TUBUH KITA “BICARA”, DENGERIN DONG

Loading

Tubuh ini sebenarnya “berbicara” banyak, cuma kita sering nggak mau dengerin, atau nggak ngerti, atau cuek & bahkan memforsir diluar batas kemampuan sampai akhirnya turun mesin.

“Bicara” itu maksudnya, tubuh selalu memberi alarm peringatan tentang apa yang sedang terjadi & “dia” juga memberi sinyal supaya harus diapakan, perhatiin deh.

Biarpun gue nggak tahu tentang mobil, tapi gue cukup peka kalau ada sesuatu. Beberapa hari ini terasa ada yang nggak beres tiap injak gas, seperti mau mati tapi normal lagi kadang ndredet-ndredet eh baik lagi, terus….kok suara AC nya keras banget & berbunyi mendesis eh terus baik lagi malah AC nya jadi dingin banget sampai akhirnya waktu pagi berangkat kerja… pelan-pelan mulai nggak dingin sampai mogok total pas parkir di tempat kerja….ehm padahal beberapa hari sebelumnya saya sudah telpon ke bengkel karena curiga kalau mobil “sakit”.

Akhirnya ke bengkel & ketauan diagnosanya korslet. Karena mobil jarang dipake & anak males manasin mobil, akhirnya kabelnya digigitin tikus & korslet & akibatnya sistemik kena AC.

Tubuh kita juga seperti ini:

  • Waktu kita mulai merasa badan nggak enak, otot nyeri & ngilu, kepala berat, apalagi sedang terjadi perubahan cuaca. Siap-siap supaya nggak kena flu deh, jadi coba perhatikan…makanan harus bergizi, jangan lupa susu, cukup istirahat & coba tambah konsumsi vitamin C. 
  • Gue punya temen yang nggak bisa gemuk-gemuk biar makannya sebakul, cewek lagi, malahan dia makin kurus. Sebenarnya keren sih, kan langsing, cuma kok rambutnya mulai rontok, sering deg-deg-an dan makin sulit tidur. Ini adalah gejala-gejala penyakit tiroid, dan setelah diperiksa ternyata kadar hormon tiroidnya memang berlebihan.

  • Terabanya benjolan di payudara harus dianggap serius. Kadang kelainan payudara hanya berupa cairan yang keluar dari puting susu. Jika tidak sedang menyusui tapi keluar cairan dari puting susu, entah cairannya bening, kekuningan, coklat kehitaman, darah, ini serius, cepat periksakan. Kadang hanya terlihat kulit payudara yang mengkerut seperti kulit jeruk, nah yang ini juga serius. Jangan cuek hanya karena benjolan payudara itu tidak nyeri, justru benjolan kanker payudara sangat jarang menimbulkan nyeri.
  • Kalau kita melihat bercak di kulit, coba perhatikan bentuknya dan ingat ABCDE. Artinya, apakah bentuknya Asimetris? Bagaimana Border/tepinya, apakah tidak beraturan?. C untuk Color/warnanya, perlu dicatat.

 

Berapa Diameternya & berarti Elevated/menonjol, perhatikan permukaan tumor apakah rata kulit atau menonjol lebih tinggi dari kulit?. Tumor kulit ganas biasanya jenisnya adalah Basal-cell carcinoma dan Squamous-cell carcinoma, bentuknya seperti luka yang tidak beraturan, berwarna kemerahan, berkrusta & mudah berdarah.

  • Kaki bisa bercerita tentang kondisi sirkulasi darah kita, kok bisa?. Ya memang gejala pertama yang tampak jika ada gangguan penyakit pembuluh darah akan terlihat di kaki karena pembuluh darah di kaki berukuran / berdiameter paling kecil dan terletak paling jauh dari jantung. Problem sirkulasi bisa berupa keluhan kesemutan, rasa tebal bahkan kehilangan sensasi nyeri. Ini gejala dari penyakit diabetes yang tidak terkontrol, bahayanya dengan kondisi sirkulasi seperti ini adalah kulit gampang luka akibat garukan ringan saja. Lagipula pada pengidap diabetes, harus berhati-hati jika ada luka, perlu perawatan kaki ekstra supaya terhindar dari luka, ini serius banget deh, coba baca artikel tentang “jari-jari yang mati”. 
  • Bentuk tubuh juga memiliki kecenderungan mengidap penyakit tertentu, tentunya ini diketahui dengan pengamatan serius dan lama pada data-data statistik penyakit yang akhirnya tampak kaitannya dengan postur tubuh seseorang. Bentuk tubuh apel memiliki kecenderungan memiliki lemak yang membungkus organ-organ dalaman dibanding bentuk pear. Jadi hati-hati jika tampilan sudah memiliki lemak perut berlebih, atau ukuran pinggang lebih besar dibanding ukuran tubuh bawah,  ingat bahwa apa yang tampak diluar juga menunjukkan daleman lo…xixixi.

Waktu di RS. Dr. Soetomo gue pernah punya pasien wanita usia 29 tahun, dia sarjana hukum, manajer perusahaan. Kurus kering & pucat (HB 2 gr%), datang dengan keluhan diare kronis. Waktu gue periksa, kok kecium bau yang khas untuk penderita kanker. Ironinya, sudah satu setengah tahun mbak ini berobat diare di dokter yang katanya profesor, sudah keluar uang banyak, katanya sakit diarenya karena stres. Waktu saya tanya apakah pernah diperiksa colok dubur, mbak ini bilang belum pernah???.

Gejala tumor usus besar diantarnya, bolak balik diare, buang air besar disertai lendir dan darah. Pokoknya anda akan merasa kok pola buang air besar berubah dibanding biasanya?. Nah, jangan tunggu sampai berat badan turun karena itu berarti penyakit sudah stadium lanjut. Lebih baik berpikir yang buruk dulu sampai terbukti bukan supaya tidak terlambat, karena kalau kita berpikir hanya diare atau ambeien & ternyata salah? Waktu tidak bisa dibalik…

Ada pemeriksaan penting tumor rektum/anal. Begini, kalau kita sakit polip hidung… dokter akan periksa hidung kan?. Kalau kita sakit gigi dokter periksa gigi kan?. Kalau ada benjolan di leher dokter akan meraba leher. Kalau ada benjolan di payudara dokter akan meraba payudara. Nah itu berati jika anda mengeluh buang air besar lendir dan darah, tentu masalahnya ada di sekitar dubur. Untuk memeriksa dubur, seringkali dokter malas, pasien kadang sungkan, jadi lebih baik cari second opinion ke dokter lain sampai ada yang memeriksa.

Pemeriksaannya sangat sederhana, cukup memasukkan jari telunjuk ke dubur dan akan teraba jika ada benjolan disana, setelah itu barulah dilakukan prosedur diagnostik lanjutan. Jangan sampai kejadian seperti mbak diatas, sedih rasanya. Senang bisa jadi tempat curhatnya, yang awalnya dia sangat marah sampai mau menuntut profesor itu sampai akhirnya menerima penyakitnya. Kanker rektumnya sudah stadium akhir, di akhir hidupnya dia telpon minta dijemput ke rumah sakit, diantar ambulans gue jemput dan langsung masuk ruang ICU A RS. Dr. Soetomo & sampai kapanpun gue nggak bisa lupa senyuman mbak itu sangat tenang tapi membuat rasa bersalah.

Sumber: HEALTH JOURNAL, JUNE 23, 2009

Gambar: Geofanny Sarah Adventia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *