![]()
Oeoeoek…hadeh tiap hari gue selalu lihat ada operasi caesar, apalagi di era covid ini wkwkwk, tapi kalau ngeliat bayi2 ini sering deh mikir kayaknya mereka ini nyesel dilahirin deh hihihi

Dunia emang udah sesaaak, tau nggak kalau laju pertambahan penduduk tuh lebih tinggi dari laju pertumbuhan makanan lo. Kalau liat China, mereka memang berhasil menekan laju penduduknya, tapi ya sudah terlanjur banyak, tapiiii mereka sudah sangat berusaha dengan membuat program 1 anak saja, belum lagi usaha mereka membangun energi terbarukan yang tidak merusak lingkungan & usaha mereka sudah mulai tampak berhasil, lalu bagaimana dengan kita disini?.
Pertambahan penduduk yang tidak terkontrol ini dampaknya kemana-mana, tapi apa dosa terbesar yang kita buat yang mengakibatkan “global warming”/pemanasan bumi?
Ada 3 hal. Satu, penggundulan hutan dan perluasan pertanian. Dua, pembakaran bahan bakar fosil, yaitu minyak bumi, batu bara dan gas bumi. Dan ketiga, penggunaan CFC (chlorofluorocarbon pada lemari es, AC, bahan pendorong pada penyemprot minyak wangi, hair-spray, dll).
KARBONDIOKSIDA (CO2) adalah gas rumah kaca terpenting penyebab pemanasan global yang sedang ditimbun di atmosfer karena kegiatan manusia & sumbangan utama manusia terhadap jumlah CO2 di atmosfer berasal dari pembakaran bahan bakar fosil, penggundulan hutan serta perluasan wilayah pertanian & perumahan yang meningkatkan jumlah CO2 di atmosfer. Jika tidak kebanyakan, sebenarnya CO2 juga memainkan peranan penting untuk kehidupan tanaman. Karbon dioksida diserap oleh tanaman dan dengan bantuan matahari digunakan untuk pertumbuhan tanaman, dan proses yang sama terjadi di lautan dimana CO2 diserap oleh ganggang.

Naaa, udah berapa liter kita “bakar” minyak bumi tiap harinya? Gak usah jauh-jauh, bagaimana kondisi sekitar rumah, apakah cukup hijau atau malah kita menutup setiap jengkal tanah dengan semen demi mobil-mobil kita, hehehe? Penebangan hutan yang liar ataupun tidak liar tapi tidak diikuti dengan reboisasi sangat merusak hutan padahal Indonesia termasuk wilayah paru-paru dunia
.
METHANA adalah gas rumah kaca yang lain, methana dihasilkan ketika jenis-jenis mikroorganisme tertentu menguraikan bahan organik pada kondisi tanpa udara(anaerob). Gas ini juga dihasilkan secara alami pada saat pembusukan bio-massa di rawa-rawa sehingga disebut juga “gas rawa”. Methana mudah terbakar dan menghasilkan karbon dioksida sebagai hasil sampingan. Kegiatan manusia meningkatkan jumlah methana yang dilepaskan ke atmosfer. Sawah merupakan kondisi ideal bagi pembentukannya, tangkai padi bertindak sebagai saluran methana ke atmosfer. Naaa pembukaan area-area untuk persawahan bukan tanpa dampak yang merugikan kan?

Naaa, udah berapa liter kita “bakar” minyak bumi tiap harinya? Gak usah jauh-jauh, bagaimana kondisi sekitar rumah, apakah cukup hijau atau malah kita menutup setiap jengkal tanah dengan semen demi mobil-mobil kita, hehehe? Penebangan hutan yang liar ataupun tidak liar tapi tidak diikuti dengan reboisasi sangat merusak hutan padahal Indonesia termasuk wilayah paru-paru dunia
Meningkatnya jumlah ternak sapi, kerbau dan sejenisnya merupakan sumber lain yang berarti, karena methana dihasilkan dalam perut mereka dan dikeluarkan ketika mereka bersendawa & kentut….hihihi suer. Methana juga dihasilkan dalam jumlah banyak di tempat pembuangan sampah….naaa produk manusia lagi kan.
CHLOROFLUOROCARBON(CFC) adalah gas buatan. CFC yang paling banyak digunakan mempunyai nama dagang Freon, digunakan dalam proses pengembangan busa di dalam peralatan pendingin ruangan, lemari es, alat pendorong pada hairspray, minyak wangi dll. Gas CFC dapat bergerak naik dengan perlahan ke dalam stratosfeer. Molekul CFC terurai setelah bercampur dengan sinar UV dan membebaskan atom klorin. Atom klorin ini merusak ozon dan menghasilkan lubang ozon. Penipisan lapisan ozon menyebabkan lebih banyak sinar UV memasuki bumi. Akibatnya kita tahu, kanker kulit meningkat, katarak, kerusakan genetik, matinya ikan & tumbuhan laut akibat paparan sinar matahari yang menyinari bumi bebas tanpa saringan ozon.

Kenyataannya niiii biarpun area persawahan di Indonesia ini luas, tapi tetap masih tidak mencukupi kebutuhan pangan untuk 270 juta lebih penduduk, bahkan masih juga impor beras & bahan pokok lain, akibatnya kita perluas lagi lahan sawah, tetapi masalahnya perluasan lahan sawah juga menyebabkan bumi kita makin rusak akibat methana yang dihasilkannya bisa menyebabkan bumi makin panas.
‘Tahu nggak kalau bumi yang makin rusak dengan begitu banyaknya polutant yang dihasilkan dari industrialisasi besar-besaran, penggunaan bahan-bahan chemical…..polutan hasil dari aktifitas kegiatan manusia ini sangat merusak sel-sel tubuh?. Pengaruh polutant pada “gene” sudah banyak risetnya, coba ingat lagi bagaimana kebocoran reaktor nuklir Chernobyl bahkan masih berdampak sampai sekarang, bahkan radiasi/polutant yang dihasilkan langsung merusak “gene”. Nah dunia medis akhirnya sampai pada pemahaman untuk mengembalikan “gene” yang rusak untuk bisa “kembali” seperti semula dengan melakukan “rekayasa genetik”, tantangannya tidak mudah kalau bicara tentang “rekayasa genetika”, ada pihak-pihak yang skeptis…..artikel tentang ini….to be continued ya, yang pasti: “memang dunia medis ini berkembang pesat justru karena adanya bencana dengan segala bentuknya”.
Sumber:
Gambar: Geofanny Sarah Adventia, Koleksi Pribadi
Ozone layer ‘rescued’ from CFC damage
https://www.bbc.com/news/science-environment-56014092
