{"id":1751,"date":"2022-11-12T08:55:55","date_gmt":"2022-11-12T08:55:55","guid":{"rendered":"http:\/\/neo.trensehat.com\/?p=1751"},"modified":"2026-08-22T10:54:41","modified_gmt":"2026-08-22T10:54:41","slug":"lambung-bocor-jamu-jamuan-plus","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/trensehat.com\/?p=1751","title":{"rendered":"LAMBUNG BOCOR &amp; \u201cJAMU-JAMUAN PLUS\u201d: TERNYATA MASIH EKSIS! \u2014 DATA BPOM 2026"},"content":{"rendered":"<div class=\"pvc_clear\"><\/div><p id=\"pvc_stats_1751\" class=\"pvc_stats all  \" data-element-id=\"1751\" style=\"\"><i class=\"pvc-stats-icon medium\" aria-hidden=\"true\"><svg aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\" data-prefix=\"far\" data-icon=\"chart-bar\" role=\"img\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" viewBox=\"0 0 512 512\" class=\"svg-inline--fa fa-chart-bar fa-w-16 fa-2x\"><path fill=\"currentColor\" d=\"M396.8 352h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V108.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v230.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zm-192 0h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V140.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v198.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zm96 0h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V204.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v134.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zM496 400H48V80c0-8.84-7.16-16-16-16H16C7.16 64 0 71.16 0 80v336c0 17.67 14.33 32 32 32h464c8.84 0 16-7.16 16-16v-16c0-8.84-7.16-16-16-16zm-387.2-48h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8v-70.4c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v70.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8z\" class=\"\"><\/path><\/svg><\/i> <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"16\" height=\"16\" alt=\"Loading\" src=\"https:\/\/trensehat.com\/wp-content\/plugins\/page-views-count\/ajax-loader-2x.gif\" border=0 \/><\/p><div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\ud83d\udcc2 Kategori Masalah Kesehatan &amp; Hak Pasien<br>\ud83c\udff7\ufe0f Tag perforasi lambung \u2022 tukak lambung \u2022 ulkus peptikum \u2022 jamu \u2022 jamu campur obat \u2022 obat antiinflamasi \u2022 NSAID \u2022 nyeri lambung \u2022 kegawatdaruratan bedah \u2022 keselamatan pasien<br>\ud83d\udcc5 Ditulis pertama kali 2 Agustus 2007<br>\ud83d\udd04 Direvisi terakhir 22 Agustus 2026<br>\ud83d\udcda Referensi utama Kompas Cybermedia Sept\u20192007, eMedicine\u20192007, Pikiran Rakyat Okt\u20192007, TayanganTV, Pengalaman klinis, Gambar Geofanny Sarah Adventia<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Duhhh pinggang pegel banget, badan sakit semua, dengkul mau copot\u2026\u2026minum jamu ahh biar bisa cepet kerja\u2026<br>Pasien sering mengeluh seperti ini dan sebabnya karena mahalnya biaya berobat, jadi di era BPJS sekarang ini bingung juga kok kasusnya tetep banyak?.<br>Akibatnya konsumsi \u201cJAMU-JAMUAN PLUS\u201d untuk mengatasi pegel-linu menjadi pilihan dibanding harus berobat. Padahal kasus lambung bocor akibat konsumsi \u201cjamu-jamuan plus\u201d cukup tinggi. Di RS. Hasan Sadikin Bandung, jumlah kasus lambung bocor pada tahun 2005 tercatat 26 kasus, pada tahun 2006 sebanyak 38 kasus, sedangkan tahun 2007 tercatat 53 kasus. Di RS. Immanuel Bandung pada tahun 2006 tercatat 10 kasus. Dan meningkat tajam dari Januari sampai Juli 2007 menjadi 40 kasus. Di kedua rumah sakit ini mereka menemukan konsumsi jamu-jamuan plus pada kasus-kasus lambung bocor tadi. Di US mortalitas\/kematian sebanyak 45 kasus per tahun dari kasus lambung erosi sebanyak 45 juta kasus pertahun.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">PENGALAMAN<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">PENGALAMAN Di RSK. Mojowarno tempat saya bekerja, di bulan September s\/d Oktober 2007 ada 11 kasus lambung bocor, 1 orang dirujuk ke RS.Dr.Soetomo, langsung di operasi tapi meninggal 4 hari kemudian. Ke sebelas kasus tsb datang dalam kondisi terlambat, sudah terjadi infeksi menyeluruh. Waktu anamnesa ketahuan kalau pasien punya riwayat minum jamu-jamuan plus yang biasa mereka sebut JAMU SETELAN. Mereka minum \u201cJAMU-JAMU\u2019AN PLUS\u201d ini untuk mengobati sakit pinggang dan rematik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dari kesepuluh kasus yang semuanya dioperasi: 3 orang meninggal. Satu orang dengan kondisi tidak layak operasi (tapi keluarga menghendaki operasi), sebelum operasi tingkat oksigen darah(saturasi) hanya 80% dan selama operasi sempat gagal nafas dan gagal jantung dan meninggal malam setelah operasi. Satu pasien meninggal karena paska operasi paru-paru tidak mengembang dan tingkat oksigen darah hanya 65%. Yang ketiga terjadi kebocoran lambung kembali yang diperberat oleh kencing manis, dikerjakan operasi kembali tapi tidak tertolong. (nb: tingkat oksigen darah\/saturasi oksigen: artinya kemampuan darah mengikat O2 yang seharusnya 100).<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">APA GEJALA YANG MENYOLOK DARI LAMBUNG BOCOR?<\/h2>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-group\"><div class=\"wp-block-group__inner-container is-layout-constrained wp-block-group-is-layout-constrained\">\n<div class=\"wp-block-media-text alignwide is-stacked-on-mobile\" style=\"grid-template-columns:48% auto\"><figure class=\"wp-block-media-text__media\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"753\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/trensehat.com\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/WhatsApp-Image-2026-08-22-at-17.15.23-753x1024.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-2930 size-full\" srcset=\"https:\/\/trensehat.com\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/WhatsApp-Image-2026-08-22-at-17.15.23-753x1024.jpeg 753w, https:\/\/trensehat.com\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/WhatsApp-Image-2026-08-22-at-17.15.23-221x300.jpeg 221w, https:\/\/trensehat.com\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/WhatsApp-Image-2026-08-22-at-17.15.23-768x1045.jpeg 768w, https:\/\/trensehat.com\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/WhatsApp-Image-2026-08-22-at-17.15.23-1129x1536.jpeg 1129w, https:\/\/trensehat.com\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/WhatsApp-Image-2026-08-22-at-17.15.23.jpeg 1176w\" sizes=\"auto, (max-width: 753px) 100vw, 753px\" \/><\/figure><div class=\"wp-block-media-text__content\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Gejala awal lambung erosi adalah nyeri di ulu hati. Awalnya memang sudah lama penderita mengeluh\u00a0<strong>\u201csakit maag\u201d<\/strong>. Kalau\u00a0sudah terjadi kebocoran lambung gejalanya adalah \u201c<strong>nyeri ulu hati yang hebat seperti rasa terbakar\u201d<\/strong>. Memang kesepuluh pasien tadi mengatakan kalau <strong>nyeri lambungnya lebih hebat dari biasanya<\/strong>. Dan pada kasus lambung bocor pada umumnya pasien sudah sering mengalami nyeri lambung berulang.<\/p>\n<\/div><\/div>\n<\/div><\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena nyerinya yang hebat pasien bisa jatuh dalam kondisi syok. Nyeri ulu hati lama-kelamaan menyebar ke seluruh perut. Sesak terjadi karena asam lambung mengiritasi sekat rongga dada. Pasien tampak gelisah, kesakitan dan lebih nyaman dalam posisi duduk untuk mengurangi nyerinya dan supaya lebih enak bernafas. Akhirnya timbul panas badan dan muntah berisi darah kecoklatan pada kondisi penyakit yang sudah lanjut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>TENTANG JAMU<\/strong><br>Jamu-jamuan memang melekat di hati, dan ini terbaca oleh orang-orang yang mencari kesempatan, jadi mereka menambahkan obat-obatan tertentu untuk membuat dagangan jamunya laku. Obat-obatan itu diantaranya piroksikam, parasetamol, prednisone, deksametason, fenilbutazon, metampyron.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Obat-obat ini biasanya dicampurkan dalam jamu, laaa pegel linu memang langsung hilang, cespleng pokok\u2019nya, tapi cepat atau lambat, dalam waktu 4-6 bulan saja obat-obatan itu dapat menyebabkan lambung jebol. Jamu-jamuan plus ini bisa menyebabkan kebocoran lambung dengan cara mengiritasi dinding lambung. Lama kelamaan membentuk luka yang bergaung. Adanya infeksi bakteri memperparah kondisi ini sampai terjadi lambung bocor.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mudah sebenarnya membedakan apakah produk jamu dicampur obat-obatan atau tidak. Hanya obat-obatan yang karena \u201ckandungan di dalamnya\u201d(ekstrak zat aktif tanpa raw material) memungkinkan kerja cepat sehingga efeknya cepat terasa, tidak demikian halnya dengan jamu-jamuan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Jadi jika anda mendapati jamu yang \u201ccespleng banget\u201d, lebih baik anda mulai \u201cberhati-hati\u201d, dan bukannya malah \u201chappy\u201d!!, inget-inget ya, ini keywords nya.<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>PERILAKU MASYARAKAT<\/strong><br>Sudah banyak tayangan tentang jamu-jamuan plus di TV, koran, supaya hati-hati mengkonsumsi \u201cjamu-jamuanplus\u201d tapi nyatanya untuk 10 kasus diatas, mereka tetap mengkonsumsinya. Padahal 2 pasien diantaranya dengan ekonomi mampu, dan parahnya malah ada yang dipijat juga.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>KENAPA OPERASI HASILNYA BISA TIDAK MAKSIMAL?<\/strong><br>Penyebab utama karena pasien datang sudah dalam KONDISI TERLAMBAT, selain soal statistik terjadi di USIA LANJUT. Hasil operasi penderita usia muda bagaimanapun lebih baik daripada penderita tua. Lambung bocor dan dinding lambung yang \u201cFRAGILE \u201c, menjadi lebih sulit dijahit. Saya sering mengumpamakannya dengan \u201cmenjahit baju yang sudah usang\u201d, apalagi jika KADAR PROTEIN RENDAH dan INFEKSI SUDAH MENYEBAR.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena pasien datang terlambat, iritasi sekat rongga dada sudah menyebabkan kesulitan bernafas (sekat rongga dada terletak tepat diatas lambung). Kesepuluh kasus datang dengan saturasi oksigen 85, artinya kemampuan bernafas penderita sudah berkurang. Hal ini menjadi penyulit penyembuhan paska operasi. Pemakaian respirator(alat bantu nafas) kadang diperlukan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Terakhir yang menyebabkan hasil operasi tidak maksimal, ya karena memang PROGNOSE (prediksi kesembuhan) kasus ini menjadi baik jika dikerjakan dalam jam-jam pertama lambung bocor. Jika terlambat datang akhirnya akan lebih dari 1 organ tubuh yang terkena infeksi, tidak hanya lambung saja, ini yang menyebabkan prognose buruk.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"806\" src=\"https:\/\/trensehat.com\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/WhatsApp-Image-2026-08-22-at-17.51.08-1024x806.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-2935\" srcset=\"https:\/\/trensehat.com\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/WhatsApp-Image-2026-08-22-at-17.51.08-1024x806.jpeg 1024w, https:\/\/trensehat.com\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/WhatsApp-Image-2026-08-22-at-17.51.08-300x236.jpeg 300w, https:\/\/trensehat.com\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/WhatsApp-Image-2026-08-22-at-17.51.08-768x604.jpeg 768w, https:\/\/trensehat.com\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/WhatsApp-Image-2026-08-22-at-17.51.08.jpeg 1219w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>JADI APA YANG BISA KITA PERBUAT?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pertama, perhatikan apa yang kita makan, buatan rumah lebih sehat, terjamin gizinya, dan bersih. Ada banyak budaya terkait makanan yang keliru, biasakan mengkonsumsi makanan bergizi (tempe, tahu, ikan, susu, telur, ayam dsb). Makanan bergizi menghindari tulang keropos, dan gizi yang baik membuat daya tahan tubuh tinggi, sehingga jika harus menjalani operasipun hasilnya maksimal.<br>Kedua, kalau kita sudah terlanjur tergantung jamu, teliti baik-baik jamu yang dikonsumsi, atau buat sendiri di rumah. Perhatikan produk dan tanggal kadaluwarsa.<br>Ketiga, jika anda pengkonsumsi jamu-jamuan plus, kemudian terserang sakit ulu hati yang tidak seperti biasanya, nyeri sangat hebat sampai pingsan, usahakan datang langsung ke rumah sakit dengan fasilitas bedah lengkap. Jika harus melalui beberapa proses rujukan akan menghabiskan waktu karena sering tidak terdeteksi. Lambung bocor jika harus operasi hasilnya akan baik jika dikerjakan dalam jam-jam pertama, jangan dipijat, justru memperberat kondisi.<br>Keempat, jangan membiasakan diri tergantung obat-obatan, apalagi tanpa pengawasan dokter. Jangan mengkopi resep dokter karena dosis yang diberikan dokter sudah cukup.<br>Kelima, konsultasikan masalah kesehatan anda pada petugas kesehatan, banyaklah membaca. Percayalah, berobat ke puskesmas, dokter biayanya akan lebih murah jika anda akhirnya jatuh dalam tindakan operasi, putuskan dengan benar.<br>Keenam, jika anda pernah menderita lambung bocor atau anda adalah keluarga penderita, kita bisa membantu memberitahu orang-orang disekitar kita, tetangga dst tentang bahayanya jamu-jamuan plus. Sehingga dari gethuk tular ini akan banyak jiwa tertolong. Lagipula pengalaman pribadi jauh lebih bermakna dari hanya kata-kata\u2026\u2026apalagi katanya dokter lagi\u2026.hehehe.<br>Dan terakhir kata kuncinya adalah: jika anda pengkonsumsi jamu kemudian timbul nyeri lambung hebat, segera dan secepat mungkin datang ke rumah sakit dengan fasilitas pembedahan, ingat\u2026tidak ada alternatif pengobatan lain!!!.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Tulisan ini awal dibuat tahun 2007<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8230;..saat itu entah kenapa, kok kasus lambung jebol meningkat\u2026.tapi rupanya data bicara kalau kasus yang tinggi tidak menurunkan temuan jamu-jamuan plus (jamu + BKO).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">UPDATE 2026<br>Masalah \u201cjamu-jamuan plus\u201d ternyata belum menjadi cerita masa lalu. Bahkan skalanya kalau dilihat lebih luas lumayan bikin melotot. Pengawasan BPOM pada awal 2026 masih menemukan puluhan obat bahan alam yang mengandung Bahan Kimia Obat (BKO). Pada Januari\u2013April 2026, BPOM menyebut 206 produk dari 1.593 sampel obat bahan alam dan suplemen kesehatan yang diuji terbukti mengandung BKO. Jadi, cerita pasien yang saya tulis berdasarkan pengalaman tahun 2007 ini ternyata masih relevan hampir dua puluh tahun kemudian.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">BPOM bahkan menyediakan database khusus obat tradisional\/obat bahan alam mengandung BKO, dan isinya masih mencantumkan produk-produk dengan klaim seperti pegal linu dan asam urat\u2026..jadi teman-teman\u2026.bisa cek langsung jamu yang biasa diminum ada nggak di link dibawah\ud83e\udd26\u200d\u2640\u200d\ud83d\ude02<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><br>https:\/\/standar-otskk.pom.go.id\/otskk-db\/kategori\/database-otbko<br>https:\/\/www.pom.go.id\/siaran-pers\/bpom-temukan-24-obat-bahan-alam-mengandung-bahan-kimia-obat-pada-awal-tahun-2026<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n<p id=\"pvc_stats_1751\" class=\"pvc_stats all  \" data-element-id=\"1751\" style=\"\"><i class=\"pvc-stats-icon medium\" aria-hidden=\"true\"><svg aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\" data-prefix=\"far\" data-icon=\"chart-bar\" role=\"img\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" viewBox=\"0 0 512 512\" class=\"svg-inline--fa fa-chart-bar fa-w-16 fa-2x\"><path fill=\"currentColor\" d=\"M396.8 352h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V108.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v230.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zm-192 0h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V140.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v198.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zm96 0h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V204.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v134.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zM496 400H48V80c0-8.84-7.16-16-16-16H16C7.16 64 0 71.16 0 80v336c0 17.67 14.33 32 32 32h464c8.84 0 16-7.16 16-16v-16c0-8.84-7.16-16-16-16zm-387.2-48h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8v-70.4c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v70.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8z\" class=\"\"><\/path><\/svg><\/i> <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"16\" height=\"16\" alt=\"Loading\" src=\"https:\/\/trensehat.com\/wp-content\/plugins\/page-views-count\/ajax-loader-2x.gif\" border=0 \/><\/p>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n<p>\ud83d\udcc2 Kategori Masalah Kesehatan &amp; Hak Pasien\ud83c\udff7\ufe0f Tag perforasi lambung \u2022 tukak lambung \u2022 ulkus peptikum \u2022 jamu \u2022 jamu campur obat \u2022 obat antiinflamasi \u2022 NSAID \u2022 nyeri lambung &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2935,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-1751","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-masalahkesehatan"],"a3_pvc":{"activated":true,"total_views":128,"today_views":0},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/trensehat.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1751","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/trensehat.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/trensehat.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/trensehat.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/trensehat.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1751"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/trensehat.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1751\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2936,"href":"https:\/\/trensehat.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1751\/revisions\/2936"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/trensehat.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/2935"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/trensehat.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1751"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/trensehat.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1751"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/trensehat.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1751"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}