![]()
Aye ni ye, kalo denger kata SPUTNIK yang kebayang tuh rudal Sovyet & om Putin, hehehe padahal itu nama Satelit pertama Sovyet yang mengorbit di era perang dingin duluuuuu….false halucination neh.
Iyes, oleh Rusia nama SPUTNIK dipakai untuk nama vaksin yang berbasis vektor adeno virus. Vaksin Sputnik V, yang disebut juga Gam-COVID-Vac, memiliki izin untuk digunakan di 68 negara. Pusat Epidemiologi & Mikrobiologi Nasional Gamaleya di Moskow, Rusia, mengembangkan vaksin ini.
Sebelum lanjut, kek nya pada musti baca tentang macam2 vaksin & RNA lady (lihat di artikel lain), karena prinsip tentang vaksin ini sama aja, soal vaksin vektor virus kan hanya soal bagaimana materi genetik virus itu dibawa kok, jadi adenovirus ini cuma sebagai kendaraan pembawa materi genetik virus covid-19

TERINFEKSI COVID-19?
Terinfeksi virus artinya virus masuk ke dalam tubuh, kemudian masuk ke dalam sel & membajak mesin sel host (manusia) untuk bereplikasi(manggandakan diri) bermilyar hingga trilyunan kali partikel virus.
APA ITU VEKTOR VIRUS?
Vektor virus adalah virus yang tidak berbahaya yang digunakan sebagai kendaraan untuk mengirimkan “gene virus” ke dalam sel kita.
Vaksin Sputnik V COVID-19 menggunakan 2 adenovirus berbeda sebagai vektor virus. Adenovirus adalah virus yang dapat menyebabkan flu biasa. Untuk melatih sistem immun mengenali virus SARS-CoV-2 yang menyebabkan COVID-19, diberikan vaksin dalam dua dosis dengan interval 21 hari. Suntikan pertama mengandung adenovirus 26 (Ad26) sebagai vektor virus, sedangkan suntikan kedua mengandung adenovirus 5 (Ad5).
ADENOVIRUS, pada kondisi natural mampu bereplikasi di dalam tubuh & menyebabkan penyakit seperti flu. Waktu digunakan untuk vaksin kemampuan dari virus ini dihentikan dengan membuang “gene E1″ dari virus yang membuat virus mampu bereplikasi. INI BERARTI BAHWA VEKTOR VIRUS TIDAK DAPAT MENYEBABKAN INFEKSI ADENOVIRUS.
Vaksin ini juga tidak dapat menyebabkan COVID-19 karena tidak mengandung keseluruhan virus SARS-CoV-2.
MENGAPA MENGGUNAKAN 2 VIRUS?
Ketika sistem kekebalan tubuh kita bereaksi terhadap keberadaan vektor virus, kita dapat membangun kekebalan. Namun, ada hal lain yang perlu dipertimbangkan. Karena infeksi adenovirus(maksudnya kita kan sering kena flu) sering terjadi, beberapa orang sudah memiliki kekebalan yang sudah ada sebelumnya terhadap salah satu atau kedua vektor virus ini.
Jika kita menemukan kembali vektor virus yang sama, tubuh kita mungkin mencoba melawannya. Ini bisa membuat vaksin kurang efektif, untuk menghindari masalah ini digunakan dua vektor virus yang berbeda, Ad26 dan Ad5.
Naaa setelah sebagian fragmen genetik virus dibawa pake kendaraan “adenovirus”, cerita selanjutnya sama dengan tulisan “RNA lady” (artikel lain judul: RNA lady).

Sumber:
Gambar: Geofanny Sarah Adventia
