![]()
Lihat…..perubahan iklim 2 derajat saja bisa berarti kebaikan atau bencana buat bumi yang kita diami ini, betul “CUKUP 2 DERAJAT”, nggak percaya, coba gugling, ini serius. ES ANTARTIKA TIDAK MENCAIR ADALAH SALAH SATU KEBAIKAN DARI COVID-19, YANG BISA MENCEGAH BUMI MAKIN RUSAK, yang ujung-ujungnya bencana besar buat manusia.

Majalah Nature’2008 melaporkan munculnya 335 penyakit infeksi baru (EMERGING INFECTIOUS DISEASE/ EID) diantara tahun 1940 s/d 2004. Munculnya patogen(organisme seperti virus dll) ini berakibat sangat besar pada kesehatan & ekonomi secara global. Dan ternyata ini belum berhenti, kemunculan patogen baru ini puncaknya di tahun 1980. Kemunculan penyakit HIV/AIDS di tahun-tahun ini memperparah bahkan menjadi komorbid(1)

Mayoritas (60.3%) EID disebabkan patogen zoonosis, artinya bersumber dari binatang liar seperti kemunculan virus Zika, Ebola, MERS-CoV & SARS-CoV(Lihat Tabel). Sehingga para ahli memberi perhatian pada masalah perubahan demografi, iklim, peningkatan populasi yang cepat, perjalanan & perdagangan global(1)
ZOONOTIC DISEASE
Dikategorikan penyakit ini karena kemampuannya menyebar diantara manusia setelah patogen melompati 5 tahapan, mulai dari hewan liar sampai pada manusia(Lihat Gambar).
Marc Levy, ekspert perubahan iklim di “The Center for International Earth Science Information Network (CIESIN)” mengatakan jika populasi manusia yang meningkat tajam & akhirnya membuat habitat hewan liar tergeser, membuat kita harus menerima akibatnya. Manusia tidak berevolusi untuk dapat melawan zoonis, maksudnya patogen ini milik satwa liar & kita gak termasuk bukan.

Lihat akibatnya: Ebola & Monkey Pox dari hewan liar di Congoo Afrika, SARS-CoV dari kelelawar di China. Pembakaran hutan di Sumatra menyebabkan migrasi kelelawar buah yang membawa virus yang menyebabkan wabah Pneumonia & Encephalitis pada petani di Malaysia & Singapura. Virus Nipah dapat di tularkan ke manusia di Malaysia. Avian Flu dari burung liar & Bovine Spongiform Encephalitis yang muncul di UK 1986 bersumber dari domba(2)
Kate E. Jones, ahli Evolutionary Biologist pada Zoological Society, London mengatakan; makin ganas suatu spesies di suatu area, makin banyak varietas patogennya, sehingga konservasi adalah sesuatu yang mendesak. Dengan menganalisa kejadian kemunculan 335 penyakit sejak tahun 1940 ini, peneliti punya dasar kuat jika zoonosis, penyakit yang berasal dari hewan, adalah sesuatu yang paling menakutkan yang menyebabkan kemunculan penyakit baru.
FAKTOR-FAKTOR PENTING DARI EID(EMERGING INFECTIOUS DISEASE)
Majalah Open Archive yang dipublikasikan pada 15 November 2017 memuat artikel tentang “Kemunculan Panyakit-penyakit Infeksi Baru” & memuat pemicu utama munculnya infeksi: 1. Pertumbuhan populasi manusia dengan cepat. 2. Perluasan pertanian yang merusak lingkungan. 3. Globalisasi pasar makanan & manufaktur. 4. Kontaminasi lingkungan. 5. Perubahan dan ekspansi dari vektor habitat. 6. Perjalanan internasional.(2)
Faktor-faktor ini menyebabkan bumi yang kita diami ini tidak seperti dulu lagi, sementara manusia nya masih tetap & belum berevolusi….hihihihi
PREDIKSI PANDEMI MENGGUNAKAN TEKNOLOGI KOMPUTER
Tahun 1980 menjadi puncak dari munculnya penyakit-penyakit baru dan penelitian menunjukkan jika AIDS/HIV menjadi komorbid kondisi ini.

Akhirnya peneliti bisa memperkirakan jika wabah mendatang akan terjadi di daerah yang kaya spesies hewan liar yang habitatnya tergeser oleh manusia. “Hot spot” dari munculnya penyakit sangat umum di suatu daerah yang banyak hewan liar. Dari data surveilans “hot spot” ini melompat dari sub-Sahara Afrika, India, China, Asia, sedikit di Eropa & Amerika Utara & Selatan.(3)
Akhirnya identifikasi masalah-masalah tadi: 1. Pertumbuhan populasi manusia dengan cepat. 2. Perluasan pertanian yang merusak lingkungan. 3. Globalisasi pasar makanan & manufaktur. 4. Kontaminasi lingkungan. 5. Perubahan dan ekspansi dari vektor habitat. 6. Perjalanan internasional dll, memberi ide untuk membuat algoritma untuk memperkirakan kecenderungan timbulnya penyakit di masaa yang akan datang & menjadi dasar untuk melakukan tindakan pencegahan.
Tim Penelitian David Lee menekankan perlunya cara pandang baru untuk melawan penyakit global & harus ada bidang ilmu baru “ EKOLOGI PENYAKIT” untuk mengerti dengan baik faktor lingkungan, aktifitas manusia yang berpengaruh pada penyebaran penyakit. Sehingga penting bagaimana negara memberi perhatian khusus dalam hal pendanaan kesehatan global & menjadi prioritas untuk membangun “surveilance yang baik”. Jika kita tidak memperhatikan isu ini, dunia akan terus berisiko terjadinya penyakit pandemik.(3)

PENGGUNAAN OBAT-OBATAN TANPA INDIKASI JELAS TERUTAMA ANTIBIOTIK JUGA MENCIPTAKAN ORGANISME BARU AKIBAT TIMBULNYA RESISTENSI OBAT
Sekitar 20% penyebab kemunculan penyakit disebabkan multidrug-resistent strains(MDR) patogen contohnya TBC-XDR. Maksudnya munculnya patogen baru karena adanya resistensi terhadap obat. Antibiotik modern juga melahirkan strain-strain virus yang berbahaya, kata Peter Daszak, seorang biologist untuk penyakit emergensi pada Conservation Medicine at the Wildlife Trust. Daszak mengatakan jika beberapa strain contohnya varian lethal/mematikan dari e.coli sekarang menyebar secara luas karena sayur-sayuran diproduksi besar-besaran. (3)
SEKARANG JADI MENGERTI KENAPA BANYAK ORANG BISA MEMPREDIKSI PANDEMI KARENA SEBENARNYA TANDA-TANDANYA ADA DI DEPAN MATA(5)
Yakin deh semua dengar tentang 2 “peramal” Nostradamus & Bill Gates hehehe, padahal ternyata para ilmuwan di bidang epidemiologi, kesehatan, biologi, virologi & zoologi sudah memperingatkan dan bahkan memiliki model tentang bencana pandemik yang pasti terjadi & hanya menunggu waktu saja, lihat:
- Tahun 1555 Michel de Nostredame meluncurkan “Les Propheties”, ini tentang akan timbulnya wabah di daerah dekat Tibet, tanah akan bersimbah darah, dan wabah akan menjangkiti manusia. Rame deh soal Nostradamus ini di dumay, lanjut ajah ya.
- Tahun 1981 penulis Dean Koontz menulis prediksi pandemik dalam novelnya.
- Tahun 2005 majalah Foreign Affairs memuat prediksi Michael Osterholm, expert dalam penyakit menular tentang pandemik. Dia menulis dalam bukunya “Deadliest Enemy: Our War Against Killer Germs” & mengatakan jika USA tidak punya persiapan yang cukup dalam menghadapi pandemik.
- Sylvia Browne tahun 2008 meluncurkan buku “End of Days; Predictions & Prophecies About the End of the World”. Dia menulis: sekitar tahun 2020, suatu pneumonia yang parah – seperti penyakit akan menyebar secara global, menyerang paru-paru & sulit disembuhkan. Browne ini cenayang lo.
- Tahun 2011 Director Steven Soderbergh & penulis naskah Scott Z Burns film “Contagion” juga memprediksi pandemik coronavirus, naaa gue suka film ini.
- Tahun 2015 Bill Gates bicara di acara TED Talk mengatakan kalau ketakutan di masa mendatang bukan lagi nuklir tapi virus. Dia memiliki consern khusus pada Afrika karena masalah kemiskinan & penyakit Ebola & bagaimana penyakit ini menyebar dengan masifnya(di Afrika) & dia menyadari kalau sistem kesehatan yang ada tidak bisa lagi menahan pandemik. Gates melihat jika SISTEM KESEHATAN SANGAT TIDAK SIAP, yang menahan Ebola tidak menyebar hanyalah “FAKTOR KEBERUNTUNGAN” karena penyakit ini tidak menyebar lewat udara & tidak ada arus manusia masif, tapi wabah berikutnya mungkin tidak akan seberuntung ini.(4)
- Jeremy Konyndyk, director dari USAID di masa Obama menyatakan jika akan terjadi flu pandemik seperti flu pandemik Spanyol 1918
- Tahun 2017 Dr. Anthony Fauci, direktur National Institute of Allergy and Infectious Diseases mengingatkan orang dekat Trump tentang terjadinya pandemik beberapa tahun ke depan(6)
- Dr. Luciana Borio Kepala Tim Pandemik dari White House National Security Council (NSC) sudah memperingatkan akan adanya pandemik flu yang menakutkan & dia mengkhawatirkan jika Amerika tidak siap. Kemudian malah NSC ini dibubarkan Trump. Mengingatkan akan dokter pertama di China yang mengumumkan & mengingatkan tentang munculnya corona di Wuhan tapi kemudian dokter ini menghilang sampai akhirnya meninggal karena covid-19
- Virologist & Ahli Flu Robert G Webster pada Desember 2019 menulis di bukunya tentang pandemik ini: “Soal pandemik hanyalah masalah waktu karena bicara masalah NATURE itu adalah suatu tantangan”.
Ya tanda-tandanya jelas di depan mata, kita bisa mulai dari sekarang membantu bumi ini pulih, tindakan kita akan kembali ke kita sendiri. Kembalikan habitat flora & satwa, itu milik mereka, 60% penyakit sudah kita terima dari hewan, gak kebayang kalau tumbuh-tumbuhan juga dengan murah hati memberi penyakitnya untuk kita manusia.
Finally….
Sejarah kehidupan manusia memang berkelindan dengan wabah penyakit…..kerjasama dari berbagai bidang keahlian menjadi keharusan untuk menjaga tempat tinggal kita yang makin renta ini….
Sumber:
(1).https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5960580/
(2).https://www.clinicalmicrobiologyandinfection.com/article/S1198-743X(17)30641-9/fulltext
(3).https://www.sciencedaily.com/releases/2008/02/080220132611.htm
