{"id":1978,"date":"2022-11-19T03:20:07","date_gmt":"2022-11-19T03:20:07","guid":{"rendered":"https:\/\/neo.trensehat.com\/?p=1978"},"modified":"2022-12-11T07:49:47","modified_gmt":"2022-12-11T07:49:47","slug":"perjalanan-panjang-pembuatan-vaksin-covid-19","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/trensehat.com\/?p=1978","title":{"rendered":"PERJALANAN PANJANG PEMBUATAN VAKSIN COVID-19"},"content":{"rendered":"<div class=\"pvc_clear\"><\/div><p id=\"pvc_stats_1978\" class=\"pvc_stats all  \" data-element-id=\"1978\" style=\"\"><i class=\"pvc-stats-icon medium\" aria-hidden=\"true\"><svg aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\" data-prefix=\"far\" data-icon=\"chart-bar\" role=\"img\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" viewBox=\"0 0 512 512\" class=\"svg-inline--fa fa-chart-bar fa-w-16 fa-2x\"><path fill=\"currentColor\" d=\"M396.8 352h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V108.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v230.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zm-192 0h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V140.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v198.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zm96 0h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V204.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v134.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zM496 400H48V80c0-8.84-7.16-16-16-16H16C7.16 64 0 71.16 0 80v336c0 17.67 14.33 32 32 32h464c8.84 0 16-7.16 16-16v-16c0-8.84-7.16-16-16-16zm-387.2-48h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8v-70.4c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v70.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8z\" class=\"\"><\/path><\/svg><\/i> <img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"16\" height=\"16\" alt=\"Loading\" src=\"https:\/\/trensehat.com\/wp-content\/plugins\/page-views-count\/ajax-loader-2x.gif\" border=0 \/><\/p><div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n<p><strong><u>LEMBAGA BIOLOGI MOLEKULER EIJKMAN<\/u><\/strong>&nbsp;untuk pertama kalinya berhasil menyelesaikan pemetaan sekuen asam nukleat(RNA) penyusun Genome Sars-Cov-2. Menggunakan alat&nbsp;<strong>Next Generation Sequencing (NGS)<\/strong>&nbsp;di Pusat Genome Nasional LBM Eijkman.&nbsp; Ini adalah data sekuens lengkap pertama Sars-Cov-2 dari Indonesia &amp; telah diunggah ke pusat data&nbsp;GISAID yang berbagi lebih dari 16.000 data virus Corona dari seluruh dunia.<\/p>\n\n\n\n<p>Lembaga Eijkman bermula dari yayasan, berdiri tahun 1888 sebagai Laboratorium Penelitian untuk Patologi &amp; Bakteriologi, misi utamanya untuk memajukan penelitian dasar &amp; terapan, fokus pada masalah genetika manusia, penyakit infeksi tropis, rekayasa biomolekuler, bio-teknologi, bio-sekuriti &amp; berada dibawah &amp; didanai Kemenristek &amp; DikTi. Nama Eijkman berasal dari&nbsp;<strong>Christiaan Eijkman<\/strong>, ilmuwan pemenang Nobel kelahiran Belanda, yang adalah direktur pertama Lembaga Eijkman.&nbsp;&nbsp;<a href=\"https:\/\/www.kompas.com\/skola\/read\/2020\/03\/17\/190000869\/sejarah-lembaga-eijkman?page=all\">https:\/\/www.kompas.com\/skola\/read\/2020\/03\/17\/190000869\/sejarah-lembaga-eijkman?page=all<\/a><\/p>\n\n\n\n<p><strong><u>GISAID(Global Initiative on Sharing All Influenza Data)\u00a0<\/u><\/strong>adalah \u00a0<a href=\"https:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Public%E2%80%93private_partnership\">public\u2013private partnership<\/a>\u00a0antara pemerintah German &amp; organisasi\u00a0nonprofit yang menyediakan akses publik lengkap dari data\u00a0<a href=\"https:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Genetic_sequence\">genetic sequence<\/a>\u00a0dari\u00a0<a href=\"https:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Influenza\">influenza<\/a>\u00a0<a href=\"https:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Viruses\">viruses<\/a>\u00a0melalui database (named EpiFlu).\u00a0<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full is-resized\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" src=\"http:\/\/trensehat.com\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/GISAID1.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-2307\" width=\"673\" height=\"367\" srcset=\"https:\/\/trensehat.com\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/GISAID1.jpg 425w, https:\/\/trensehat.com\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/GISAID1-300x164.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 673px) 100vw, 673px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>GISAID melakukan upaya penelitian global untuk memahami virus yang menyebabkan COVID-19, sudah membuat lebih dari\u00a0<strong>2600 URUTAN GENOMIK UNTUK KEPENTINGAN MAPPING VIRUS<\/strong>, dapat dilihat\u00a0<strong>REAL TIME, MENDETEKSI MUTASI VIRUS &amp; MELACAK PERGERAKAN VIRUS DI SELURUH PLANET INI<\/strong>. Sekuen data penting untuk membuat desain, evaluasi tes diagnostik, melakukan trace outbreak, melakukan identifikasi &amp; intervensi.\u00a0<a href=\"https:\/\/www.gisaid.org\/\">https:\/\/www.gisaid.org\/<\/a><\/p>\n\n\n\n<p><strong><u>SEKUENS GENOME DI INDONESIA<\/u><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Asal muasal COVID-19 di Indonesia diketahui berdasarkan pemetaan\u00a0materi genetik SARS-CoV-2 yang menggambarkan transmisi virus\u00a0 hingga sampai ke Indonesia.\u00a0LBM Eijkman berhasil memetakan materi genetik\u00a0yang menginfeksi 3 pasien\u00a0<a href=\"https:\/\/jogja.tribunnews.com\/tag\/covid-19\">COVID-19<\/a>\u00a0 &amp; hasil sekuen ketiga isolat itu memiliki ID GISAID: Indonesia\/JKT-EIJK2444\/2020, Indonesia\/JKT-EIJK0317\/2020 &amp; Indonesia\/JKT-EIJK0141\/2020. Ketiganya dikirim ke portal Global Initiative on Sharing All Influenza Data (GISAID.org) &amp; dapat dilihat semua orang.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full is-resized\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" src=\"http:\/\/trensehat.com\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/GISAID2.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-2308\" width=\"666\" height=\"558\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Menurut salah seorang peneliti post doktoral LBM Eijkman Psadiptajati Kusuma, transmisi virus corona dari 3 isolat ini memiliki transmisi yang berbeda-beda yaitu:<\/p>\n\n\n\n<ol>\n<li>Sampel Virus ID Indonesia\/JKT-EIJK2444\/2020: sampel virus EIJK2444 memiliki kemiripan dengan virus yang ada di Jepang. Jadi EIJK2444 dari China menuju Australia,&nbsp; kemudian menuju Jepang dan menuju ke Indonesia. Virus EIJK2444 memiliki mutasi unik asam amino pada protein S posisi 76, dari Threonine menjadi Isoleucine.<\/li>\n\n\n\n<li>Sampel Virus ID Indonesia\/JKT-EIJK0317\/2020: sampel virus EIJK0317 memiliki kemiripan dengan virus yang ada di Uni Emirat Arat. Jadi EIJK0317 dari China menuju Inggris, kemudian AS, ke Uni Emirat Arab, dan berakhir di Indonesia. Virus EIJK0317 memiliki mutasi unik asam amino pada protein ORF1a posisi 461 dari Isoluecine menjadi Valine.<\/li>\n\n\n\n<li>Sampel Virus ID Indonesia\/JKT-EIJK0141\/2020: sampel virus EIJK0141 memiliki kemiripan dengan virus yang ada di AS. Jadi EIJK0141 dari China menuju Inggris, kemudian AS, dan berakhir di Indonesia. Virus EIJK0141 memiliki mutasi unik asam amino pada protein ORF1a posisi 2103 dari Serine menjadi Phenilalanine.&nbsp;<a href=\"https:\/\/jogja.tribunnews.com\/2020\/05\/06\/hasil-penelitian-3-transmisi-virus-corona-sampai-ke-indonesia-ini-asal-muasal-covid-19-di-tanah-air\">https:\/\/jogja.tribunnews.com\/2020\/05\/06\/hasil-penelitian-3-transmisi-virus-corona-sampai-ke-indonesia-ini-asal-muasal-covid-19-di-tanah-air<\/a><\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p><strong><u>DUKUNGAN PEMERINTAH<\/u><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Menristek Bambang Brodjonegoro menyatakan LBM Eijkman sudah memulai pembuatan vaksin Covid-19 dengan melakukan&nbsp;<em>whole genome sequencing<\/em>&nbsp;pada SARS-CoV-2 untuk mendeteksi materi genetik &amp; diketahui jika virus yang saat ini menginfeksi masyarakat telah mengalami mutasi. Ketepatan analisis genetik virus berpengaruh pada pembuatan vaksin agar relevan, dan hasil analisis ini sudah dipublikasikan secara internasional.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\nhttps:\/\/www.indozone.id\/news\/Xxs0BQ\/tinggal-selangkah-lagi-indonesia-sukses-bikin-vaksin-virus-corona\/read-all\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p><strong><u>KEBANGKITAN DUNIA SAINS TEKNOLOGI KESEHATAN INDONESIA<\/u><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Dunia sedang beradu cepat dalam menangani wabah Covid-19. LBM Eijkman sudah mendapatkan data tujuh urutan genome lengkap yang sangat berguna untuk pengembangan vaksin.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Komunitas peneliti terus bekerja untuk menemukan terapi yang efektif sehingga diperlukan kerja sama &amp; kolaborasi antar lembaga penelitian, perguruan tinggi, dunia usaha, industri &amp; masyarakat harus saling bergandeng tangan untuk mewujudkannya. Saya bahkan berharap lebih jauh, bahwa kita mampu menghasilkan vaksin sendiri, ini dikatakan Presiden Jokowi dalam pidatonya. Dunia industri harus berani berinvestasi, masyarakat juga mencintai produk-produk dalam negeri, dan kita terus-menerus memperbaiki ekosistem yang kondusif bagi tumbuh dan berkembangnya inovasi dan industrialisasi serta mentalitas bangga kepada produk dalam negeri.<\/p>\n\n\n\n<p><strong><u>DANA PENGEMBANGAN VAKSIN<\/u><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Dari\u00a0<a href=\"http:\/\/www.thelancet.com\/\">www.thelancet.com<\/a>, perkiraan dana yang dibutuhkan untuk\u00a0<strong>PEMBUATAN 1 CALON VAKSIN<\/strong>\u00a0dari 1 kejadian pandemik mulai dari uji preklinik\u00a0 sampai fase 2a dibutuhkan $30-$160 juta, dengan asumsi tidak ada kegagalan. Sedangkan dari fase 2b sampai fase 3b menghabiskan sekitar $9.8 billion.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full is-resized\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" src=\"http:\/\/trensehat.com\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/GISAID3.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-2309\" width=\"570\" height=\"471\" srcset=\"https:\/\/trensehat.com\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/GISAID3.jpg 369w, https:\/\/trensehat.com\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/GISAID3-300x248.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 570px) 100vw, 570px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Pembuatan vaksin ini \u00a0butuh effort besar, WHO berkoordinasi bersama banyak negara membuat kandidat vaksin lebih dari 100 macam, karena pada umumnya tingkat kegagalannya lebih dari 90% sehingga tertinggal belasan vaksin saja yang bisa sampai di fase 2b, artinya tidak lulus uji.\u00a0 Selain angka kegagalannya tinggi, waktu pembuatan lama, antara 2-10 tahun, semisal HIV\/AIDS yang muncul 40 tahun yang lalu belum ada vaksinnya sampai saat ini. Ini juga yang membuat kenapa pembuatan vaksin membutuhkan daya upaya bersama banyak negara yang dikomandani\u00a0 WHO.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\nhttps:\/\/www.thelancet.com\/journals\/langlo\/article\/PIIS2214-109X(18)30346-2\/fulltext\n<\/div><\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n<p id=\"pvc_stats_1978\" class=\"pvc_stats all  \" data-element-id=\"1978\" style=\"\"><i class=\"pvc-stats-icon medium\" aria-hidden=\"true\"><svg aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\" data-prefix=\"far\" data-icon=\"chart-bar\" role=\"img\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" viewBox=\"0 0 512 512\" class=\"svg-inline--fa fa-chart-bar fa-w-16 fa-2x\"><path fill=\"currentColor\" d=\"M396.8 352h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V108.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v230.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zm-192 0h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V140.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v198.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zm96 0h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V204.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v134.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zM496 400H48V80c0-8.84-7.16-16-16-16H16C7.16 64 0 71.16 0 80v336c0 17.67 14.33 32 32 32h464c8.84 0 16-7.16 16-16v-16c0-8.84-7.16-16-16-16zm-387.2-48h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8v-70.4c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v70.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8z\" class=\"\"><\/path><\/svg><\/i> <img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"16\" height=\"16\" alt=\"Loading\" src=\"https:\/\/trensehat.com\/wp-content\/plugins\/page-views-count\/ajax-loader-2x.gif\" border=0 \/><\/p>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n<p>LEMBAGA BIOLOGI MOLEKULER EIJKMAN&nbsp;untuk pertama kalinya berhasil menyelesaikan pemetaan sekuen asam nukleat(RNA) penyusun Genome Sars-Cov-2. Menggunakan alat&nbsp;Next Generation Sequencing (NGS)&nbsp;di Pusat Genome Nasional LBM Eijkman.&nbsp; Ini adalah data sekuens lengkap pertama Sars-Cov-2 dari Indonesia &amp; telah diunggah ke pusat data&nbsp;GISAID yang berbagi lebih dari 16.000 data virus Corona dari seluruh dunia. Lembaga Eijkman bermula dari [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2307,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[13],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/trensehat.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1978"}],"collection":[{"href":"https:\/\/trensehat.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/trensehat.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/trensehat.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/trensehat.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1978"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/trensehat.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1978\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2312,"href":"https:\/\/trensehat.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1978\/revisions\/2312"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/trensehat.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/2307"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/trensehat.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1978"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/trensehat.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1978"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/trensehat.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1978"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}