POLUSI TUBUH: YANG MASUK KE TUBUH KITA BUKAN CUMA MAKANAN

Loading

šŸ“ Kategori Genetika
šŸ·ļø Tag polusi tubuh, mikroplastik, plastik panas, kontaminasi makanan, polusi udara, bahan kimia lingkungan, karsinogen, DNA, kerusakan DNA, kanker, pencegahan kanker, kesehatan lingkungan
šŸ“… Ditulis pertama kali 19 Agustus 2026
šŸ”„ Direvisi terakhir 20 Agustus 2026
šŸ“š Referensi utama WHO • IARC • FDA

Pernah lihat orang jual gorengan?
Pisang masuk minyak panas, lalu entah bagaimana plastik kresek ngikut nyemplung juga dan jadilah pisang goreng crunchy. šŸ˜‚
Atau rantang dan penggorengan di rumah yang lapisannya sudah terkupas, tapi masih dipakai terus.
Makanan panas langsung dibungkus plastik.
Air minum ternyata juga bisa mengandung partikel yang sebenarnya tidak kita pesan.

Selama ini kita sibuk bertanya: ā€œMakanan apa yang bikin kanker?ā€
Padahal pertanyaan yang benar adalah: ā€œSelain makanan, apa saja yang ikut masuk ke tubuh kita setiap hari?ā€

TUBUH KITA NGGAK HIDUP DI DALAM TOPLES

Manusia tidak hidup dalam lingkungan steril.
Kita makan, minum, bernapas, menyentuh benda, memakai kosmetik, memasak dengan berbagai peralatan dan setiap hari berhubungan dengan ribuan bahan kimia maupun partikel dari lingkungan.
Sebagian tidak berbahaya dan otomatis dikeluarkan tubuh, tapi sebagian lagi berpotensi mengganggu kesehatan bila paparannya cukup besar atau berlangsung lama.

Jadi jangan langsung parno.

Terpapar zat berbahaya nggak berarti sekali kena langsung sakit.
Dalam ilmu toksikologi, risikonya tergantung pada berapa banyak dosisnya, seberapa sering kita terpapar, berapa lama, dan lewat mana zat itu masuk ke tubuh.

PLASTIK + PANAS…..ini pasangan maut hihihi

Ada berbagai macam plastik dengan sifat dan penggunaan yang berbeda. Ada yang memang dirancang tahan panas sampai suhu tertentu, ada yang bukan untuk dipanaskan.
Karena itu kresek belanja memang bukan pasangannya minyak goreng panas. šŸ˜‚
Juga wadah plastik sekali pakai ya gimana kalau dipakai berulang kali untuk makanan panas.

Plastik harus digunakan sesuai peruntukannya. Plastik yang tidak dibuat untuk kontak dengan makanan pada suhu tinggi jangan dipaksa berenang di minyak goreng.
Bukan berarti sekali makan makanan yang dibungkus plastik panas besok pagi langsung tumbuh kanker, fokusnya bagaimana menghindari paparan yang nggak perlu, gunakan wadah yang memang dibuat untuk makanan panas.

FDA menjelaskan bahwa keamanan food-contact substances dinilai sesuai intended conditions of use. Mereka mempertimbangkan jenis makanan, suhu, lama kontak, apakah sekali pakai/berulang, serta berapa banyak zat dari material yang dapat bermigrasi ke makanan. Untuk makanan yang kontak pada suhu tinggi, pengujian migrasinya juga dilakukan pada suhu tertinggi dan lama kontak.
https://www.fda.gov/food/food-ingredients-packaging/food-packaging-other-substances-come-contact-food-information-consumers

WAJAN SUDAH BOTAK, MASIH DIAJAK BERJUANG

Penggorengan dengan coating yang sudah rusak bagaimana?, ya memang kalau bisa memasak dengan alat yang masih layak, kenapa nunggu wajannya tinggal rangka? šŸ˜‚

Tapi bukan berarti: ā€œLapisan wajan tertelan = kanker.ā€

Tidak sesederhana itu, BfR Jerman menyatakan serpihan kecil PTFE dari coating yang tergores, bila tidak sengaja tertelan, tidak otomatis menimbulkan dampak kesehatan karena PTFE inert, tidak dicerna, dan dikeluarkan oleh tubuh. FDA juga menyebut migrasi PFAS dari coating non-stick yang digunakan sebagaimana mestinya negligible.
Yang benar-benar harus dihindari justru wajan PTFE kosong dipanaskan kelewat tinggi. Sekitar ≄360°C, PTFE dapat terurai dan melepaskan gas yang berbahaya.
https://www.bfr.bund.de/en/service/frequently-asked-questions/topic/selected-questions-and-answers-on-cookware-ovenware-and-frying-pans-with-a-non-stick-coating-made-of-ptfe/

SABUN CUCI PIRING JUGA BUKAN BUMBU

Deterjen pencuci piring memang dibuat untuk membersihkan lemak dan kotoran.
Tujuannya bukan membuat hidup steril, tapi mengurangi paparan yang dihindari.
Sabun cuci piring bukan ā€œracun penyebab kankerā€; gunakan sesuai petunjuk dan bilas sebagaimana mestinya. Karena yang sudah pasti adalah, apakah air yang digunakan bersih, jangan sampai kita dapet bonus Typhus deh.

TERUS… MIKROPLASTIK ITU APA?

Plastik yang dibuang ke lingkungan tidak selalu hilang begitu saja, di alam akhirnya menjadi partikel kecil berukuran kurang dari 5 mm disebut mikroplastik. Dan sekarang mikroplastik sudah ditemukan di mana-mana, di laut, darat dan udara šŸ˜‚, dan rupanya masih nggak cukup, ditemukan juga di makanan, di air minum, bahkan di tubuh manusia.

WHO sudah meninjau adanya mikroplastik dalam air ledeng dan air kemasan. Tapi ada satu hal penting, ditemukan ≠ otomatis terbukti menyebabkan penyakit. Riset tentang dampak jangka panjang mikroplastik pada manusia masih berkembang dan belum menyimpulkan kalau mikroplastik menyebabkan kanker.

JAKARTA JUGA PERNAH DICARI. Pada penelitian tahun 2017 di Jakarta, 16 dari 21 sampel air yang diperiksa—sekitar 76%—dilaporkan mengandung serat plastik mikroskopis.
Ini menarik karena menunjukkan betapa luasnya pencemaran plastik di lingkungan kita, tapi data tersebut jangan diartikan bahwa 76% seluruh air Jakarta berbahaya dong.

Itu dua kesimpulan yang berbeda.

BAHKAN SUDAH DITEMUKAN DI PLASENTA, nah, ini yang membuat para peneliti makin penasaran. Tahun 2021 dipublikasikan penelitian yang menemukan mikroplastik pada plasenta manusia.
Artinya partikel dari lingkungan ternyata dapat ditemukan jauh di dalam tubuh kita.
Seram? Ya iyalah šŸ˜‚

POLUSI YANG SUDAH JELAS BISA MENYEBABKAN KANKER ADA NGGAK?

Ada dan contoh paling gampang adalah polusi udara luar.
IARC sudah menggolongkan outdoor air pollution dan particulate matter di dalamnya sebagai karsinogen Group 1, artinya bukti bahwa paparan tersebut dapat menyebabkan kanker pada manusia sudah kuat. Mekanismenya juga menarik. Sebagian paparan lingkungan dapat menyebabkan stres oksidatif, inflamasi menetap dan kerusakan DNA

Nah… DNA nongol lagi. 🤭

Tubuh kita setiap hari terpapar berbagai zat dari lingkungan. Beberapa karsinogen dapat merusak DNA secara langsung, sebagian lain menimbulkan radikal bebas dan peradangan kronik yang akhirnya ikut meningkatkan kerusakan DNA.

Untungnya sel kita punya pasukan perbaikan ā€œDNA repairā€.
Kerusakan diperiksa dan diperbaiki terus-menerus. Sel yang kerusakannya terlalu berat dapat diperintah untuk berhenti membelah atau mati. Masalah mulai muncul ketika kerusakan lolos dari perbaikan dan menetap menjadi mutasi.
Kalau mutasi itu kebetulan mengenai gen penting—misalnya gen yang mengatur kapan sel boleh membelah, memperbaiki DNA, atau memerintahkan sel rusak untuk mati—kontrol pertumbuhan sel perlahan bisa terganggu.

Memang kanker bukan terjadi karena DNA sekali ā€œtersenggolā€.
Biasanya diperlukan akumulasi berbagai perubahan selama waktu yang panjang.

JADI BERAPA BANYAK KANKER YANG SEBENARNYA BISA DICEGAH?

Ini angkanya lumayan bikin melotot….
Analisis WHO dan IARC tahun 2026 memperkirakan sekitar 37% kasus kanker baru di dunia pada tahun 2022—sekitar 7,1 juta kasus—berhubungan dengan penyebab yang dapat dicegah.
Penyebabnya antara lain rokok, infeksi tertentu, alkohol, berat badan berlebih, kurang aktivitas fisik, polusi udara, radiasi ultraviolet, serta beberapa paparan di lingkungan dan tempat kerja.
Kanker biasanya merupakan hasil perjalanan panjang antara faktor lingkungan, paparan, usia, kebiasaan hidup dan perubahan yang terjadi di dalam sel.

TERUS KITA HARUS HIDUP GIMANA?

Nggak perlu pindah ke gunung sambil bawa panci stainless dan air satu trukšŸ˜‚. Tapi boleh juga sekali-sekali sih wekkk…..nggak perlu diterangin seh…..

Karena kita memang tidak mungkin hidup tanpa paparan.
Tujuannya bukan membuat tubuh steril dari dunia luar.
Tujuannya adalah jangan menambah paparan yang sebenarnya bisa kita hindari.
https://www.iarc.who.int/news-events/four-in-ten-cancer-cases-could-be-prevented-globally/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *