{"id":1798,"date":"2022-11-16T11:44:07","date_gmt":"2022-11-16T11:44:07","guid":{"rendered":"https:\/\/neo.trensehat.com\/?p=1798"},"modified":"2026-08-23T17:22:29","modified_gmt":"2026-08-23T17:22:29","slug":"kita-nggak-sama-kita-unik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/trensehat.com\/?p=1798","title":{"rendered":"KITA NGGAK SAMA, KITA UNIK"},"content":{"rendered":"<div class=\"pvc_clear\"><\/div><p id=\"pvc_stats_1798\" class=\"pvc_stats all  \" data-element-id=\"1798\" style=\"\"><i class=\"pvc-stats-icon medium\" aria-hidden=\"true\"><svg aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\" data-prefix=\"far\" data-icon=\"chart-bar\" role=\"img\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" viewBox=\"0 0 512 512\" class=\"svg-inline--fa fa-chart-bar fa-w-16 fa-2x\"><path fill=\"currentColor\" d=\"M396.8 352h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V108.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v230.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zm-192 0h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V140.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v198.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zm96 0h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V204.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v134.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zM496 400H48V80c0-8.84-7.16-16-16-16H16C7.16 64 0 71.16 0 80v336c0 17.67 14.33 32 32 32h464c8.84 0 16-7.16 16-16v-16c0-8.84-7.16-16-16-16zm-387.2-48h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8v-70.4c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v70.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8z\" class=\"\"><\/path><\/svg><\/i> <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"16\" height=\"16\" alt=\"Loading\" src=\"https:\/\/trensehat.com\/wp-content\/plugins\/page-views-count\/ajax-loader-2x.gif\" border=0 \/><\/p><div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\ud83d\udcc2 Kategori: Genetika<br>\ud83c\udff7\ufe0f Tag: Transplantasi, Sistem imun, HLA, Donor organ, Penolakan organ, Tubuh manusia<br>\ud83d\udcc5 Ditulis pertama kali: 16 November 2022<br>\ud83d\udd04 Direvisi terakhir: 18 Agustus 2026<br>\ud83d\udcda Referensi utama:<br>o Mayo Clinic \u2013 Organ transplant Johns Hopkins Medicine \u2013 Organ transplantation<br>o Abbas AK, Lichtman AH, Pillai S. Cellular and Molecular Immunology. 10th ed. Elsevier. HLA, penolakan transplantasi, sel T, antibodi.<br>\ud83d\uddbc\ufe0f Gambar: Geofanny Sarah Adventia<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">TRANSPLANTASI, istilah apalagi ini?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mengapa hati, ginjal, atau jantung donor bisa ditolak oleh tubuh penerima? Di balik proses transplantasi ternyata tersimpan pelajaran menarik tentang sistem imun, kecocokan organ, dan fakta bahwa setiap manusia memiliki identitas biologis yang unik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Transplantasi artinya, memindahkan suatu bagian\/dari organ donor ke bagian tubuh yang lain, bisa dari tubuh orang itu sendiri, atau dipindahkan dari satu orang ke orang lain.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"936\" height=\"867\" src=\"https:\/\/trensehat.com\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/unik3.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-1705\" style=\"aspect-ratio:1.0801714191527938;width:448px;height:auto\" srcset=\"https:\/\/trensehat.com\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/unik3.jpg 936w, https:\/\/trensehat.com\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/unik3-300x278.jpg 300w, https:\/\/trensehat.com\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/unik3-768x711.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 936px) 100vw, 936px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Transplantasi kulit berarti mengambil sebagian ketebalan kulit, kemudian ditanam\/ditempelkan ke bagian tubuh lain yang mengalami kerusakan kulit. Misal karena kecelakaan dan ada luka di betis yang tidak tertutup kulit cukup lebar, nah defek ini bisa ditutup dengan mengambil kulit dari paha pasien itu sendiri dan dipindahkan untuk menutup defek di betis. Kulit paha diambil hanya di lapisan kulit teratas sehingga kulit paha bisa sembuh dengan sendirinya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pernah dengar pak Dahlan Iskan menjalani operasi transplantasi hati? Sekarang beliau sudah punya hati yang baru, Pak Dahlan memperoleh donor dari seorang pemuda berkebangsaan China. Tapi beliau terpaksa harus mengkonsumsi obat yang mencegah sistem pertahanan tubuhnya menolak hati baru ini, memang tubuh kita punya sistem immun\/pertahanan sehingga organ baru yang ditranplantasi itu dianggap benda asing.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Setiap orang memiliki &#8216;kartu identitas biologis&#8217; pada permukaan sel yang disebut HLA (Human Leukocyte Antigen). Perbedaan HLA inilah yang membuat sistem imun mampu membedakan mana jaringan sendiri dan mana jaringan orang lain.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Nabi Daud pernah menulis begini: \u201cTuhan menenun kita dalam kandungan ibu?\u201d. Kita tahu, pekerjaan menenun itu memerlukan keahlian, ketelitian dan ketekunan. Proses menenun biasanya diturunkan secara turun-temurun dan mempunyai ciri khas tertentu untuk suatu suku bangsa. Jadi kita juga bisa mengatakan, lewat kekhasan dari tenunan dapat diketahui hasil tenunan itu berasal dari suku mana.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tenunan \u201cmemiliki ciri khasnya tersendiri\u201d, mangkanya kalau istilah \u201cmenenun\u201d dipakai Tuhan dalam proses penciptaan manusia, pasti merujuk pada kekhasan\/ keunikan hasil ciptaan tsb. DAN INI BENAR DAN TERBUKTI BARU SEBAGIAN LEWAT PROSES TRANSPLANTASI.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"930\" src=\"https:\/\/trensehat.com\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/unik2-1024x930.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-1704\" style=\"width:634px;height:575px\" srcset=\"https:\/\/trensehat.com\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/unik2-1024x930.jpg 1024w, https:\/\/trensehat.com\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/unik2-300x273.jpg 300w, https:\/\/trensehat.com\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/unik2-768x698.jpg 768w, https:\/\/trensehat.com\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/unik2.jpg 1028w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Prosedur transplantasi bisa sederhana, contohnya transplantasi kulit, bisa rumit seperti transplantasi hati. Masalah persiapan operasi, prosedur operasi, perawatan paska operasi yang meliputi pencegahan terhadap infeksi, mengkondisikan tubuh optimum adalah masalah-masalah yang harus diselesaikan tanpa cacat, belum lagi masalah kecocokan organ yang ditransplantasikan. Butuh waktu lama untuk mencari kecocokan organ, setelah proses transplantasi selesai, diperlukan perawatan khusus karena masa paska transplantasi adalah masa yang sangat rawan, daya tahan menurun dan pasien rentan terhadap infeksi, pasien harus mengkonsumsi obat untuk menekan sistem immun yang menolak organ transplantasi yang dianggap \u201cbenda asing\u201d oleh tubuh penerima organ.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sistem immun\/pertahanan\/kekebalan tubuh kita.<br>Tubuh didesain untuk mengenali segala bentuk benda asing yang masuk tubuh. Setelah benda asing dikenali, kemudian sistem ini membentuk barisan tentara khusus sehingga mampu menggempur benda asing yang masuk dalam tubuh.<br>Benda asing bisa sederhana seperti, debu yang terhisap, telor cacing yang termakan, hehe, kuman yang masuk lewat luka, virus HIV, termasuk juga \u201cbarang-barang\u201d yang dengan sengaja dimasukkan dalam tubuh, seperti plat &amp; termasuk organ transplant.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jadi biarpun transplantasi hatinya pak Dahlan Iskan dilakukan dengan maksud baik, tubuh tidak menganggapnya demikian. Sistem tubuh tetep menganggap hati baru itu sebagai benda asing yang harus diperangi. Sehingga harus diakali dengan cara menekan sistem. Ini bukan perkara gampang, karena penggunaan steroid untuk menekan sistem immun punya dampak yang gak sederhana.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dan &#8220;Penelitian terus berkembang untuk membuat organ donor lebih &#8216;diterima&#8217; oleh sistem imun, misalnya melalui rekayasa sel, terapi sel punca tertentu, hingga berbagai pendekatan imunologi modern.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jadi kalau diipikir-pikir, kita kan sama-sama punya jantung, hati, mata, kaki, mulut, ginjal, kulit dll yang sama. Kalaupun warna kulit, rambut, hidung dan mata berbeda, itu hanya menunjukkan keindahannya dan kehebatan Pencipta kita, dan bukannnya menunjukkan perbedaan ras kita.Tapi kenapa kalau memang manusia itu sama, proses transplantasi justru menunjukkan manusia itu tidak sama?.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"998\" height=\"540\" src=\"https:\/\/trensehat.com\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/unik1.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-1703\" style=\"width:768px;height:415px\" srcset=\"https:\/\/trensehat.com\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/unik1.jpg 998w, https:\/\/trensehat.com\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/unik1-300x162.jpg 300w, https:\/\/trensehat.com\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/unik1-768x416.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 998px) 100vw, 998px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Nahhhh itu dia, justru semua ini sebenarnya BUKAN MENUNJUKKAN KETIDAK SAMAAN KITA, tapi justru jelas kalau TUHAN MENCIPTAKAN KITA SPESIAL, UNIK, TIDAK ADA DUANYA. Sehingga walau tampak sama, proses transplantasi menunjukkan bahwa organ yang tampak sama dari luar tetap ditolak oleh tubuh penerima donor.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Semakin jauh ilmu pengetahuan berkembang, semakin kita memahami bahwa &#8220;keunikan&#8221; itu bukan hanya tampak dari wajah atau sidik jari. Hingga ke tingkat sel, protein, bahkan molekul, setiap manusia membawa identitas biologis yang khas. Dan di situlah salah satu keindahan ciptaan itu berada.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n<p id=\"pvc_stats_1798\" class=\"pvc_stats all  \" data-element-id=\"1798\" style=\"\"><i class=\"pvc-stats-icon medium\" aria-hidden=\"true\"><svg aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\" data-prefix=\"far\" data-icon=\"chart-bar\" role=\"img\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" viewBox=\"0 0 512 512\" class=\"svg-inline--fa fa-chart-bar fa-w-16 fa-2x\"><path fill=\"currentColor\" d=\"M396.8 352h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V108.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v230.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zm-192 0h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V140.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v198.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zm96 0h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V204.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v134.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zM496 400H48V80c0-8.84-7.16-16-16-16H16C7.16 64 0 71.16 0 80v336c0 17.67 14.33 32 32 32h464c8.84 0 16-7.16 16-16v-16c0-8.84-7.16-16-16-16zm-387.2-48h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8v-70.4c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v70.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8z\" class=\"\"><\/path><\/svg><\/i> <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"16\" height=\"16\" alt=\"Loading\" src=\"https:\/\/trensehat.com\/wp-content\/plugins\/page-views-count\/ajax-loader-2x.gif\" border=0 \/><\/p>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n<p>\ud83d\udcc2 Kategori: Genetika\ud83c\udff7\ufe0f Tag: Transplantasi, Sistem imun, HLA, Donor organ, Penolakan organ, Tubuh manusia\ud83d\udcc5 Ditulis pertama kali: 16 November 2022\ud83d\udd04 Direvisi terakhir: 18 Agustus 2026\ud83d\udcda Referensi utama:o Mayo Clinic \u2013 &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1703,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[17],"tags":[258,254,256,257,255],"class_list":["post-1798","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-genetika","tag-donor-organ","tag-hla","tag-penolakan-organ","tag-sistem-imun","tag-transplantasi"],"a3_pvc":{"activated":true,"total_views":19,"today_views":0},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/trensehat.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1798","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/trensehat.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/trensehat.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/trensehat.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/trensehat.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1798"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/trensehat.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1798\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2981,"href":"https:\/\/trensehat.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1798\/revisions\/2981"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/trensehat.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1703"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/trensehat.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1798"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/trensehat.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1798"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/trensehat.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1798"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}