![]()
Pasien-pasien kanker payudara yang datang dengan kondisi telat tuh paling sering ngomong gini: “habis dok benjolannya nggak nyeri, jadi saya pikir nggak apa-apa”, “ini lo sejak masih segede kelerang sampe segini ya nggak nyeri, ini nyeri setelah nyeprooottt, pecah & bau, dulu nggak nyeri, trus meletus & nggrowong kayak kawah gini baru sakit”.
Cerita kek gini ni kenyataan sehari-hari di klinik, kalau benjolan itu bisul sudah pasti nyeri sampai kepala cemot-cemot & badan panas dingin. Pada ibu-ibu yang sedang menyusui tapi air susu tidak lancar keluar (buntu) sehingga payudara membengkak, so pasti pada meringis kesakitan, orang Jawa menyebutnya ngrangsemi.
Jadi jangan salah, benjolan tumor ganas payudara(kanker) jarang menimbulkan rasa nyeri, banyak yang keliru selama ini kan. Justru dokter sering cuek ajah walaupun ada bisul / infeksi di payudara yang suakittt dan mau meletus. Hampir pasti jika benjolan itu nyeri justru bukan tumor ganas atau kanker. Dan soal ini menjadi penyebab tersering keterlambatan pasien datang memeriksakan diri, ya karena mereka merasa baik-baik saja soalnya. Mereka selalu bilang benjolannya gak nyeri, jadi menganggap tidak berbahaya.
Apa aja gejala tumor ganas(kanker) payudara?

Selain benjolan, gejala lainnya ini nih: keluar cairan dari puting susu. Kulit payudara diatas benjolan tumor seperti kulit jeruk(peau de orange) atau puting tampak tertarik mengkerut kedalam (retracted).
Jika ada riwayat penyakit tumor ganas dalam keluarga, maka harus lebih berhati-hati dan periksakan lebih dini. Lakukanlah screening, katakan saja pada dokter jika ada riwayat kanker dalam keluarga, walaupun waktu memeriksakan diri belum tentu ada keluhan seperti diatas. Dokter akan memilihkan pemeriksaan yang tepat.
Hati-hati jika usia masih dibawah 35 tahun tapi kok ada benjolan di payudara, pada umumnya ada riwayat kanker dalam keluarga, coba ditelusuri. Kemudian, segeralah periksakan diri. Jangan menunda-nunda apalagi dengan alasan benjolan tidak nyeri, makin dini pemeriksaan makin baik hasilnya. Usahakan anda sudah dalam penanganan dokter waktu ukuran tumor masih dibawah 1 cm, supaya dokter masih bisa menyelamatkan payudara, jadi peran aktif kita untuk SADARI (perikSA payuDAra sendiRI) sangat penting.
Begini lo cara-cara pemeriksaan payudara sendiri.

- Berdiri menghadap kaca, buka baju dong. Terus perhatikan apakah ukuran payudara berbeda jauh antara kiri & kanan?. Angkat kedua tangan, apakah ada bagian payudara yang mengkerut atau tertarik waktu tangan diangkat.

2. Kemudian dengan salah satu tangan sementara tangan yang lain diangkat. Mulailah melakukan perabaan secara sistematis mulai dari tepi luar payudara sampai ke sentral. Gunakan 3 jari sehingga perabaan lebih mudah & tidak ada bagian yang terlewati. Meraba dengan menggunakan 3 jari menghindari penekanan pada 1 area.

3. Kemudian diulangi dengan meraba dari arah atas ke bawah. Terakhir “pencet” puting susu dan perhatikan apakah ada cairan keluar dari puting.
Pemeriksaan ini dapat juga dilakukan sambil tidur tapi ganjal dulu punggung dengan bantal kecil supaya payudara lebih datar.
Jadi rajin-rajin SADARI ya, karena hanya jika kita waspada maka kanker payudara dapat ditemukan dini.
So, cepat periksa ke ahlinya jika ditemukan gejala-gejala diatas, jangan terlambat, makin dini detemukan dan diterapi, hasilnya makin bagus. Salam.
Gambar: Geofanny Sarah Adventia
