ICE BREAKER

...tubuh kita menghasilkan ganja juga lo, hehehe

DI SUATU MASA

Di dekat Pegunungan Flaming, di tempat wisata populer di wilayah otonomi Xinjiang-Uighur, Cina, seorang pria paruh baya berpenampilan Eropa ditemukan bersama setumpuk ganja. Analisis lebih lanjut terungkap kalau pria itu membawa hampir 800 gram ganja dengan kandungan molekul Δ9 – tetrahydrocannabinol (9-THC) yang tinggi. 

Hehehe ini lo bukan tentang turis/ petualang yang ketangkep membwa ganja & pasti bakal menghadapi hukuman penjara, tapi laporan arkeologi tentang penggalian makam seorang pria berusia 45 tahun dengan status sosial tinggi, mungkin seorang dukun, yang dimakamkan sekitar 750 SM. Makam ini diduga terkait budaya Tocharian, populasi nomaden yang berbicara dalam bahasa Indo-Eropa yang sekarang sudah punah, digambarkan bermata biru & berambut pirang, terdapat dalam catatan Tiongkok kuno. Dalam literatur-literatur kuno, Cina tercatat paling awal menggunakan ganja untuk obat & terapi ganja dikaitkan dengan Shén Nóng, dari mitologi Tiongkok, seorang kaisar yang namanya berarti Petani Ilahi (2000 SM). 

Nama umum untuk ganja di Cina adalah yang berarti mati rasa atau anestesi, yang memiliki arti & penggunaan yang sama dalam bahasa Jepang Huà Tuó. Seorang ahli bedah Cina dari dinasti Han, dikatakan telah melakukan operasi dengan anestesi umum menggunakan campuran anggur & ekstrak herbal, yang mungkin mengandung ganja.

GANJA2

SEJARAH PENYEBARAN GANJA

Penyebaran ganja di Eurasia dikenali karena terdapat kata-kata hemp di Inggris, hanf di Jerman, cannăbis di Yunani, canapa di Italia, konoplja di Rusia, qunnab (بﱠﻧُ ) di Arab & Semit, kendir di Turki & kanap'is (კანაფის) dalam bahasa Georgia & Kaukasia. 


Di India ganja disebut Vijaya, telah digunakan ribuan tahun untuk mengurangi rasa sakit, kecemasan, meningkatkan nafsu makan & tidur, melemaskan otot & menghasilkan perasaan euforia. Penyebaran global ganja mencapai puncaknya ketika mencapai Afrika & akhirnya Amerika. Spanyol memperkenalkan ganja di Chili tengah. Louis Hébert, seorang apoteker di Paris, dianggap sebagai kolonis pertama yang menanam ganja pada tahun 1606 di Acadia. Aplikasi topikal ganja untuk peradangan ditemukan di papirus Ebers, yang ditulis di Mesir sekitar tahun 1500 SM. Penggunaan obat ganja telah dilaporkan pada tablet tanah liat di Asyur. 

Penggunaan medis ganja pada Kekaisaran Romawi disebutkan oleh Pliny the Elder, Dioscorides & Galen. The Naturalis Historia oleh Pliny the Elder, Ensiklopedia tertua yang masih ada dari dunia Graeco-Romawi, adalah kompilasi lengkap dari pengetahuan yang tersedia pada saat itu. Dalam bukunya Pliny membahas penggunaan ganja untuk pengobatan, menunjukkan sifat antalgic & anti-inflamasi: rebusan akar dalam air meredakan radang sendi & menyembuhkan asam urat dan penyakit serupa ( radix articulos contractos emollit in aqua cocta, item podagras et similes impetus ). Pliny tidak menyebutkan sifat memabukkan atau euforia. 

GANJA4

Dokter Yunani Dioscorides (40-90 M) juga menegaskan, dalam farmakopenya, "De Materia Medica ," bahwa aplikasi yang dibuat dengan akar ganja yang direbus dapat mengurangi peradangan. Claudius Galen (129-199/217 M) menulis bahwa sudah menjadi kebiasaan di Italia untuk menyajikan kue-kue kecil berisi mariyuana sebagai hidangan penutup. 

Eropa menemukan sifat obat & psikoaktif ganja melalui terjemahan buku-buku & manuskrip Arab oleh para sarjana seperti Sylvestre de Sacy, diikuti oleh pengamatan ilmiah para dokter di zaman petualangan kolonial Eropa, seperti O'Shaughnessy di India & Jacques-Joseph Moreau de Tours di Timur Tengah.

Ibn al-Bayṭār (1197-1248), penulis farmakope terkenal di Andalusia, Kompendium Obat & Makanan menyebutkan berbagai ganja yang disebut Qinnab hindī ( Cannabis indica ) yang tidak pernah dilihatnya di tempat lain selain di Mesir, dimana ganja di budidayakan di kebun. 

Sacy mengatakan bahwa tempat yang disebut al-Junayna (taman kecil), di distrik Kairo kuno yang disebut abbāla (ﺔﻟﺎّﺑطﻟا) (yaitu, Drummer-Girl, atau la Timbalière ), dikenal karena penjualan ganja yang sangat memabukkan. Ketika digunakan secara berlebihan, hashish menyebabkan semacam demensia ( ru'ūna , ا) & psikosis ( zhnūn , نوﻧﺟﻟا).

William Brooke O'Shaughnessy belajar kedokteran di Universitas Edinburgh, ia mempublikasikan hasil pengamatannya tentang ganja pada tahun 1839 & mencatat bahwa efek memabukkan ganja tidak dikenal di Eropa, kecuali beberapa pemuda bereksperimen dengan "hasheesh" di Marseilles (karena tentara Napoleon membawa ganja dari Mesir). O'Shaughnessy mencatat bahwa efek ganja bergantung pada "sekresi resin" yang tampaknya tidak ada di ganja Eropa, kemungkinan karena perbedaan iklim yang kurang cocok untuk ganja tumbuh.

Jacques-Joseph Moreau de Tours, melakukan perjalanan melalui Timur Tengah di tahun 1836 & mengutip laporan Louis Aubert-Roche tentang penggunaan ganja untuk mengobati wabah di Mesir. 

 

ZAMAN KEEMASAN GANJA MEDIS

Ganja menjadi persona grata dalam pengobatan Barat pada akhir abad ke-19. Ratu Victoria menggunakannya untuk menstruasi yang menyakitkan & Permaisuri Elisabeth dari Austria meminumnya untuk obat batuk. J.Russel Reynolds, seorang dokter Inggris yang sangat berpengaruh, diangkat sebagai dokter di rumah tangga Ratu Victoria. Reynold menemukan ganja adalah obat yang paling berguna dalam berbagai penyakit yang menyakitkan (neuralgia wajah, migrain, dismenore, & parestesia). Di tahun 1890, ia merangkum pengalaman lebih dari 30 tahun dengan ganja & masuk dalam majalah Lancet . 

Kendala utama penggunaan ganja di masa itu adalah fakta bahwa bahan aktifnya belum diketahui, molekul Δ9 – tetrahydrocannabinol (9-THC) baru bisa diidentifikasi pada tahun 1964. Oleh karena itu, ekstrak tidak dapat dibuat seragam, karena perbedaan lokasi & musim menghasilkan ganja dengan kadar 9-THC yang berbeda.

Kemajuan medis dalam penemuan obat & karena beberapa indikasi medis, ganja tergeser oleh penemuan obat penenang & analgesik lain seperti aspirin, & karena penggunaan yang tidak dapat dipertanggung jawabkan akhirnya membatasi penggunaan ganja, khususnya di Amerika Serikat.  Beberapa regulasi yang mengontrol penggunaan ganja adalah Undang-Undang Pajak Ganja’1937; penghapusan ganja dari Farmakope Amerika; dan Konvensi Tunggal PBB tentang Narkotika 1961 yang menempatkan ganja di bawah kontrol ketat bersama heroin. Zaman Keemasan ganja berakhir pada tahun 1970. 

 

PENEMUAN ENDOCANNABINOID

Lebih dari 100 senyawa cannabinoid dapat diisolasi dari ganja; dua senyawa penting adalah cannabidiol (CBD) & molekul Δ9 – tetrahydrocannabinol (9-THC), namun karena CBD tidak psikoaktif, ia kalah populer dari 9-THC

Struktur phytocannabinoid psikoaktif utama 9-THC ditemukan Raphael Mechoulam, Professor Israel pada tahun 1964. Pada tahun 1949, ia bermigrasi, bersama orang tuanya yang selamat dari Holocaust, ke US kemudian ke Rehovot, Israel; dimana dia bekerja pada Institut Weizman.

Mechoulam berfokus pada isolasi, penentuan struktur & sintesis molekul Δ9 – tetrahydrocannabinol (9-THC), bahan aktif utama dalam tanaman ganja. Selain itu, Mechoulam fokus pada sistem endocannabinoid (ECS); reseptor cannabinoid, yang ditemukan di otak manusia & otak mamalia lainnya. 

GANJA1

Note: kata “endocannabinoid” merupakan gabungan kata dari 'endogen' dan 'cannabinoid'. Endogen artinya yang diproduksi secara alami oleh tubuh, jadi endocannabinoid artinya senyawa yang terdapat (diproduksi) secara alami oleh suatu organisme yang mirip dengan senyawa ganja. Sistem endocannabinoid (ECS) ditemukan pada manusia yang berfungsi mengatur & menstabilkan fungsi-fungsi sel, organ dalam tubuh makhluk hidup.

Sejak itu, lebih dari 350 artikel ilmiah telah diterbitkan, terutama tentang isolasi 9-THC, cannabinoids, endocannabinoid (Anandamide & 2-Arachidonoylglycerol[2-AG]). Selain itu, karyanya telah memandu peneliti lain tentang isolasi Anandamide endocannabinoid, reseptor endogen pada manusia & juga hewan, ditemukan oleh  2 peneliti pasca-doktoral/murid Mechoulam: Lumír Ondrei Hanus & William Devane. Shimon Ben-Shabat, mahasiswa PhD/murid Mechoulam, menemukan 2-AG, cannabinoid endogen lain.

Ini adalah beberapa penemuan spesifik, tetapi, secara umum, terobosan penelitian ganja Mechoulam yang luas & beragam – pemahaman manusia tentang sejarah perkembangan produk farmasi & pengobatan lain yang lebih alami (serta konsumsi ganja di zaman kuno) telah tersebar. Nama Mechoulam akhirnya dipakai untuk pemberian “Annual Mechoulam Award”pada riset cannabinoid.

Saat ini, ECS terdiri dari beberapa endocannabinoid terutama, AEA dan 2-Arachidonoylglycerol[2-AG], dan dua reseptor cannabinoid utama CB1R ada terutama di sistem saraf pusat & saluran pencernaan,  dan CB2R terlibat dalam regulasi imunitas dan peradangan. ECS berfungsi sebagai sistem sinyal otak yang kompleks dan tersebar luas yang berperan dalam fungsi afektif, kognitif & gangguan psikotik. Fungsi dari  ECS akhirnya menjelaskan ketertarikan manusia pada ganja, yang tampaknya merupakan satu-satunya tanaman yang menghasilkan aktivator phytocannabinoid yang kuat dari CB1R. 

GANJA3

CLOSING

Meskipun dianggap sebagai congener heroin oleh Konvensi Tunggal PBB 1961, ganja secara alami termasuk dalam kelas zat seperti tembakau, alkohol & kafein, yang digunakan secara teratur oleh seluruh umat manusia. Risiko ganja adalah induksi psikosis atau defisit kognitif ketika dikonsumsi selama periode perkembangan saraf. Penemuan penting Mechoulam, bahwa 9-THC adalah psikoaktif utama, dan penjelasan ECS berikutnya, membuka gerbang untuk era baru dalam sejarah ganja.

Masalahnya jumlah 9-THC dalam ganja—bahan kimia yang bertanggung jawab atas potensi obat—telah meningkat secara dramatis dalam beberapa dekade terakhir. Pada pertengahan 1990-an, kandungan 9-THC rata-rata dari gulma yang disita kira-kira 4%. Pada 2014, jumlahnya sekitar 12 persen, dengan beberapa jenis pot yang mengandung kadar 9-THC setinggi 37%, jadi penyalah gunaan inilah yang membatasi ruang gerak penelitian medis.

 

FINALLY

Sekarang banyak negara sudah melegalkan ganja, pilihan ada pada diri sendiri….lagipula sejarah hubungan panjang manusia dengan ganja menjadi masuk akal sekarang setelah diketahui kalau tubuh kita memproduksi cannabinoid(ganja)nya sendiri…hehehe…… ternyata deh….. mangkanye hubungannye lengket, nemplek kek perangko…

 

Sumber:
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7605027/

https://www.history.com/topics/crime/history-of-marijuana

https://geaseeds.com/blog/en/raphael-mechoulam/

https://www.scmp.com/news/china/science/article/3163840/chinese-tomb-reveals-ancient-staple-taste-cannabis-study

https://cannigma.com/history/from-ma-to-cbd-history-of-medical-cannabis/