MAKANAN BIKIN KANKER???

Loading

  • Kategori Genetika
  • Tag makanan penyebab kanker • DNA • mutasi • DNA repair • karsinogen • processed food • daging olahan • makanan bakaran • HCAs • PAHs • nitrit • nitrosamin • merkuri • pestisida • antioksidan • gaya hidup sehat • pencegahan kanker
  • Ditulis pertama kali 6 Agustus 2026
  • Referensi utama WHO • IARC • FDA • American Cancer Society

MAKANAN BIKIN KANKER???????
Musuh utama pasien kanker itu bukan nasi sih, tapi salah paham kok…

“Dok, katanya kanker gak boleh makan ayam.”
“Dok, katanya telur bikin kanker tumbuh.”
“Dok, gula harus stop total ya?”
“Dok, ikan laut bahaya?”
“Dok, buah manis gak boleh?”

Akhirnya pasien mumet takut makan, berat badan turun, albumin jeblok, dampak kemoterapi jadi lebih berat. Karena penyakit kanker kan berat, trus takut makan bikin kondisi drop, trus kena kemo langsung semaput deh. Jadi heboh kan cuma karena ketakutan makan ini itu.

Sebenernya dokter melarang ini itu bukan karena makanannya langsung “ngasih makan sel kanker”, tapiiii…
Yang dihindari adalah zat yang berpotensi meningkatkan kerusakan DNA atau peradangan kronis, bukan karena sel kanker suka makan ayam, makan gula atau sate kambing, wkwkwk

Trus sebenernya gimana?, pasien kanker harus makan apa?

SAYURAN & BUAH
Bukan karena buahnya sih, tapi karena risiko paparan pestisida, residunya, atau karena tanah yang tercemar logam berat. Link dibawah menerangkan apa itu residu pestisida, apakah semuanya berbahaya, bagaimana mengurangi paparan dan kenapa buah dan sayur tetap perlu dimakan. Ehm aku yang suka banget lalap-lalapan musti hati-hati deh. Keluarga besarku memang tipe yang kalau dilepas di kebon – bisa hidup sih hihihi.

https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/pesticide-residues-in-food

 

IKAN
Ikan adalah sumber protein yang baik – tapi gimana ya kita bisa tahu kalau ikan itu tercemari merkuri, mikroplastik, limbah industri, kontaminasi lingkungan dll.
Pilih aja ikan yang berukuran kecil sampai sedang, lo kok bisa?

Rupanya merkuri di dalam tubuh ikan mengalami bioakumulasi. Semakin besar dan semakin tua ikan, semakin lama dia mengumpulkan merkuri di tubuhnya, kayak koleksi ajah, kok ikannya okey-okey ajah ya wkwkwk
• Ikan yang biasanya tinggi merkuri, contoh: hiu, marlin, tuna mata besar – ini ikan yang gede-gede.
• Sedangkan yang relatif lebih rendah: bandeng, nila, mujair, lele, patin, sarden, kembung.

Nah itu ikan yang kita makan sehari-hari kan, jadi pasien tidak perlu takut makan ikan. Yang penting bervariasi, jangan setiap hari makan ikan predator besar. Pilih ikan segar dan sumber yang baik.

Link dibawah ada tabel ikan rendah, sedang, dan tinggi merkuri, hehe happy deh salmon kesukaanku masuk daftar ikan yang aman dikonsumsi rutin karena: tinggi omega-3, kadar merkuri rendah dan umur hidup salmon relatif pendek dibanding predator besar.
https://www.fda.gov/food/environmental-contaminants-food/mercury-food

MAKANAN DIBAKAR
Masalahnya bukan ayamnya atau ikannya, tapi masalahnya ya di gosongnya itu, karena waktu makanan gosong terbentuk: HCA (heterocyclic amines) dan PAH (polycyclic aromatic hydrocarbons)
Kedua bahan itu sudah ketauan bisa merusak DNA kalau paparannya tinggi dan terus-terusan. Pembakaran atau grilling pada suhu sangat tinggi dapat menghasilkan heterocyclic amines HCA dan PAH yang berpotensi meningkatkan risiko kanker.

Soal nggak boleh dibakar ini kita juga sering salah paham, ini bukan berarti haram dibakar. Masalahnya begini lo, waktu daging langsung terkena api, lemak menetes ke bara, keluar asap pekat sehingga permukaan menjadi hitam gosong. Semakin gosong akan semakin banyak senyawa karsinogenik terbentuk.

Jadi tips praktisnya: boleh dibakar sesekali, marinasi dulu (bisa mengurangi pembentukan HCA), bakar jangan sampai hitam, potong bagian yang gosong

https://publications.iarc.who.int/Book-And-Report-Series/Iarc-Monographs-On-The-Identification-Of-Carcinogenic-Hazards-To-Humans/Red-Meat-And-Processed-Meat-2018

 

DAGING OLAHAN, bahasa Jowo”nya “processed food” wkwkwk.
Banyak orang tahunya cuma sosis, padahal yang ini juga: nugget, ham, bacon, salami, smoked beef, corned beef, hot dog dan daging kalengan tertentu.
Yang dimaksud olahan adalah daging yang diawetkan dengan: nitrit, pengasapan, penggaraman, fermentasi tertentu, jadi bukan daging segar.
Tapi bukan berarti makan sosis sekali langsung kanker. Hanya yang hobby banget dan rutin makan selama puluhan tahun meningkatkan risiko beberapa jenis kanker.
https://www.iarc.who.int/wp-content/uploads/2018/11/Monographs-QA_Vol114.pdf

PEWARNA
Nah ini repot, khawatir sih BPOM teliti nggak ya, karena pewarna itu ada yang alami
dan ada pewarna sintetis yang legal. Yang lebih repot itu pewarna tekstil ilegal.????
Mumet kan.
Dan pewarna itu ada jenisnya:
• Pewarna alami misalnya: kunyit, daun suji/pandan, bunga telang, ubi ungu. Ini relatif aman sebagai pewarna makanan.
• Pewarna sintetis misalnya: Tartrazine (kuning), Sunset Yellow, Allura Red, Brilliant Blue Ini diizinkan dipakai oleh BPOM dalam batas tertentu.

Masalahnya adalah: dipakai berlebihan, memakai pewarna tekstil atau memakai bahan ilegal

PENGAWET
Tidak semua pengawet berbahaya, ada yang aman sesuai batas penggunaan, dan ada pengawet yang memang diizinkan. Contohnya: asam benzoat, kalium sorbat, natrium benzoat. Kalau dipakai sesuai batas dianggap aman oleh regulator.

Yang sering menjadi masalah justru pengawet ilegal, misalnya: formalin, boraks. Kalau yang ini jelas tidak boleh dipakai pada makanan. Memang yang menjadi masalah adalah: penggunaan berlebihan, bahan ilegal dan pemakaian di luar aturan.

LIMBAH LINGKUNGAN
Hiiiii ini yang paling mumet, karena yang namanya limbah itu nggak cuma limbah radioaktif. Tapi juga limbah industri, logam berat, pestisida, polusi udara, asap rokok.
Jadi sebenarnya masalahnya adalah paparan seumur hidup terhadap berbagai zat, bukan satu makanan tertentu.

TRUS KENAPA GAK SEMUA ORANG KENA KANKER? Tubuh kita sebenarnya luar biasa. Setiap hari DNA memang mengalami ribuan  kerusakan kecil. Tetapi tubuh memiliki DNA repair, antioksidan alami, sistem imun, sehingga sebagian besar kerusakan berhasil diperbaiki.

Kanker itu dibagi dua, ada yang genetik dan sporadik.
Yang GENETIK memang sudah membawa mutasi gen, tapi juga tidak otomatis atau pasti jadi kanker, masih butuh faktor lain sampai bisa tumbuh menjadi kanker.
Kalau kanker yang NON-GENETIK atau SPORADIK, pencetusnya itu memang karena: usia, radikal bebas, sinar UV, rokok, polusi, makanan, infeksi tertentu dll, yang selama bertahun-tahun menyebabkan mutasi gen dan akhirnya terbentuk kanker.

Finally ……….
“Justru kalau semua makanan ditakuti, lama-lama pasien akan kekurangan gizi. Padahal tubuh sedang berjuang memperbaiki jaringan setelah operasi, menghadapi kemoterapi, atau menjalani radioterapi. Yang dibutuhkan bukan rasa takut terhadap makanan, tetapi memilih makanan yang bersih, bergizi seimbang, dan dikonsumsi secara bijaksana.”

“Sel kanker tidak tumbuh karena kita makan satu potong ayam bakar kemarin sore. Kanker adalah proses biologis yang biasanya berlangsung bertahun-tahun, melibatkan interaksi antara faktor genetik, lingkungan, dan kegagalan mekanisme perbaikan DNA. Karena itu, jangan hidup dalam ketakutan terhadap makanan. Yang lebih penting adalah menjalani pola hidup sehat secara konsisten.”

Jadi prinsipnya begini:

  • Pilih makanan segar bila memungkinkan.
  • Variasikan sumber makanan, jangan itu-itu saja.
  • Kurangi makanan ultra-proses.
  • Hindari makanan yang gosong.
  • Cuci buah dan sayur dengan air mengalir.
  • Beli makanan dari sumber yang terpercaya.
  • Protein tetap penting untuk membantu tubuh pulih selama terapi kanker.

Yaaa gimana lagi – Bumi modern memang membawa lebih banyak paparan—polusi udara, pestisida, logam berat, asap rokok, makanan ultra-proses, dan berbagai bahan kimia. Jadi tujuannya memang bukan mengejar makanan yang “100% bebas risiko”, karena itu hampir mustahil, tetapi mengurangi paparan yang memang bisa dihindari dan memberi tubuh kesempatan bekerja sebaik mungkin.

Lagipula tubuh kita bukan “makhluk yang rapuh”, tubuh manusia dibekali sistem pertahanan yang luar biasa: enzim detoksifikasi, mekanisme perbaikan DNA, dan sistem imun yang setiap hari bekerja memperbaiki kerusakan kecil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *