{"id":1925,"date":"2022-11-18T12:43:14","date_gmt":"2022-11-18T12:43:14","guid":{"rendered":"https:\/\/neo.trensehat.com\/?p=1925"},"modified":"2026-08-12T13:49:42","modified_gmt":"2026-08-12T13:49:42","slug":"jangan-salah-kanker-payudara-tidak-nyeri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/trensehat.com\/?p=1925","title":{"rendered":"JANGAN SALAH, KANKER PAYUDARA TIDAK SELALU NYERI"},"content":{"rendered":"<div class=\"pvc_clear\"><\/div><p id=\"pvc_stats_1925\" class=\"pvc_stats all  \" data-element-id=\"1925\" style=\"\"><i class=\"pvc-stats-icon medium\" aria-hidden=\"true\"><svg aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\" data-prefix=\"far\" data-icon=\"chart-bar\" role=\"img\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" viewBox=\"0 0 512 512\" class=\"svg-inline--fa fa-chart-bar fa-w-16 fa-2x\"><path fill=\"currentColor\" d=\"M396.8 352h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V108.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v230.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zm-192 0h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V140.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v198.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zm96 0h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V204.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v134.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zM496 400H48V80c0-8.84-7.16-16-16-16H16C7.16 64 0 71.16 0 80v336c0 17.67 14.33 32 32 32h464c8.84 0 16-7.16 16-16v-16c0-8.84-7.16-16-16-16zm-387.2-48h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8v-70.4c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v70.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8z\" class=\"\"><\/path><\/svg><\/i> <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"16\" height=\"16\" alt=\"Loading\" src=\"https:\/\/trensehat.com\/wp-content\/plugins\/page-views-count\/ajax-loader-2x.gif\" border=0 \/><\/p><div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kategori: Masalah Kesehatan &amp; Hak Pasien<br>Tag: kanker payudara, benjolan payudara, gejala kanker payudara, SADARI, pemeriksaan payudara, deteksi dini kanker payudara<br>Ditulis pertama kali: 18 November 2010<br>Direvisi terakhir: 12 Agustus 2026<br>Referensi utama: American Cancer Society \u2014 Signs and Symptoms of Breast Cancer; Breast Cancer Now \u2014 Touch Look Check. Gambar: Geofanny Sarah Adventia<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pasien-pasien kanker payudara yang datang dengan kondisi telat paling sering ngomong gini: \u201chabis dok benjolannya nggak nyeri, jadi saya pikir nggak apa-apa\u201d, \u201cini sejak masih segede kelereng sampe segini nggak nyeri, ini nyeri setelah pecah dan bau, dulu nggak nyeri, trus meletus baru nyeri.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Padahal, benjolan kanker payudara justru sering tidak menimbulkan nyeri, terutama pada tahap awal. Karena itu, jangan menunggu sakit untuk memeriksakan benjolan di payudara.<br>Cerita kayak gini ini kenyataan sehari-hari pasien di klinik, kalau benjolan itu bisul sudah pasti nyeri sampai kepala cemot-cemot dan badan panas dingin. Pada ibu-ibu yang sedang menyusui tapi air susu tidak lancar keluar sehingga payudara membengkak, sudah pasti pada meringis kesakitan, orang Jawa menyebutnya ngrangsemi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jadi jangan salah, benjolan tumor ganas payudara jarang menimbulkan rasa nyeri, banyak yang keliru selama ini. Benjolan yang nyeri pada umumnya disebabkan infeksi payudara yang bisa berkembang jadi abses\/bisul yang jika tidak diobati bisa saja meletus sehingga nyerinya hebat. Benjolan akibat infeksi atau abses terasa nyeri karena proses peradangan. Sebaliknya, benjolan tumor ganas dapat tumbuh tanpa rasa sakit. Inilah yang kadang membuat seseorang terlambat memeriksakan diri..<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Apa saja gejala tumor ganas(kanker) payudara?<\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"425\" height=\"330\" src=\"https:\/\/trensehat.com\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/breast-cancer.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-1482\" style=\"width:1009px;height:783px\" srcset=\"https:\/\/trensehat.com\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/breast-cancer.jpg 425w, https:\/\/trensehat.com\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/breast-cancer-300x233.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 425px) 100vw, 425px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain benjolan, gejala lainnya ini: keluar cairan dari puting susu. Kulit payudara diatas benjolan tumor seperti kulit jeruk(peau de orange) atau puting tampak tertarik mengkerut kedalam (retracted).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika ada riwayat penyakit tumor ganas dalam keluarga, maka harus lebih berhati-hati dan periksakan lebih dini. Lakukanlah screening, katakan saja pada dokter jika ada riwayat kanker dalam keluarga, walaupun waktu memeriksakan diri belum tentu ada keluhan seperti diatas. Dokter akan memilihkan pemeriksaan yang tepat. Tetapi bukan berarti kalau ada anggota keluarga yang sakit kanker payudara otomatis anak cucu juga akan menderita kanker, cukup bersikap hati-hati saja dan melakukan pemeriksaan dini.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika memang teraba benjolan jangan menunda-nunda apalagi dengan alasan benjolan tidak nyeri, makin dini pemeriksaan makin baik hasilnya. Usahakan anda sudah dalam penanganan dokter waktu ukuran tumor masih dibawah 1 cm, supaya dokter masih bisa menyelamatkan payudara, jadi peran aktif kita untuk SADARI (perikSA payuDAra sendiRI) sangat penting.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Kenali payudara sendiri<\/strong>.<br>Biasakan mengenali bagaimana bentuk dan rasa payudara kita. Kita dapat melihatnya di depan cermin dan meraba seluruh bagian payudara serta ketiak sehingga lebih mudah menyadari bila suatu saat muncul perubahan.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-media-text alignwide is-stacked-on-mobile\" style=\"grid-template-columns:27% auto\"><figure class=\"wp-block-media-text__media\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"768\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/trensehat.com\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/breast-cancer2.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-1483 size-full\" srcset=\"https:\/\/trensehat.com\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/breast-cancer2.jpg 768w, https:\/\/trensehat.com\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/breast-cancer2-225x300.jpg 225w\" sizes=\"auto, (max-width: 768px) 100vw, 768px\" \/><\/figure><div class=\"wp-block-media-text__content\">\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Berdiri menghadap kaca, buka baju dong. Terus perhatikan apakah ukuran payudara berbeda jauh antara kiri &amp; kanan?. Angkat kedua tangan, apakah ada bagian payudara yang mengkerut atau tertarik waktu tangan diangkat.&nbsp;<\/li>\n<\/ol>\n<\/div><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-media-text alignwide is-stacked-on-mobile\" style=\"grid-template-columns:33% auto\"><figure class=\"wp-block-media-text__media\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"699\" height=\"869\" src=\"https:\/\/trensehat.com\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/breast-cancer3.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-1484 size-full\" srcset=\"https:\/\/trensehat.com\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/breast-cancer3.jpg 699w, https:\/\/trensehat.com\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/breast-cancer3-241x300.jpg 241w\" sizes=\"auto, (max-width: 699px) 100vw, 699px\" \/><\/figure><div class=\"wp-block-media-text__content\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\">2. Kemudian dengan salah satu tangan sementara tangan yang lain diangkat. Mulailah melakukan perabaan secara sistematis mulai dari tepi luar payudara sampai ke sentral. Gunakan 3 jari sehingga perabaan lebih mudah &amp; tidak ada bagian yang terlewati. Meraba dengan menggunakan 3 jari menghindari penekanan pada 1 area.&nbsp;<\/p>\n<\/div><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-media-text alignwide is-stacked-on-mobile\" style=\"grid-template-columns:34% auto\"><figure class=\"wp-block-media-text__media\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"740\" height=\"849\" src=\"https:\/\/trensehat.com\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/breast-cancer4.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-1485 size-full\" srcset=\"https:\/\/trensehat.com\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/breast-cancer4.jpg 740w, https:\/\/trensehat.com\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/breast-cancer4-261x300.jpg 261w\" sizes=\"auto, (max-width: 740px) 100vw, 740px\" \/><\/figure><div class=\"wp-block-media-text__content\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\">3. Kemudian diulangi dengan meraba dari arah atas ke bawah. Terakhir&nbsp;<em>&#8220;pencet&#8221;<\/em>&nbsp;puting susu dan perhatikan apakah ada cairan keluar dari puting.<\/p>\n<\/div><\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mengenali payudara sendiri membantu kita menyadari adanya perubahan, tetapi tidak menggantikan pemeriksaan dokter atau skrining mammografi bila memang sudah dianjurkan.<br>Sebagian besar perubahan pada payudara tidak selalu berarti kanker. Tetapi bila menemukan benjolan baru atau perubahan yang menetap, periksakan. Jangan menunggu sampai terasa sakit. Semakin dini kanker payudara ditemukan, semakin baik peluang penanganannya<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Mengenal konsep Breast Self-Awareness<\/strong><br>Breast self-awareness (BSA) itu konsep yang lebih luas: perempuan kenal kondisi normal payudaranya sendiri\u2014bagaimana tampilan dan rasanya\u2014sehingga sadar kalau ada perubahan dan kemudian mencari evaluasi medis.<br>Di dalam praktiknya tentu boleh dan bisa melihat serta meraba sendiri. Bahkan self-exam dapat membantu seseorang mengenali tampilan dan rasa normal payudaranya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">ACOG malah membedakannya secara eksplisit: BSA tidak mengharuskan pemeriksaan sistematis atau rutin, sedangkan traditional breast self-examination memang merupakan inspeksi\/palpasi yang dilakukan secara teratur dan berulang. Alasannya, BSE rutin pada perempuan average-risk tidak terbukti menurunkan kematian akibat kanker payudara dan dapat meningkatkan false positive\/intervensi yang tidak perlu.<br>https:\/\/www.acog.org\/womens-health\/experts-and-stories\/ask-acog\/monthly-self-exams-of-breasts<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Breast self-awareness itu lebih luas daripada \u201cmencari benjolan\u201d. Intinya perempuan mengenal baseline payudaranya sendiri\u2014bentuk, kontur, kulit, puting, dan terutama feel\/tekstur jaringan.<br>Jadi suatu saat dia bisa menangkap: \u201cLho, bagian ini kok rasanya beda dari biasanya?\u201d<br>Belum tentu berupa nodul yang tegas. Bisa terasa lebih keras\/firmer, menebal, fullness yang baru, tekstur berbeda, atau perubahan yang asimetris dan menetap. ACOG sendiri mendefinisikan self-awareness sebagai mengetahui tampilan dan rasa normal payudara sehingga perubahan kecil sekalipun dapat dikenali.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>SADARI adalah cara praktis untuk membangun breast self-awareness.<\/strong><br>Artinya tujuan meraba bukan hanya, \u201cada benjolan atau tidak?\u201d, tetapi belajar mengenali payudara sendiri sehingga tahu kalau ada sesuatu yang berubah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di Indonesia SADARI memang masih diajarkan secara berkala dan dikaitkan dengan siklus menstruasi. Kemenkes saat ini masih menganjurkan SADARI setiap bulan pada hari ke-7 sampai ke-10 dihitung dari hari pertama haid; setelah menopause, pilih tanggal yang sama setiap bulan. https:\/\/www.kemkes.go.id\/id\/cegah-kanker-payudara-dengan-sadari-dan-sadanis<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Alasan dilakukan setelah menstruasi karena pengaruh hormonal terhadap payudara lebih rendah dibanding menjelang\/saat haid, sehingga payudara cenderung tidak terlalu tegang, nyeri, atau nodular dan baseline jaringan lebih gampang dikenali.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Maksud SADARI adalah supaya perempuan \u201cmengenal keadaan payudaranya sendiri\u201d, sehingga bisa menemukan kelainan lebih dini.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sumber:<br>https:\/\/breastcancernow.org\/about-breast-cancer\/touch-look-check<br>https:\/\/www.nationalbreastcancer.org\/breast-self-exam\/<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n<p id=\"pvc_stats_1925\" class=\"pvc_stats all  \" data-element-id=\"1925\" style=\"\"><i class=\"pvc-stats-icon medium\" aria-hidden=\"true\"><svg aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\" data-prefix=\"far\" data-icon=\"chart-bar\" role=\"img\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" viewBox=\"0 0 512 512\" class=\"svg-inline--fa fa-chart-bar fa-w-16 fa-2x\"><path fill=\"currentColor\" d=\"M396.8 352h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V108.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v230.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zm-192 0h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V140.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v198.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zm96 0h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V204.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v134.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zM496 400H48V80c0-8.84-7.16-16-16-16H16C7.16 64 0 71.16 0 80v336c0 17.67 14.33 32 32 32h464c8.84 0 16-7.16 16-16v-16c0-8.84-7.16-16-16-16zm-387.2-48h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8v-70.4c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v70.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8z\" class=\"\"><\/path><\/svg><\/i> <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"16\" height=\"16\" alt=\"Loading\" src=\"https:\/\/trensehat.com\/wp-content\/plugins\/page-views-count\/ajax-loader-2x.gif\" border=0 \/><\/p>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n<p>Kategori: Masalah Kesehatan &amp; Hak PasienTag: kanker payudara, benjolan payudara, gejala kanker payudara, SADARI, pemeriksaan payudara, deteksi dini kanker payudaraDitulis pertama kali: 18 November 2010Direvisi terakhir: 12 Agustus 2026Referensi utama: American Cancer Society \u2014 Signs and Symptoms of Breast Cancer; Breast Cancer Now \u2014 Touch Look Check. Gambar: Geofanny Sarah Adventia Pasien-pasien kanker payudara yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1482,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":true,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[87,92,29,93,94],"class_list":["post-1925","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-masalahkesehatan","tag-benjolan-payudara","tag-gejala-kanker-payudara","tag-kanker-payudara","tag-pemeriksaan-payudara","tag-sadari"],"a3_pvc":{"activated":true,"total_views":19,"today_views":7},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/trensehat.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1925","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/trensehat.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/trensehat.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/trensehat.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/trensehat.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1925"}],"version-history":[{"count":10,"href":"https:\/\/trensehat.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1925\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2764,"href":"https:\/\/trensehat.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1925\/revisions\/2764"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/trensehat.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1482"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/trensehat.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1925"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/trensehat.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1925"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/trensehat.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1925"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}