KAKI BUSUK DIABET….nightmare(1)

Loading

Nyinyirnya  temen-temen & pasien-pasien ini emang bikin meringis, “kalau di surga nanti Tuhan tanya jari-jari kaki saya dimana, saya bilang dibawabu dok lo”

Yang lebih apes lagi begini: “kaki yang kiri ini duluuuu juga bu dok yang potong, setahun yang lalu, masak nggak ingat?”. Nyinirnya temen-temen di kamar operasi malah menusuk kalbu, wekkk, pokoke kalau ada tuntutan kita-kita nggak ikutan lo, kita-kita kan cuma pemeran pembantu”……..ehm.

Ya gimana lagi, tetep ajah potong kaki jalan teyuzzz, kalau kaki emang udah gak bisa lagi dipermak, ya ini yang terjadi. Memang kunci  penanganan penyakit kencing manis itu ada di diri masing-masing, tenaga medis cuma membantu saja.

Mangkanye kita harus “hidup sehat dengan penyakit” kita masing-masing.

Kepaksa nulis ini karena minggu-minggu terakhir ini penuh tekanan jiwa deh, setiap hari harus amputasi kaki, jari-jari. Belum lagi ngerawat kaki-kaki yang berbau menusuk karena kerusakan dan pembusukan hebat jaringan kulit dan otot-otot kaki yang “dimakan” penyakit diabetes.

Gangren (pembusukan jaringan kulit, otot, tulang & jaringan disekitarnya,) akibat diabetes, dalam perjalanannya memang membuat kerusakan sistemik (menyeluruh), awalnya merusak pembuluh darah dan saraf yang berakibat pada terganggunya aliran darah pada daerah luka, sehingga proses pemulihan luka terhambat.

Tapi semua ini bisa dicegah benernya, peranan pasien sangat besar dan lebih besar dibanding peranan medis. Karena dengan sistem pengobatan yang ada, penyakit diabet yang bersifat turunan ini dapat dikontrol.

Pasti bosen denger ini karena semua dokter pasti nasihatnya sama & serupa, harus  merubah “life-style” soal makanan dan olahraga rutin, ini bener-bener perlu komitmen serius karena syulittttt merubah yang satu ini, emang males seh apalagi awal-awal gitu, tapi ya memang harus.

Terus satu hal nih mo nanya, kenapa ya sebagian besar pasien selalu dan selalu datang dalam kondisi yang sudah terlambat bahkan parah banget. Percaya deh, kita-kita ini bukan dewa, dan kita juga gak menguasai ilmu sulap, karena kondisi kaki gangren dengan segala komplikasinya akan berujung pada kematian jaringan kaki, so bener-bener perlu kerja sama yang kompak dari penderita & harus disuport keluarga. Seharusnya penderita diabetes mengerti tentang penyakit diabetes, bisa hidup sehat dengan penyakitnya, sehingga  akhirnya kalangan medis hanya sebagai teman sharing atau konsultasi.

Sebagai proloog, kenali dulu gejala-gejala dari penyakit diabetes ya, di artikel berikut dibahas deh kenapa luka pada penderita diabetes itu syulit sembuh, gimana mengenali tanda-tanda awal & gimana penanganan awal di rumah.

Gambar-gambar lucu ini menunjukkan gejala awal dari penyakit diabetes, gampang kan menghapalnya. 

Belum lama ini, di pagi hari waktu nyetir ke tempat kerja, ehhh Radio Suara Surabaya lagi membahas tentang penelitian di Amerika pada sekelompok orang yang berhasil melewati masa kritis penyakitnya yang disebabkan stroke, diabetes, serangan jantung dan sejenisnya, kemudian kelompok ini diikuti/di follow up alias diteliti selama beberapa waktu terkait life-style’nya, dan coba tebak hasilnya

Yaaaaa……benerrr, walaupun mereka sudah mengalami sendiri kesakitan karena penyakit ini dan bahkan harus melewati masa kritis akibat penyakitnya……eh bener kan, terbukti dalam penelitian ini bahwa hanya 17% orang yang behasil merubah life-style alias pola makan dan rutin berolah raga, selebihnya kembali ke kebiasaan lama/”bad-habbit” yang dapat membunuh mereka sewaktu-waktu, so……soal merubah life style ini emang gak biasa-biasa karena emang harus disiplin & perlu kerja keras.

Gambar: Geofanny Sarah Adventia, Koleksi Pribadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *