Sejarah Kelabu Profesi Bedah

BARBER

Loading

📁 Kategori Kisah yang Mengubah Dunia
🏷️ Tag barber-surgeon, sejarah bedah, sejarah kedokteran, anatomi, diseksi, Company of Barber-Surgeons, Royal College of Surgeons
📅 Ditulis pertama kali: 23 Januari 2023
🔄 Direvisi terakhir: 26 Agustus 2026
📚 Referensi utama: Royal College of Surgeons of England • Worshipful Company of Barbers • Encyclopaedia Britannica
🖼️ Foto: Jonas Magnus Lystad/Wikimedia Commons — CC BY-SA 4.0; cropped. Gambar: Koleksi Pribadi edit AI😭😂

Sulit membayangkan bahwa profesi bedah modern—dengan ruang operasi, pendidikan spesialis, standar kompetensi, dan teknologi yang rumit—pernah mempunyai hubungan sangat dekat dengan… tukang cukur rambut.

Tapi begitulah sejarahnya, eh gimana ceritanya?
Begini….pada masa itu kaum terpelajar belum banyak, diantaranya adalah para biarawan dan pendeta, mereka ini yang mengambil posisi medis, waktu itu profesi bedah memang belum ada.
Kelompok barber ini kemudian mengambil para pendeta muda sebagai asisten mereka, yang akhirnya kerjasama antara kelompok pendeta, biarawan dan barber inilah yang menaikkan kemampuan para barber karena kelompok biarawan ini punya latar belakang medis.
Di masa itu profesi barber menempati posisi terpandang di masyarakat karena pemahaman bahwa penyakit dapat masuk ke dalam tubuh melewati kepala, sehingga barber selalu dipanggil jika anggota keluarga sakit dan bahkan dipanggil juga untuk mengusir setan, karena….sekali lagi, setan dianggap masuk ke dalam tubuh lewat kepala….wkwkwk 😭😂

Hubungan Barber – Surgeon

Pada Abad Pertengahan, pembedahan belum menempati posisi seperti sekarang. Dokter yang terdidik secara akademis lebih banyak menangani penyakit dengan obat dan teori kedokteran, sementara berbagai tindakan menggunakan tangan dan alat dilakukan oleh kelompok lain.
Dan salah satunya memang barber.
Selain mencukur rambut dan janggut, barber melakukan bloodletting, cupping, mencabut gigi, serta membuka abses. Dari sinilah muncul kelompok yang kemudian dikenal sebagai barber-surgeon.
Hubungan barber dan surgeon akhirnya dibuat resmi di Inggris.

Pada tahun 1540, melalui Act of Parliament pada masa Henry VIII, Company of Barbers dan Fellowship of Surgeons di London disatukan menjadi:

The Company of Barber-Surgeons. 😭😂

Jangan membayangkan organisasi ini hanya mengurus pisau cukur dan gunting. Mereka ikut mengatur pendidikan dan praktik pembedahan. Bahkan mereka memperoleh hak menggunakan jenazah terpidana mati untuk diseksi dan pengajaran anatomi.

Tetapi ilmu bedah terus berkembang.
Pengetahuan anatomi bertambah, rumah sakit berkembang, pendidikan bedah menjadi semakin sistematis, dan para surgeon mulai melihat pekerjaannya sebagai profesi tersendiri yang membutuhkan pendidikan serta standar keilmuan yang berbeda dari barber.

Perkawinan 2 profesi itu akhirnya berakhir 😝

Pada 1745, setelah lebih dari dua abad bersama, surgeons resmi memisahkan diri dari Company of Barber-Surgeons dan membentuk Company of Surgeons. Kelompok inilah yang kemudian berkembang menjadi:

Royal College of Surgeons.

Di Perancis pada tahun 1743 Louis XV secara resmi melarang barber untuk membedah. Era ini menandai masa suram kelompok “barber-surgeon”, mereka ditolak di hampir semua kelompok masyarakat, dan makin menghilang gaungnya setelah arah model rambut kala itu mulai menyukai wig/rambut palsu, habis deh riwayat mu, dan mereka akhirnya beralih profesi menjadi pembuat wig…..wakakakakakak 😭😂 😝

Jadi perjalanan profesi bedah ternyata tidak dimulai dari operating theatre yang terang, monitor canggih, stapler, laparoskopi, atau robot. Ia pernah tumbuh di dunia tempat pisau cukur dan pisau bedah berada di tangan yang sama.

Dan mungkin justru itulah bagian menarik dari sejarah kedokteran.
Sebuah profesi tidak lahir dalam bentuknya yang sempurna. Ia dibentuk perlahan oleh ilmu pengetahuan, pendidikan, pengalaman—dan keberanian untuk meninggalkan praktik lama ketika bukti menunjukkan jalan yang lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *