<p>JUMLAH KORBAN Tercatat sebanyak 300 juta korban meninggal akibat Smallpox (cacar) sebelum akhirnya dapat dimusnahkan pada tahun 1977. PENYEBAB Smallpox disebabkan oleh Virus Variola yang termasuk Genus&nbsp;Orthopox-Virus. Terdapat 2 spesies variola yaitu Variola major&nbsp;&amp;&nbsp;Variola minor. Kata&nbsp;Variola&nbsp;untuk cacar diperkenalkan oleh Uskup Marius dari Avenches (Swiss) tahun 570 Masehi. Kata ini berasal dari kata Latin Varius, yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1344,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[10],"tags":[7],"class_list":["post-1341","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kisahyangmengubahdunia","tag-penyakit-cacar"],"a3_pvc":{"activated":true,"total_views":11,"today_views":0},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/trensehat.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1341","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/trensehat.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/trensehat.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/trensehat.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/trensehat.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1341"}],"version-history":[{"count":13,"href":"https:\/\/trensehat.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1341\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2210,"href":"https:\/\/trensehat.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1341\/revisions\/2210"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/trensehat.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1344"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/trensehat.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1341"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/trensehat.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1341"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/trensehat.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1341"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}