SISTEM IMMUN adalah SISTEM MILITER melawan CORONA

Loading

Kita bisaaaa banget MENINGKATKAN SISTEM IMMUN, ini bener2 tergantung kita sendiri. Jadi kalau denger ada pasien corona yang sembuh, sebenernya ya karena sistem immun pasien itu yang menang, kan obat & vaksin belum ada sampai tulisan ini dibuat(waktu itu). Jadi terapi yang diberikan dokter memang hanya suportif saja.

Tau gak kalau SISTEM IMMUN ITU VERSI LAIN DARI MILITER, yang berperang melawan segala sesuatu yang menakutkan entah dari dalam atau luar tubuh. Sistem immun ini memiliki prajurit-prajurit yang mampu melindungi tubuh melawan penyakit dan pemulihan paska sakit/trauma.

KALAU BUKAN KARENA SISTEM IMMUN, MANUSIA GAK AKAN BERUMUR PANJANG

Sistem immun tidak hanya melindungi tubuh dari patogen eksternal seperti virus, bakteri & parasit, tapi juga bertempur terhadap penyakit yang diakibatkan mutasi seperti kanker.

Sistem immun sedang & selalu dibombardir oleh mikroba sepanjang waktu, Russell Vance, Professor Immunology dari Universitas California, Berkeley & Investigator untuk The Howard Hughes Medical Institute mengatakan “ BAHKAN WAKTU KITA TIDAK SEDANG MENYADARINYA, SISTEM IMMUN MENYELAMATKAN HIDUP KITA SEPANJANG HARI & MELAKUKAN HAL-HAL AJAIB DI DALAM TUBUH”.

Sistem immun adalah sistem persenjataan yang kompleks dimana PRAJURITNYA PUNYA TUGAS SPESIFIK & SPESIAL UNTUK MASING-MASING VIRUS & BAKTERI, nah ini dia nama prajurit-prajurit itu: sel darah putih, sistem komplemen, sistem limfatik, lien, sumsum tulang & timus. Kita bahas dikit aja ya biar gak mumet.

Dan jangan salah, diet yang prima, istirahat cukup, menghindari stress, olah raga rutin & tertawa hahahaha, sangat menolong sistem immun bisa bekerja maksimal.

SEL DARAH PUTIH/ White (knight) cell
Senjata yang paling kuat dari sistem immun adalah SEL DARAH PUTIH atau LEKOSIT (bahasa medisnya). Tau gak di dalam setetes darah terdapat 25.000 sel darah putih, kita orang dewasa punya sekitar 4 liter darah, so itung ndiri deh berapa prajurit yang berjaga-jaga & ngider patroli di dalam aliran darah & sistem limfatik.

Seperti cerita dongeng “ksatria putih yang membunuh naga” sel darah putih diterjunkan ke medan pertempuran begitu alarm tanda-tanda musuh datang berbunyi. Begitu mereka menemukan target/musuh, mereka bermultiplikasi & mengirimkan sinyal kepada sel-sel lain untuk berperang.

Sel darah putih terdiri dari 2 kompi pasukan yaitu LIMFOSIT dan FAGOSIT.
– FAGOSIT; berfungsi menghancurkan patogen dengan memakannya. Terdiri dari NEUTROPHIL, MONOCYTE, MAST CELL & MACROPHAGE.
– LIMFOSIT; mampu mengenali “penyelundup” ini, jadi jika lain kali mereka datang, respon sistem immun ini bisa lebih cepat, terdiri dari LIMFOSIT B & LIMFOSIT T.

LIMFOSIT B

Limfosit B atau sel-sel B diprogram untuk menghasilkan 1 spesifik ANTIBODI, berupa protein (gamma globulin) yang mampu langsung berikatan dengan antigen di permukaan/ dinding virus atau bakteri yang menginvasi sel. Ikatan ini seperti bentuk kunci & anak kunci. Jadi antibodi ini menandai/mengunci dulu setiap antigen yang menginvasi tubuh, kemudian mentriger sel-sel lain untuk bersama-sama membunuh antigen.

Tubuh kita memiliki 10 milyar limfosit B yang berbeda, terlalu kecil untuk dapat dilihat oleh mata, tapi jika sel-sel ini dijejer, panjangnya lebih dari 100 lapangan soccer, hebat kan. Dengan begitu banyaknya jenis-jenis limfosit B ini patroli di sekujur tubuh, tubuh siap untuk berperang melawan hampir semua invader. Perlengkapan perang yang sangat luar biasa.

LIMFOSIT T

Limfosit T atau sel-sel T adalah sel-sel yang diprogram untuk mengenali, mengingat & berespon terhadap antigen. Waktu sel T terstimulasi oleh material antigen, sel T membuat limfokin yang memberi sinyal ke sel-sel lain sehingga sel-sel limfosit T lain mampu menghancurkan antigen secara langsung.

Meskipun sel-sel immun berkumpul banyak di kelenjar limfe dibanding tempat lain, tapi setiap jaringan di tubuh kita memiliki stasiun sel immun, atau bersirkulasi di dalam aliran darah dan limfe, karena ada ratusan patogen yang berbeda yang menginfeksi tubuh, mulai dari bakteri, virus sampai parasit & untuk menghancurkannya diperlukan spesial detektor. Tanpa pasukan militer ini badan kita tidak akan mempu melawan infeksi. Sistem immun yang tidak berfungsi baik membuat tubuh rawan terhadap infeksi.

APA SAJA YANG MEMPENGARUHI SISTEM IMMUN

SINAR MATAHARI
Kita hanya butuh sekitar 10 menit berjemur(apalagi untuk yang berkulit putih) untuk mendapatkan vitamin D, karena terlalu lama juga buruk buat kulit & sistem immun.

TIDUR
Pada beberapa orang dengan insomnia keinginan untuk bisa tidur bisa begitu menyiksa, tapi ini harus, cari penyebabnya karena tubuh emang butuh banget tidur. Kurang tidur menyebabkan produksi sel darah putih kita berkurang. Menurut CDC orang dewasa membutuhkan tidur minimal 7 jam di malam hari, jika tidak dapat menyebabkan sistem immun stress, seperti yang kita sering alami, ini serius. Dengan kondisi ini sebenernya kita membuka pintu lebar-lebar untuk masuknya segala macam penyakit.

OLAH RAGA
Olah raga rutin tidak hanya memperkuat tubuh tapi membuat tubuh mengeluarkan senyawa endorphine yang dapat menurunkan tingkat stress.

MAKANAN BERGIZI
Makanan yang berimbang yang memenuhi protein, lemak, karbohidrat, sayur & buah-buahan sangat dibutuhkan untuk kerja sistem immun yang optimal. Makanan yang berkualitas bahkan dapat mengeliminir kebutuhan vitamin, kecuali kita sedang sakit atau pada usia lanjut.

STRES MERUSAK SISTEM IMMUN
Stres memiliki efek yang sangat signifikan terhadap sistem immun. Waktu kita stres tubuh mengeluarkan kortisol, adrenalin, dan hormon stres lain dari kelenjar adrenal. Dalam kondisi normal kortisol sangat berguna karena menurunkan proses inflamasi yang juga merupakan kerja sistem immun. Tapi masalahnya kalau stres itu berkepanjangan, hormon stres ini akan berpengaruh buruk pada fungsi seluruh organ tubuh.

TERTAWA SANGAT BAIK BUAT SISTEM IMMUN
Sosialibilitas manusia yang tinggi rupanya berpengaruh pada sistem immun.

Penelitian di Universitas Virginia School of Medicine menemukan molekul Interferon Gamma (IG), suatu substansi/molekul yang membantu sistem immun memerangi musuh ternyata terkait dengan perilaku sosial kita. Mereka melakukan uji coba pada TIKUS & menemukan IG bisa menyetop kerja “korteks prefrontal otak” artinya menghentikan aktifitas otak di area ini yang berfungsi pada perubahan perilaku sosial. Waktu peneliti memblok molekul IG ini, korteks prefrontal otak tikus menjadi hiperaktif dan tampak tikus menjadi kurang ramah & menjadi ganas.

Jadi sambil nunggu penelitian ini selesai, kita ngakak aja dulu…..pernah denger kata-kata “hati yang gembira adalah obat” kan, ini bener banget. Waktu kita tertawa, tubuh mengeluarkan endorphin dan chemical lainnya yang berfungsi untuk menurunkan level stress.

Sumber:
Gambar: Geofanny Sarah Adventia
https://www.betterhealth.vic.gov.au/…/conditi…/immune-system
https://www.mentalfloss.com/…/12-fantastic-facts-about-immu…
https://www.medicalnewstoday.com/articles/320101

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *