Interaksi Obat Covid Bikin Mati?

Loading

PROLOOG:

Lagi enak-enak nih gue & temen-temen nongkrong eeee miss virus flu lewat geber-geber, jadilah kite-kite terpapar & bikin :

– Temen pertama: dia ke dokter dapet resep 1 kali & sembuh.

– Temen ke-2: dia ke dokter & dapet resep & gak sembuh juga & akhirnya opname.

– Temen ke-3: dia cukup diet sehat + olah raga + istirahat & dia sembuh.

– Giliran gue: gak ngefek, bukannye nyombong ye,  la wong seumur2 tuh gue hampir ga pernah flu, gue dah punya penyakit langganan lainnya, pasti dah pada tau deh hehehe.

Kenapa bisa begini & begitu?, aneh?, nggak juga, ini sebabnya:

1.      GENETIK: masing2 kita membawa genetik yang berbeda, contoh, yang punya bakat asthma & tidak terkontrol akan lebih mudah terpapar.

2.      LIFESTYLE & STATUS GIZI: contoh, penyakit diabetes tipe 2, ini diabetes yang terjadi karena pola makan yang buruk. Status gizi yang baik sangat berpengaruh pada gampang/ nggak gampangnya seseorang terpapar & ujung2nya mempengaruhi kecepatan proses penyembuhan. Contoh lain, status gizi sangat mempengaruhi sistem immun, jadi mempengaruhi mudah tidaknya terpapar penyakit dong, atau kalau operasipun, sangat mempengaruhi penyembuhan paska operasi.

3.      KEGANASAN PENYAKIT: contoh, biarpun gue masih muda hihihi, udah vaksin COVID 4 X & udah lewat 2 bulan dari vaksin(antibodi dah terbentuk maksimum), tapi kalo miss virus yang nyium buanyakkkkkkkk banget2…..hadehhh gak ada yang bisa bertahan deh.

4.      PENGOBATAN & PENATALAKSANAAN:  Kalau di dunia bedah, teknik/handling emang penting, yang harus diperhatikan, apakah jenis operasi  itu kecil, sedang, besar atau khusus, gampangnya kalau jenis operasi itu kecil & sedang…..ya piye seh kalau ujung2nya hasilnya jelek, masak salah kang potong lagi?.  Soal interaksi obat memang ada, lanjut dulu yaaa, nti diterangin.

Jadi liaaaat 4 hal ini…… “OBAT AKHIRNYA TIDAK MENJADI FAKTOR TUNGGAL KEBERHASILAN SUATU PENGOBATAN”, jelas kan?.

Nah soal interaksi ANTAR obat ini ada 2 hal yang terjadi:

– POTENSIASI/SYNERGISM: 2 atau lebih obat yang efeknya saling memperkuat sehingga efeknya menjadi lebih kuat dibanding kalau dikonsumsi tunggal, contoh benzodiazepines & propofol (yang akhir ini obat yang dipakai & diduga penyebab Michael Jackson meninggal, mungkin dia mau fly, tapi yaa kebangetan kalau sampai pake obat ini)

– ANTAGONISM:  obat-obatan yang jika diberikan bersamaan akan menurunkan aktifitas obat itu, contoh opioids and naloxone,  ini obat fly & gak jadi fly dong kalau ditenggak bareng…rugi deh….wekawekaweka….

Tapi dunia medis sudah punya rambu2 tentang interaksi obat & tau gak, di dunia medis itu sampe dibikin model “jembatan keledai” untuk obat-obat apa yang berbahaya termasuk kalau dikonsumsi bersama, dibikin jembatan keledai gitu supaya keledainya gak masuk lubang, cumaaa sapa ya keledainya wekk, ini salah 1 contoh:

OBAT YANG TIDAK BOLEH DIKONSUMSI BERSAMAAN, dipakai istilah “DANGEROUS DUO”:

–        Dangerous duo: TYENOL & OBAT-OBAT FLU, beresiko mengakibatkan gagal liver

–        Dangerous duo: pencampuran IBUPROFEN, NAROXEN, & ASPIRIN, terberat beresiko perdarahan saluran pencernaan

–        Dangerous duo: ANTIHISTAMIN & OBAT MUAL, risikonya ngantuk berat

–        Dangerous duo: dll dll masih banyak

Dannnn masih banyak lagi jembatan keledai seperti ini, jadi percayalah dokter & farmasist punya cara-cara yang bahkan unik untuk menghindari konsumsi obat yang berisiko jika dimakan bersamaan…dannn bahkan ini menjadi perhatian & masuk dalam penilaian Akreditasi Rumah Sakit. Farmasist bertugas mengingatkan tukang buat resep kalau ada peresepan yang berisiko kok.

Benernya kalau bicara interaksi itu tidak terjadi antar obat aja, liat deh….

–        INTERAKSI ANTAR OBAT & MAKANAN: contoh jika kita makan obat kolesterol(simvastatin, atorvastatin) tidak boleh bersamaan dengan jus anggur karena menimbulkan nyeri otot, ini karena jus anggur menghambat enzym yang membuang statin inaktif.

–        INTERAKSI ANTAR OBAT & PENYAKIT: contoh obat gentamycin(antibiotik) buruk buat ginjal yang sudah terganggu fungsinya.

Jadi kalau ributin interaksi obat itu aneh karena meskipun obat-obatan yang diberikan pada penderita COVID banyak tapi yang banyak itu ya vitamin (bisa 3-4macam), obat pengencer dahak, obat panas, obat untuk penyakit komorbidnya (bisa 4-5 macam). Untuk covid pada umumnya: avigan(dan sejenis) + anti inflamasi + immunoglobulin…..begitu ya.

EPILOG 

Sssst….kan salah 1 akibat interaksi obat itu namanya POTENSIASI, artinya efek obat saling menguatkan. Contoh yang sering gue lakukan dong. Gue punya handicap….s*rap, jadi gue selalu always minum pain killer pake kopi….hihihi, selama ini temen2 sekitar suka heran & malah bilang gak boleh….looo isinya kopi itu caffein & kalau dicampur obat penghilang nyeri itu dampaknya justru POTENSIASI, saling menguatkan maksudnya….gityuuuu, liat isinya PARAHMEX itu deh hehehe.

Sumber:

Pharmacological approaches to the treatment of COVID-19 patients

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7543691/

https://derangedphysiology.com/main/cicm-primary-exam/required-reading/variability-drug-response/Chapter%20219/mechanisms-pharmacodynamic-drug-drug-interactions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *