Henrietta Lacks adalah salah satu dari sekian banyak orang yang sangat mempengaruhi hidup banyak orang sementara kita bahkan tidak pernah mengenalnya atau bahkan tidak juga mendengar kisahnya. Yang lebih menarik dari kisahnya adalah dia bahkan tidak tahu kebaikan yang sudah dia lakukan, diperkirakan ada sekitar 10 juta jiwa yang terselamatkan karena perempuan ini, begini kisahnya….

HELA2

Ceritanya berawal pada tahun 1951 ketika Lacks pergi ke Johns Hopkins Hospital di Baltimore AS  & Henrietta Lacks baru tahu kalau dia menderita kanker serviks(leher rahim) & dokter mengatakan kalau dia tidak akan hidup  lebih lama….dia meninggal di tahun ini juga.

Sebelum meninggal, dokter sempat mengambil sel-sel tumornya tanpa seijin Lacks. Sel-sel tersebut akhirnya di bawa ke laboratorium untuk dilakukan pengujian. (Prosedur tindakan medis ini disebut biopsi, artinya mengambil sedikit contoh/sample dari jaringan tubuh).

Dalam sebuah laboratorium mikrobiologi di New York, Colombia, Profesor Vincent Ranciello & George Gey melakukan percobaan dengan beberapa sel tsb. Ternyata para peneliti menemukan bahwa sel tersebut "DAPAT MELAKUKAN SESUATU" yang sebelumnya tidak pernah dilihat oleh para peneliti. "SEL-SEL YANG DIAMBIL INI BISA TETAP HIDUP & TUMBUH (IMMORTAL)". Lacks meninggal di akhir tahun 1951, tapi sel-sel yang diambil masih tetap hidup dan memberikan kontribusi yang besar bagi perkembangan penelitian di seluruh dunia. Sel-sel dari Henrietta Lacks menjadi kunci kemajuan dunia medis selama beberapa dekade.

 

Sel-sel tsb kemudian digunakan dalam penelitian pembuatan vaksin polio, pengembangan obat-obatan kanker, flu, parkinson & bahkan covid19. Selain itu sel ini juga digunakan dalam pemetaan gen, kloning, pengujian efek radiasi atom & menjadi sel pertama yang dikirim ke luar angkasa untuk mengetahui apa yang terjadi pada sel pada kondisi tanpa gravitasi.

 

MENGAPA SEL-SEL HELA INI SEDEMIKIAN PENTING?

Sel-sel Lacks adalah sel immortal(abadi) pertama yang tumbuh dalam kultur(biakan). Sel HeLa merupakan sel epitelial manusia yang berasal dari kanker serviks atau kanker leher rahim. Sel HeLa diambil dari nama Henrietta Lacks, yang meninggal pada tanggal 4 October 1951. Sel HeLa yang diambil pada tanggal 8 Februari 1951 kemudian diperbanyak dengan kultur sel dan banyak digunakan dalam penelitian.

 

MENGAPA SEL-SEL HELA INI BERSIFAT IMMORTAL(ABADI)?

Sel-sel kanker Lacks memiliki sifat yang unik & sangat agresif, sample biopsinya berlipat ganda volumenya setiap 20 sampai 24 jam dimana kultur lain biasanya akan mati. Jika sel-sel ini diberi makan campuran nutrisi yang tepat untuk memungkinkan mereka tumbuh, sel-sel HeLa akan abadi(immortal).

 

Adalah jurnalis Rebecca Skloot, wanita yang menghabiskan satu dekade meneliti cerita "aneh"(untuk jaman itu) ini & menulisnya dalam sebuah buku berjudul “THE IMMORTAL LIFE OF HENRIETTA LACKS” menjadi buku terlaris,  kemudian  diangkat ke layar lebar dengan judul yang sama, Lacks diperankan oleh Renee Elise Goldsberry.

 

Dari kelima orang anak Lacks, Deborah Lacks, dalam film diperankan Oprah Winfrey, begitu  terobsesi oleh kisah ibunya & menyadari betapa sedikit yang dia tahu tentang seorang wanita yang entah bagaimana telah menjadi milik dunia. Awalnya keluarga Lacks sendiri tidak pernah tahu mengenai hal ini selama 20 tahun lebih, hingga akhirnya pada tahun 1970-an keluarga mengetahuinya. Obsesi Deborah & keluarga pada ibunya menjadi kepahitan yang memicu kemarahan pada sistem yang memungkinkan pengambilan bagian dari tubuh seseorang tanpa izin & kemarahan ini berubah menjadi benar-benar paranoid & sampai pada pemikiran bahwa John Hopkins mengkloning sel-sel Henrietta Lacks.

 

Kisah kepahitan ini akhirnya menyinggung masalah minoritas & kemiskinan karena menganggap betapa mudahnya industri medis mengambil keuntungan dari minoritas. Tapi sebenarnya soal pengambilan sample jaringan (biopsi) ini masih menjadi masalah sampai sekarang, masalahnya jika saat itu dokter meminta ijin, akankah Henrietta Lacks memberikan selnya untuk penelitian?, jawabannya bisa saja mungkin atau tidak, tapi memang dokter tidak bertanya saat itu.

 

Saat ini persetujuan tindakan medis yang disebut informed consent  diatur dalam UU Praktek Kedokteran, yang berisi tentang: persetujuan pengambilan jaringan tubuh(sample), soal tindakan medis di luar operasi atau operasi & bahkan pemberian obat-obatan. Sejarah tentang informed consent ini sebenarnya sudah dimulai jauh sebelumnya, di tahun 1945 dengan Nuremberg Trials, Deklarasi Helsinki sampai di tahun 1973 waktu keluarga Henrietta Lacks menyadari masalah ini, Undang-undang Kesehatan masih mencari bentuk. Tapi yang pasti informed consent seharusnya adalah “JANTUNG DARI ETIK MEDIS & REGULASI”, karena manusia punya hak atas tubuhnya sekalipun tubuh itu “sangat sakit”.

Note: tentang informed consent ini akan ditulis tersendiri karena latar belakang cerita yang seru & menarik.

 

Henrietta Lacks memang fana tapi dia meninggalkan bagian dari tubuhnya yang abadi dan melakukan banyak untuk dunia. “ Sesuatu yang telah dilakukan ibuku dalam memberikan sumbangan terbesar untuk kemajuan medis telah merubah kemarahan kami menjadi perasaan senang dan bangga," ujar sang putra Henrietta, Sunny.

 

Lacks sudah meninggal lebih dari 60 tahun yang lalu, tetapi “sel-selnya” yang diambil tanpa sepengetahuan ataupun seijin dia – masih hidup sampai sekarang.

 

Sumber:

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7528065/

https://www.nytimes.com/2021/10/13/science/henrietta-lacks-cells-who.html

https://en.wikipedia.org/wiki/Statue_of_Henrietta_Lacks

https://www.npr.org/2010/12/13/132030076/henrietta-lacks-immortal-cells-live-on-in-labs