Caisson Disease

Loading

PROLOOG

Pada tahun 1670, Sir Robert Boyle menempatkan ular Viper berbisa ke dalam ruang kedap udara & secara cepat mengeluarkan udara dari ruangan itu dengan menggunakan vakum. Dalam jurnalnya, dia mencatat kejadian bahwa “tubuh & leher ular itu tumbuh sangat besar & punggungnya melepuh”.

Kalau percobaan tentang ular Viper ini masih kurang mengerikan, yang lebih miris lagi adalah korban ribuan meninggal dari para pekerja bangunan akibat proyek pembuatan jembatan yang dibuat menyeberangi lautan atau sungai untuk menghubungkan antar kota & korban para pekerja tambang yang marak terjadi pada era Revolusi Industri.

APA YANG TERJADI?

Yang terjadi pada ular & pekerja-pekerja penyelam atau penggali tambang itu sama, sama-sama menderita penyakit yang disebut “CAISSON”.

CAISSON DISEASE (Penyakit Dekompresi Caisson)

Adalah kondisi ketika “NITROGEN & GAS LAIN” membentuk gelembung yang menyumbat pembuluh darah atau jaringan tubuh.  (Lihat artikel tentang ”EMBOLI”). Kondisi ini terjadi apabila tubuh mengalami “PERUBAHAN TEKANAN AIR ATAU TEKANAN UDARA YANG TERLALU CEPAT” . Ini biasa terjadi pada penyelam SCUBA, pilot, penerjun payung, penambang, dan siapa saja yang berada pada kondisi pengurangan tekanan udara secara cepat. 

Gas inert, seperti nitrogen larut dalam darah & diabsorpsi jaringan tubuh sebanding dengan tekanan lingkungan sekitar. Jika tekanan ini dikurangi dengan cepat, disebut dekompresi, nitrogen yang larut dalam darah dapat membentuk gelembung, yang mendatangkan malapetaka, karena pada dasarnya, tubuh perlu waktu untuk beradaptasi terhadap perubahan tekanan yang ada. Penyakit ini menyebabkan  banyak kematian pekerja industri, kecacatan dokter & menjadi sumber mitos yang beredar dari mulut ke mulut.

Gejala yang muncul adalah: pusing, kelelahan, nyeri otot & persendian (arthralgia). Pada kasus yang parah, gejala yang timbul mirip dengan stroke, seperti mati rasa, kesemutan, vertigo, kebingungan, nyeri dada, kejang, kelumpuhan, sesak napas sampai meninggal.

SEJARAH KORBAN CAISSON AKIBAT PEMBANGUNAN: 

Tercatat ribuan pekerja meninggal akibat penyakit  Caisson, diantaranya 3 proyek ini yang paling dikenal:

REVOLUSI INDUSTRI

Revolusi Industri ditandai dengan penemuan mesin uap. Pada tahun 1840, Charles-Jean Triger  menggunakan udara bertekanan untuk menambang batu bara di Lembah Loire Prancis, yang disebut Caisson (berarti “kotak” dalam bahasa Perancis) & menjadi orang pertama yang menggunakan “Caisson”.

Sebuah ruangan dengan dasar terbuka diturunkan ke dalam tanah, dan “udara terkompresi dipompa ke dalamnya, memaksa air keluar”. Hal ini memungkinkan para pekerja untuk menggali di bawah permukaan air. Ruang kerja diakses melalui kunci udara di bagian atas ruang, dan seluruh perangkat diatur oleh sistem katup masuk dan keluar yang dikontrol secara manual. 

JEMBATAN ST. LOUIS

Kapten James Buchanan Eads pada tahun 1868 memulai pembangunan Jembatan St. Louis yang melintasi sungai Missisipi dengan fondasi jembatan sedalam 100 kaki, di akhir proyek tercatat 25% dari pekerja menderita Caisson, 30 rawat inap, 13 kematian & 2 pekerja menjadi cacat permanen. 

 

Pada tahun 1870, Alphonse Jaminet, seorang dokter lokal, mendirikan rumah sakit di tongkang terdekat untuk merawat para pekerja setelah keluar dari kotak Caisson,  rumah sakit darurat dengan dipan, selimut & satu dokter ini akan dicatat sebagai “SALAH SATU KLINIK KERJA PERTAMA DI AMERIKA”.

JEMBATAN BROOKLYN

Pada Mei 1870, Washington Roebling membangun Jembatan Brooklyn setinggi 1600 kaki yang menghubungkan Manhattan & Brooklyn. Caisson yang diperlukan tiga kali lebih besar daripada yang digunakan untuk membangun Jembatan St. Louis.

Dokter Andrew H. Smith, seorang spesialis tenggorokan, ditugasi merawat pekerja & di akhir proyek tercatat 86 kasus penyakit Caisson & lebih dari 40 pekerja meninggal. Pada tahun 1873, ia memberikan pidato di College of Physicians & Surgeons di New York tentang penyakit ini & secara resmi menyebutnya sebagai “Penyakit Caisson” & kemudian memperkenalkan istilah tersebut dalam sebuah buku.

SEJARAH & PENELITIAN PENYAKIT CAISSON:

Sepanjang sejarah menyelam, manusia telah berusaha untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang penyakit terkait tekanan ini & mengapa hal itu terjadi, yang sebenarnya tampak lucu kalau kita melihatnya dari kacamata saat ini:

  • 500 SM – Heroditus menceritakan kisah Scyllis, yang menggunakan buluh untuk bernafas sambil menyelam saat  memotong tali tambat kapal Persia
  • 1530 – Lonceng selam pertama ditemukan: berfungsi menahan udara dibawah lonceng sehingga penyelam bisa tetap bernafas.
  • 1650 – Penemuan pompa udara; dengan pompa ini Robert Boyle dapat melakukan eksperimen kompresi & dekompresi hewan.
  • 1667 – Sir Robert Boyle mengamati gelembung di mata ular Viper setelah melakukan percobaan. Dia menulis: “Saya melihat gelembung yang sangat jelas bergerak di dalam lensa mata ular beludak pada saat udara dalam ruangan habis”.
  • 1690 – Edmund Halley mematenkan lonceng selam, penyelaman hingga lebih dari 20 m (60 kaki) selama 90 menit & direkam.
  • 1837 –   Andrew Smith pertama kali menggunakan istilah ‘Caisson Disease’ ketika menjelaskan 110 kasus penyakit dekompresi selama pembangunan Jembatan Brooklyn. Selama proyek ini, penyakit dekompresi dikenal sebagai ‘The Bends’ karena korban secara khas menekuk punggung mereka karena nyeri.
  • 1873 – Dr AH Smith menyajikan laporannya tentang pembangun Jembatan Brooklyn yang mengakibatkan penyakit Caisson & merekomendasikan ruang “REKOMPRESI” tetapi belum mengetahui penyebab penyakit dekompresi.
  • 1878 – Paul Bert menerbitkan ‘La Pression Barometrique, karya 1000 halaman, dia adalah orang pertama yang menunjukkan bahwa penyakit dekompresi berasal dari pembentukan gelembung  gas nitrogen di seluruh tubuh manusia akibat dekompresi yang terlalu cepat. Selain mengidentifikasi penyebab penyakit Caisson, Bert juga mengusulkan intervensi untuk mencegah & mengobati kasusnya. Dia menyarankan “untuk memperlambat kecepatan dekompresi untuk memungkinkan ekskresi gas nitrogen melalui paru-paru”. Praktik “DEKOMPRESI LAMBAT”, “PEMBERIAN OKSIGEN” &” REKOMPRESI” adalah andalan pengobatan penyakit dekompresi, sampai saat ini setelah lebih dari 150 tahun kemudian.
  • 1900 – Leonard Hill menggunakan model katak untuk membuktikan bahwa dekompresi menyebabkan timbulnya gelembung-gelembung nitrogen di tubuh katak & rekompresi menyelesaikannya.
  • 1908 – JS Haldane, AE Boycott dan GC Damanthis menerbitkan makalah penting mereka tentang penyakit dekompresi, ‘Pencegahan Penyakit Udara Terkompresi’. 
  • 1916 – RUANG DEKOMPRESI ditemukan insinyur Italia Alberto Gianni.
  • 1924 – Angkatan Laut AS menerbitkan prosedur rekompresi standar pertama
  • 1942 – Jacques-Yves Cousteau mendesain dan mematenkan Aqua Lung. Aqua Lung masih digunakan sampai sekarang oleh banyak penyelam.

TERAPI:

Terapi Caissson adalah dengan PEMBERIAN OKSIGEN 100%, terapi ini pertama diterapkan oleh JS Haldane sehingga dikenal sebagai Bapak Terapi Oksigen, dilanjutkan dengan re-kompressi di dalam Hyperbaric Chamber, yang ditemukan oleh JS Haldane juga.

JS Haldane memang fisiologi ulung, dia juga yang mampu mengidentifikasi penggunaan gas klorin & fosgen dalam Perang Dunia pertama & merancang masker gas untuk digunakan dalam perang & juga peralatan terapi oksigen untuk merawat korbannya.

Memang RUANG HIPERBARIK & RUANG DEKOMPRESI” sekarang sudah sangat berubah bentuknya, tapi sebagian besar pemahaman kita tentang penyakit dekompresi, bagaimanapun, masih berasal dari pengamatan & upaya ilmiah tahun 1800-an.

Satu lagi penemuan medis tentang Penyakit Caisson yang “harus” memakan jiwa ribuan untuk sampai bisa menegakkan suatu diagnosa & penatalaksanaan terapi…..kemajuan dunia medis memang “lekat” dengan korban jiwa, bahkan sampai detik ini….

….so sad.

Sumber:

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC8682815/
https://www.thetimes.co.uk/article/a-dominant-character-the-radical-science-and-restless-politics-of-jbs-haldane-by-samanth-subramanian-review-j3dzhwtrb

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *