RNA LADY

Loading

Beberapa negara yang membuat vaksin untuk covid19 dengan berbasis RNA adalah: German, China, USA & tidak ketinggalan India.

Cerita tentang “RNA based vaccine” ini ternyata berawal dari seorang cewek dong….naah, tiap ada cewek keren begini, antene aye langsung bergetar & cari tau dong.

Dia dikenal dengan sebutan “RNA lady”, karena kiprahnya bergelut dengan mRNA. KATALIN KARIKO, biochemist yang berasal dari Hungaria, Eropa ini terbang ke Amerika pada tahun1980 untuk memperdalam pendidikannya sekaligus meneliti tentang mRNA, dimana pada masa itu peneliti-peneliti di Amerika masih bersikap skeptis terhadap “subjek mRNA”, kemudian bertemu dengan rekannya di tahun 1997 DREW WEISSMAN, American Imunologist, bersama-sama mereka meneliti tentang mRNA.

Kariko bersama Weissman memegang US paten untuk aplikasi RNA termodifikasi nukleosida non imunogenik & mendirikan RNARx & menjadi CEO dari tahun 2006 sampai 2013. Pada tahun 2013 bergabung dengan BioNTech RNA Pharmaceuticals & menjadi vice president pada tahun 2019.

Kolaborasi antara Pfizer(Perusahaan Farmasi raksasa Amerika yang berdiri sejak tahun 1849), BioNTech (didirikan tahun 2008 di Jerman oleh suami istri Ugur Sahin & Ozlem Tureci) & Moderna (Perusahaan Farmasi & Biotechnology, didirikan September 2010 di Massachusetts) bertujuan untuk mempercepat ketersediaan vaksin berbasis mRNA ini dalam skala besar.

https://www.timesofisrael.com/the-hungarian-immigrant-behind-messenger-rna-key-to-covid-19-vaccines/
https://www.pfizer.com/news/press-release/press-release-detail/pfizer-and-biontech-announce-further-details-collaboration

Mungkin kita hanya mendengar vaksin mRNA buatan Pfizer yah? Oh noooo….

  • China juga membuat vaksin berbasis mRNA & diberi nama ARCoV & dana sebanyak RMB 1.2 billion ($188 million) diguyurkan untuk pembuatan vaksin ini & sudah masuk uji klinik fase 3 & siap edar di akhir tahun 2021.
  • Apakah India juga bikin? Oww tentu saja, negara penyedia 60% vaksin dunia ini gak mungkin ketinggalan, vaksin berbasis mRNA buatan India dikembangkan oleh Gennova & diberi nama “HGC019” & dikatakan memiliki kelebihan dibanding vaksin mRNA buatan Pfizer karena bisa stabil selama 2 bulan dalam suhu 2  s/d 8 derajat Celcius.
https://www.fiercebiotech.com/biotech/china-s-stemirna-raises-188m-to-fund-mrna-covid-19-vaccine
https://news.cgtn.com/news/2020-06-26/China-s-first-COVID-19-mRNA-vaccine-approved-for-clinical-trials-RDTXX0jVJK/index.html

https://www.hindustantimes.com/india-news/india-s-mrna-vaccine-candidate-advances-to-human-trial-phase/story-euXWYNfRxfLKT84B7ntmjL.html

APA ITU VAKSIN mRNA?

Ceritanya harus dimulai dari kata……”genome”, dimana di dalam suatu organisme merupakan satu set lengkap gene & instruksi genetik ini dibutuhkan untuk membuat suatu organisme…..termasuk “bikin” manusia. Instruksi genetik ini dikodekan dalam DNA yang berada di dalam nukleus/inti di hampir setiap sel di dalam tubuh kita. Contohnya “sel liver/hati”, supaya sel hati kita menjadi sel hati & bukan sel jantung, sel hati kita hanya mengikuti serangkaian instruksi dari genome kita yang “mengkode” sel hati.

Yang lebih mudah, contoh sebaliknya, serem neh….misal ada korban bom & jaringan tubuh tercecer kemana2 sampai kita gak tahu lagi “ini jaringan apa” kalau hanya ngeliat pake mata….tapiiiii dokter bisa tahu jaringan yang tercecer itu apa…..karena sel-sel tubuh emang beda, sel liver beda dengan sel jantung, beda dengan sel kulit, beda dengan sel gondok dst dst. 

Masih belum jelas soal genome ini ya……coba bayangkan waktu kita pergi ke perpustakaan & kita tidak boleh meminjam buku untuk dibawa pulang…. nah padahal kita butuh referensi dari buku-buku itu, kita butuh panduan tentang “bagaimana mengerjakan suatu projek”, kita butuh instruksi spesifik tentang itu, yaaa akhirnya kita hanya bisa membuat catatan kecil, gak mengkopi seluruh buku dong, tapi hanya instruksi spesifik yang dibutuhkan untuk projek.

Nah, “cara sel-sel mencatat” ini adalah dengan menggunakan molekul yang disebut RNA & kita menyebut catatan tadi sebagai “messenger RNA’ or mRNA. Jadi ada molekul protein di dalam sel-sel kita yang kerjaannya pergi ke nukleus(inti sel) & menulis instruksi spesifik untuk pekerjaan yang spesifik juga. Instruksi2 ini, atau mRNA kemudian dibawa ke bagian lain dari sel & digunakan untuk membuat protein2. 

Jadi, vaksin mRNA hanyalah tipe vaksin yang mengemas instruksi DNA(seperti catatan kecil tadi) dari protein SARS-CoV-2, sedikit fragmen dari materi genetik yang disebut mRNA dari genome virus diinjeksikan ke dalam lengan kita, mRNA akan masuk ke dalam sel-sel tubuh kita & sampai di sitoplasma sel, kemudian sel-sel tubuh kita akan memperlakukannya seperti biasanya, yaitu membentuk protein-protein SARS-CoV-2. Benernya lo vaksin ini “MENIPU” sel-sel kita untuk membentuk protein spesifik dari virus SARS-CoV-2 menggunakan mesin sel kita.

Aslinya kerjaan sehari-hari dari sel-sel kita secara alami yaaa membuat ribuan mRNA milik kita sendiri sepanjang waktu(tergantung protein yang akan dibentuk), jadi vaksin mRNA(dari COVID-19) hanyalah salah satunya. Sekali vaksin mRNA berada di dalam sitoplasma, sel-sel tubuh akan membentuk SPIKE PROTEIN DARI Sars-CoV-2.

Tapi bagaimanapun, nah ini PENTING, VAKSIN TIDAK MEMILIKI INSTRUKSI UNTUK MEMBUAT “virus SARS-CoV-2 secara utuh”. Tapi hanya membuat “SPIKE PROTEIN”, dimana dalam dunia nyata hehe….bagian ini digunakan oleh virus untuk nemplok & masuk ke sel-sel kita. Setelah SPIKE PROTEIN terbentuk, sistem immun membuat sel-sel & protein(antibodi) yang akan mengenali & menghancurkan “SPIKE PROTEIN” virus sehingga melindungi kita dari COVID-19.

…….hehehe mumet ya, mbulet ya…..jadi sel-sel tubuh kita disuruh bikin SPIKE PROTEIN oleh si mRNA(yang ada di vaksin) yang seperti virus punya, terus sel-sel tubuh kita kan jadi sadar(sistem immun) tuh untuk membentuk ANTIBODI. Jadi kalau nanti ada virusnya yang aselik yang kalau menyerang pake pedang “SPIKE PROTEIN”, antibodi kita dah banyakkk tuh barisan tentaranya, mangkanya vaksin jenis ini disebut “smart vaccine”.

Dalam hal pembuatan, di masa depan vaksin mRNA di disain bisa menggunakan RNA yang dibuat secara SINTETIS, sehingga tidak memerlukan kultur sel, bakteri atau inang/host lain untuk menumbuhkannya, ini berarti dapat diproduksi dengan cepat & murah.

https://www.hindustantimes.com/india-news/india-s-mrna-vaccine-candidate-advances-to-human-trial-phase/story-euXWYNfRxfLKT84B7ntmjL.html

APAKAH VAKSIN mRNA MEMPENGARUHI KODE GENETIK KITA?

Teknologi vaksin yang digunakan Pfizer, BionTech & Moderna sebenarnya hanya memberi instruksi pada sel yang bersifat sementara, yaitu untuk membuat “SPIKE PROTEIN DARI CORONAVIRUS”. Vaksin ini mengajari sistem immun kita untuk melawan virus dengan membentuk antibodi, yang timbul sebagai reaksi terhadap”spike protein”.

Vaksin mRNA berumur pendek & secara cepat akan dihancurkan setelah vaksin menyelesaikan tugasnya, ini terjadi juga dengan mRNA aselik milik kita sendiri, yang membentuk sel-sel dari seluruh organ tubuh.

BETULKAH VAKSIN mRNA TIDAK BISA MASUK KE DNA KITA?

Kode genetik kita terdiri dari molekul yang berbeda & mRNA TIDAK DAPAT MEMASUKKAN DIRINYA KE DALAM DNA kita karena:

  • Kedua molekul memiliki struktur kimia yang berbeda. Jika mRNA dapat memasukkan dirinya secara random ke dalam DNA kita, ini akan mengacaukan cara manusia memproduksi protein, juga akan mengacak genome manusia & akan diteruskan ke sel & diturunkan ke generasi mendatang dimana bentuk kehidupan yang seperti ini tidak akan bertahan, itulah mengapa hal seperti ini tidak akan terjadi…..& kalau bisa, udah lama manusia ini berubah jadi ALIEN wkwkwk.
  • Vaksin mRNA & DNA adalah 2 bagian yang berbeda dari sel. DNA kita terletak di nukleus sedangkan vaksin mRNA hanya masuk ke dalam sitoplasma, tidak pernah masuk ke nucleus/inti sel & tidak ada molekul yang dapat membawa mRNA masuk ke dalam nukleus, SARS-COV-2 tidak memiliki mesin molekuler untuk mengintegrasikan RNA-nya ke dalam DNA manusia.

Lagipula kalau virus mampu mengintegrasikan materi genetiknya ke dalam DNA manusia, itu bisa berarti bahwa mRNA (virus) lain dapat melakukan hal yang sama. Tetapi sampai detik ini tidak ada data yang mendukung & untuk tau ada tidaknya integrasi ini, para peneliti mengembangkan teknik dengan mengekstrak materi genetik dari sel yang terinfeksi & kemudian mereproduksi materi genetik 30 kali lipat. Jika ada peristiwa chimeric dalam DNA sel inang, potongan-potongan materi genetik dari SARS-CoV-2 ini juga harus meningkat 30 kali lipat, tapi data tidak menunjukkan ini.

Buat kita disini gampang contohnya, Indonesia kan daerah endemik demam berdarah(DHF) , naaa virus DHF itu salah 1 contoh dari VIRUS RNA & kite2 sering kan diserang VIRUS RNA ini, kalau emang banyak berita GJ yang bilang vaksin berbasis RNA bisa mempengaruhi DNA kita karena bisa masuk ke inti sel…..yaaaa VIRUS RNA DHF bisa masuk ke DNA kita juga……& abis sakit demam berdarah kita2 berubah jadi virus DHF dong eeehhh berubah jadi nyamuk dong….weeek.

https://www.purdue.edu/newsroom/releases/2021/Q2/the-covid-19-virus-may-not-insert-genetic-material-into-human-dna,-research-shows.html
https://scitechdaily.com/can-the-pfizer-or-moderna-mrna-covid-vaccines-affect-your-genetic-code/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *