{"id":2818,"date":"2026-08-18T00:37:40","date_gmt":"2026-08-18T00:37:40","guid":{"rendered":"https:\/\/trensehat.com\/?p=2818"},"modified":"2026-08-18T00:38:59","modified_gmt":"2026-08-18T00:38:59","slug":"kalau-benar-kanker-payudara-apakah-payudara-harus-dibuang-seri-ke-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/trensehat.com\/?p=2818","title":{"rendered":"KALAU BENAR KANKER PAYUDARA, APAKAH PAYUDARA HARUS DIBUANG? (seri ke 2)"},"content":{"rendered":"<div class=\"pvc_clear\"><\/div><p id=\"pvc_stats_2818\" class=\"pvc_stats all  \" data-element-id=\"2818\" style=\"\"><i class=\"pvc-stats-icon medium\" aria-hidden=\"true\"><svg aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\" data-prefix=\"far\" data-icon=\"chart-bar\" role=\"img\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" viewBox=\"0 0 512 512\" class=\"svg-inline--fa fa-chart-bar fa-w-16 fa-2x\"><path fill=\"currentColor\" d=\"M396.8 352h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V108.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v230.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zm-192 0h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V140.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v198.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zm96 0h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V204.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v134.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zM496 400H48V80c0-8.84-7.16-16-16-16H16C7.16 64 0 71.16 0 80v336c0 17.67 14.33 32 32 32h464c8.84 0 16-7.16 16-16v-16c0-8.84-7.16-16-16-16zm-387.2-48h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8v-70.4c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v70.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8z\" class=\"\"><\/path><\/svg><\/i> <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"16\" height=\"16\" alt=\"Loading\" src=\"https:\/\/trensehat.com\/wp-content\/plugins\/page-views-count\/ajax-loader-2x.gif\" border=0 \/><\/p><div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\ud83d\udcc2 Kategori Genetik<br>\ud83c\udff7\ufe0f Tag c<br>\ud83d\udcc5 Ditulis pertama kali 2 Agustus 2026<br>\ud83d\udd04 Direvisi terakhir 18 Agustus 2026<br>\ud83d\udcda Referensi utama American Cancer Society \u2014 Treatment Types<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Misal diagnosis kanker payudara sudah ditegakkan\u2026..sudah pasti maksudnya ya..<br>Lalu apakah payudara harus dibuang? Apakah harus kemoterapi? Apakah perlu radiasi? Dan yang paling menakutkan: apakah pengobatannya justru akan membuat saya semakin sakit?<br>Pada seri satu kita sudah tahu perjalanan sebuah benjolan sampai akhirnya dapat dipastikan apakah benar kanker atau bukan. Anggap itu kanker atau tumor ganas, terus apa yang terjadi selanjutnya?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jawabannya ternyata tidak sama untuk setiap pasien.<br>Kanker payudara bukan satu penyakit dengan satu resep<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Dua orang perempuan sama-sama sakit kanker payudara, tetapi pengobatannya berbeda.<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mengapa?<br>Karena memang harus dirumuskan dari beberapa temuan yang pasti berbeda antara 1 pasien dengan lainnya seperti: seberapa besar tumornya, apakah kelenjar getah bening kena, apakah penyakit sudah menyebar ke organ lain, bagaimana karakter sel kankernya, bagaimana status hormon, HER2 dan bagaimana kondisi pasien apakah masih kuat atau sudah ambruk?<br>Jadiiii\u2026\u2026 setelah tahu \u201coh ini kanker\u201d, pekerjaan belum selesai.<br>Dokter harus tahu kanker yang bagaimana dan sudah menyebar kemana.<br>Itulah sebabnya terapi kanker tidak bisa disamaratakan antara satu pasien dengan pasien lain.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apakah semua kanker payudara harus dibuang seluruh payudaranya?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tidak.<br>Pada kanker payudara stadium dini, sebagian besar payudara dapat diselamatkan. Tumor dan jaringan sehat di sekitarnya diangkat dengan batas yang memadai. Tindakan ini disebut breast-conserving surgery, dan biasanya juga dilakukan radioterapi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tetapi ada keadaan dimana mastektomi, yaitu pengangkatan seluruh payudara memang lebih tepat dilakukan. Pertimbangannya melihat ukuran, luas dan lokasi tumor, ukuran tumor dibandingkan ukuran payudara, sudah ada penyebaran ke ketiak, riwayat terapi sebelumnya, kondisi pasien, serta berbagai pertimbangan klinis lainnya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Jadi mastektomi bukan hukuman karena seseorang didiagnosis kanker.<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mastektomi adalah salah satu pilihan terapi. Tapi NKRI memang punya masalah unik\u2026.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"576\" src=\"https:\/\/trensehat.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/WhatsApp-Image-2026-08-18-at-07.11.53-1024x576.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-2819\" style=\"aspect-ratio:1.777810915597972;width:622px;height:auto\" srcset=\"https:\/\/trensehat.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/WhatsApp-Image-2026-08-18-at-07.11.53-1024x576.jpeg 1024w, https:\/\/trensehat.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/WhatsApp-Image-2026-08-18-at-07.11.53-300x169.jpeg 300w, https:\/\/trensehat.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/WhatsApp-Image-2026-08-18-at-07.11.53-768x432.jpeg 768w, https:\/\/trensehat.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/WhatsApp-Image-2026-08-18-at-07.11.53-1536x864.jpeg 1536w, https:\/\/trensehat.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/WhatsApp-Image-2026-08-18-at-07.11.53.jpeg 1600w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><br>Masalah kita: banyak pasien datang terlambat<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di sinilah persoalan kanker di Indonesia menjadi rumit.<br>Data dari beberapa rumah sakit pendidikan di Indonesia menunjukkan sekitar 68\u201373% pasien kanker payudara datang ketika penyakit sudah berada pada stadium III\u2013IV, artinya payudara sudah tidak bisa diselamatkan dan bahkan operasipun sudah hampiiir tidak mungkin dilakukan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Banyak dokter tidak bertemu pasien waktu tumornya masih kecil dan pilihan terapinya masih luas.<br>Kalau kanker payudaranya sudah lokal lanjut operasi memang tidak bisa langsung dilakukan, pasien perlu kemoterapi dahulu untuk mengendalikan dan mengecilkan tumor sebelum kemungkinan operasi dinilai kembali.<br>Dan pada kanker yang sudah bermetastasis(berjalan-jalan jauh), tujuan terapi pun berbeda. Pengobatan terutama ditujukan untuk mengendalikan penyakit, memperpanjang kehidupan, mempertahankan kualitas hidup, serta mengurangi keluhan. Akhirnya operasi payudara tidak menjadi pilihan utama.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Jadi kenapa masyarakat curiga dokter bilang kanker terus payudara dibuang?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ini sebenarnya terbalik kalau melihat data Kemenkes, bukan dokter terlalu mudah membuang payudara, tapi pasien yang datang dalam keadaan yang membuat pilihan pengobatan terbatas.<br>Semakin dini kanker ditemukan, semakin banyak pula pilihan yang mungkin tersedia<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">\u201cJangan kemoterapi &#8211; nanti meninggal.\u201d<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Nah, ini sering saya dengar sendiri dari pasien, kalimat seperti ini cepat berpindah dari satu rumah ke rumah lain\u2026\u2026tanpa butuh internet bahkan hehehe\u2026.<br>Bayangkan\u2026..kalau ada tetangga yang menderita kanker dan setelah kemoterapi kondisi pasien makin lemah, muntah-muntah, nggak bisa makan minum, rambutnya rontok, beberapa bulan kemudian meninggal.<br>Kesimpulan pun lahir: \u201cDia meninggal gara-gara kemoterapi.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Padahal ada satu informasi besar yang sering hilang dari cerita itu:<br>Bagaimana keadaan kankernya ketika pengobatan dimulai?<br>Pasien dengan penyakit yang sudah sangat lanjut memang dapat meninggal meskipun sudah mendapatkan pengobatan terbaik. Sehingga tidak ada pilihan pengobatan lain, padahal kondisi pasien sudah sangat buruk\u2026..sebenarnya dokter juga menghadapi pilihan yang nggak mudah.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Sebenarnya apa itu kemoterapi?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kemoterapi adalah pengobatan menggunakan obat yang bekerja secara sistemik\u2014obat beredar melalui pembuluh darah untuk membunuh atau menghambat pertumbuhan sel kanker- obat mengejar sel-sel kanker ke seluruh tubuh.<br>Karena itulah kemoterapi bisa mempunyai efek samping.<br>Pasien bisa mual, muntah, lelah, rambut rontok, sariawan, sel darah putih menurun, anemia, atau efek lainnya, tergantung obat yang digunakan.<br>Beberapa efek samping bisa ringan dan sementara, ada yang serius sehingga perlu ditangani.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dan dokter tahu risiko ini.<br>Karena itu sebelum dan selama kemoterapi, kondisi pasien diperiksa dan dipantau. Pemeriksaan darah, fungsi organ tertentu, kondisi umum pasien, jenis obat dan dosis semuanya menjadi bagian dari pertimbangan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Semua obat memang punya efek samping<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Coba ambil obat yang sangat biasa dari lemari obat, obat batuk misalnya, tertulis di etiketnya dapat menyebabkan kantuk kan?.<br>Apakah karena ada efek samping obat tidak boleh digunakan?<br>Nggak gitu kan\u2026<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Prinsip yang sama berlaku untuk kemoterapi. Bedanya, penyakit yang sedang dihadapi jauh lebih berat, otomatis obatnya juga berat sehingga risiko yang harus dipertimbangkan juga berbeda.<br>Kemoterapi bukan air vitamin tetapi juga bukan racun yang diberikan dokter tanpa perhitungan. Kemoterapi adalah alat untuk melawan kanker, digunakan ketika manfaat yang diharapkan dinilai lebih besar daripada risikonya.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"625\" src=\"https:\/\/trensehat.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/WhatsApp-Image-2026-08-18-at-07.11.52-1024x625.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-2820\" style=\"aspect-ratio:1.6384249664756796;width:652px;height:auto\" srcset=\"https:\/\/trensehat.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/WhatsApp-Image-2026-08-18-at-07.11.52-1024x625.jpeg 1024w, https:\/\/trensehat.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/WhatsApp-Image-2026-08-18-at-07.11.52-300x183.jpeg 300w, https:\/\/trensehat.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/WhatsApp-Image-2026-08-18-at-07.11.52-768x468.jpeg 768w, https:\/\/trensehat.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/WhatsApp-Image-2026-08-18-at-07.11.52-1536x937.jpeg 1536w, https:\/\/trensehat.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/WhatsApp-Image-2026-08-18-at-07.11.52.jpeg 1600w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apakah semua pasien kanker payudara harus kemoterapi?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Juga tidak.<br>Terapi kanker payudara sekarang sangat bergantung pada karakter biologis tumornya.<br>Ada kanker yang sensitif terhadap hormon sehingga terapi endokrin\/hormon berperan penting, tapi ada juga pasien yang karakteristik tumornya tidak memerlukan kemoterapi.<br>Ini salah satu alasan pemeriksaan jaringan tidak berhenti pada kalimat: \u201cWah ada sel kanker.\u201d<br>Kita harus mengenal musuh lebih jauh agar pengobatan dapat dipilih lebih tepat.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Lalu apakah semua perlu radiasi?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tidak juga<br>Radioterapi menggunakan radiasi berenergi tinggi yang diarahkan dan bekerja ke daerah tertentu untuk merusak sel kanker dan menurunkan risiko kekambuhan lokal.<br>Setelah mastektomi, kebutuhan radioterapi bergantung pada risiko kekambuhan\u2014misalnya berdasarkan ukuran dan luas tumor, apakah tumor menyebar ke kelenjar getah bening, faktor klinis dan patologis lainnya.<br>Efek sampingnya juga banyak, kulit kemerahan atau iritasi, pasien bisa merasa lelah, dan jaringan di daerah yang diradiasi dapat mengalami perubahan.<br>Ada kemungkinan efek jangka panjang tertentu, sehingga lokasi, luas lapangan, dosis, dan teknik radioterapi direncanakan dengan hati-hati untuk memberikan terapi pada sasaran sambil sebisa mungkin melindungi jaringan sehat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pengobatan kanker memang tidak ringan, kadang memang berat.<br>Tetapi pertanyaan pasien seharusnya bukan cuma: \u201cApakah terapi ini ada efek sampingnya?\u201d<br>Melainkan:<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">\u201cApa yang terjadi bila kanker ini tidak diobati?\u201d<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kedua risiko ini yang harus dibandingkan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pasien berhak mengetahui mengapa operasi tertentu dipilih.<br>Pasien berhak bertanya mengapa ia perlu atau tidak perlu kemoterapi.<br>Pasien berhak mengetahui tujuan radioterapi.<br>Pasien juga berhak bertanya mengenai efek samping, alternatif pengobatan, kemungkinan keberhasilan, dan apa yang dapat terjadi bila terapi tidak dilakukan.<br>Bahkan bila masih ragu, pasien berhak mencari second opinion.<br>Keputusan pengobatan seharusnya lahir dari komunikasi antara pasien dan tim yang merawatnya, berdasarkan keadaan penyakit pasien\u2014bukan berdasarkan pengalaman penyakit tetangga.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena kanker tetangga belum tentu sama dengan kanker kita.<br>Stadiumnya bisa berbeda, biologi tumor bisa berbeda.<br>Kondisi tubuh pasiennya berbeda juga.<br>Dan karena itu pengobatannya pun bisa berbeda.<br>Yang perlu ditakuti bukanlah sebuah kata bernama \u201ckemoterapi\u201d, \u201coperasi\u201d, atau \u201cradiasi\u201d.<br>Yang perlu kita pahami adalah penyakit apa yang sedang kita hadapi, sudah sejauh apa penyakit itu berjalan, dan apa pilihan terbaik yang masih dimiliki.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Semakin awal kita mencari tahu, semakin banyak pilihan yang tersedia \u2615\u2060\ud83d\udd2a<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u2026\u2026lanjut ke seri ke 3<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n<p id=\"pvc_stats_2818\" class=\"pvc_stats all  \" data-element-id=\"2818\" style=\"\"><i class=\"pvc-stats-icon medium\" aria-hidden=\"true\"><svg aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\" data-prefix=\"far\" data-icon=\"chart-bar\" role=\"img\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" viewBox=\"0 0 512 512\" class=\"svg-inline--fa fa-chart-bar fa-w-16 fa-2x\"><path fill=\"currentColor\" d=\"M396.8 352h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V108.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v230.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zm-192 0h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V140.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v198.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zm96 0h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V204.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v134.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zM496 400H48V80c0-8.84-7.16-16-16-16H16C7.16 64 0 71.16 0 80v336c0 17.67 14.33 32 32 32h464c8.84 0 16-7.16 16-16v-16c0-8.84-7.16-16-16-16zm-387.2-48h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8v-70.4c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v70.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8z\" class=\"\"><\/path><\/svg><\/i> <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"16\" height=\"16\" alt=\"Loading\" src=\"https:\/\/trensehat.com\/wp-content\/plugins\/page-views-count\/ajax-loader-2x.gif\" border=0 \/><\/p>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n<p>\ud83d\udcc2 Kategori Genetik\ud83c\udff7\ufe0f Tag c\ud83d\udcc5 Ditulis pertama kali 2 Agustus 2026\ud83d\udd04 Direvisi terakhir 18 Agustus 2026\ud83d\udcda Referensi utama American Cancer Society \u2014 Treatment Types Misal diagnosis kanker payudara sudah ditegakkan\u2026..sudah pasti maksudnya ya..Lalu apakah payudara harus dibuang? Apakah harus kemoterapi? Apakah perlu radiasi? Dan yang paling menakutkan: apakah pengobatannya justru akan membuat saya semakin sakit?Pada [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2820,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":true,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[17],"tags":[135],"class_list":["post-2818","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-genetika","tag-semakin-awal-kita-mencari-tahu"],"a3_pvc":{"activated":true,"total_views":2,"today_views":2},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/trensehat.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2818","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/trensehat.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/trensehat.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/trensehat.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/trensehat.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2818"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/trensehat.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2818\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2821,"href":"https:\/\/trensehat.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2818\/revisions\/2821"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/trensehat.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/2820"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/trensehat.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2818"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/trensehat.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2818"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/trensehat.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2818"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}