ASYMPTOMATIC CARRIER(OTG) COVID-19 MENULAR?

Loading

Biarpun covid-19 nanti berlalu tapi gue tetep pengen pake masker sampe 1 tahun ke depan atau selamanya deh, mau niru orang-orang Jepang itu, negara yang rakyatnya tertib tidak hanya pake masker tapi perilaku kebersihannya juga keren, yang sudah jadi kebiasaan mereka sehari-hari jauh sebelum pandemi covid-19. Mungkin karena umur ya, gue kok ngerasa gak fit ajah.

Belum tau kan angka kematian karena polusi, gue kasih tau ya, sekitar 7 juta orang meninggal tiap tahun karena polusi udara & 9 dari 10 orang saat ini bernafas di udara yang mengandung kadar polutan tinggi.  Belum lagi soal polusi air, di Jakarta polusi air karena microplastic juga tinggi, dari sampling air ledengdi Jakarta ditemukan sebanyak 76,2% sudah tercemari microplastic, yang mengandung bisphenol A (BPA), yang dapat menyebabkan kanker.

Jadi nggak lebay kan gue, hehehe.

SIAPA YG NULARIN

Emang ribet sih aturan-aturan prokes, tapi gue yakin banget kalau nggak ada aturan juga bakal ngomel nyalahin pemerintah karena kasus meroket, la wong sekarang aja juga banyak yang minta lockdown. Meskipun ini wajar kalau kita dipihak yang melihat kematian setiap hari di depan mata sementara masyarakat tidak juga disiplin. Yakin gak gue ajah yang kalau berangkat kerja tengok kiri kanan ngeliat hanya sekitar 40% masyarakat yang pake masker? APD ini cara kita menghindari paparan, liat jumlah korban covid-19 sudah mencapai 14,211,716 meninggal 599,828 (per tanggal 18/7’2020)?. Siapa tersangka yang menyebarkan virus?, paling masuk akal menyalahkan orang-orang yang tidak bergejala(asymptomatic) tapi bawa virus kemana-mana, soalnya yang bergejala & sakit kan sudah di isolasi atau malah masuk rumah sakit & kita-kita juga ogah deket-deket, & banyak yang menolak penguburan pasien covid-19. Sebenernya kondisi begini ini aneh, susah untuk tertib tapi menolak jenazah pasien covid-19, mumet kan.

OTG MENULAR?

Terus seberapa besar kasus-kasus asymptomatic ini bisa menular?. Sempat rame soal WHO bilang kelompok ini tidak mudah menular & kemudian diklarifikasi karena protes dari dokter-dokter peneliti. Nyatanya kasus yang dianggap “tidak mudah menular” ini adalah penelitian yang mengambil sampel di China dimana relawan yang diteliti sebanyak 455 orang dengan status “kontak dengan pasien”. Sehingga menghasilkan kesimpulan “tidak mudah menular”. Jadi memang tidak mudah membaca jurnal penelitian & juga tidak bisa langsung diaplikasikan pada populasi besar apalagi dunia.

Keributan lain soal orang-orang yang asymptomatic/OTG ini menyoal menular atau tidaknya OTG. Nah di dunia medis istilah “orang tidak bergejala” ini sebenarnya diambil dari kata “asymptomatic carrier”/OTG, jadi ada kata carrier yang “ketinggalan” pada istilah yang sudah terlanjur menyebar itu. Asymptomatic carrier artinya adalah pembawa penyakit(carrier) yang tidak bergejala(asymptomatic). Kalau soal asymptomatic carrier” berarti menyimpan virus di dalam tubuhnya setuju ya, tinggal mencari tahu berapa persen asymptomatic carrier ini menular. Kalau nggak setuju trus kenapa disebut “orang tanpa gejala”, malah istilah OTG itu otomatis mengindikasikan terinfeksi virus kan.

Khawatir ajah kalau “asymptomatic carrier” ini akhirnya dianggap tidak bisa menularkan karena akibatnya langsung pada perilaku kita, jadi blunder deh. Majalah Annals of Internal Medicine memperkirakan ada sebanyak 45% kasus yang terinfeksi tapi asymptomatic dari keseluruhan kasus covid-19 yang diperkirakan berperan penting pada penyebaran awal & berkelanjutan dari covid-19.

CARRIER

Definisi carrier sendiri adalah individu yang membawa organisme(virus, bakteri dll) dari suatu penyakit tapi tidak bergejala yang mampu menularkannya kepada orang disekitar. Soal menularkan atau tidak sebenarnya tergantung beberapa hal, yaitu virulensi, load virus, kondisi lingkungan, sistem immun, genetik dll. Bisa saja virusnya ganas banget tapi sistem immun kita baik, hasilnya kita tidak terinfeksi atau jika terinfeksipun tidak menjadi sakit & tubuh justru membentuk antibodi terhadap virus. Atau terjadi sebaliknya & kita terkapar.

SISTEM IMMUN

Makin baik sistem immun seseorang artinya antibodi di dalam tubuhnya cukup banyak untuk melawan virus, sehingga virus lebih cepat menghilang dari tubuh dan waktu penularan terhadap orang lain makin pendek(kan virusnya sudah tidak ada/sangat menurun di tubuh penderita). Begitu terjadi sebaliknya pada kasus-kasus berat & kritis, artinya sistem immun kalah melawan virus, sehingga virus lama berada di dalam tubuh pasien & waktu penularan tehadap orang di sekitarnya juga makin panjang.

Perhatikan tabel hasil dari suatu penelitian pada sekelompok pasien di bawah:

Tabel 1: Pasien tanpa gejala 30%(asymptomatic carrier=OTG) : mulai dari pasien terpapar(contagion), kemudian ada jeda pasien tanpa gejala (warna kuning) sampai timbul antibodi (warna hijau) sampai hari ke 14 penyakitnya, pasien bisa menularkan virus.

Tabel 2: Pasien dengan gejala ringan/sedang 55%: mulai dari terpapar, jeda tanpa gejala & sampai hari ke 20 s/d 22 penyakitnya, pasien bisa menularkan virus.

Tabel 3 & 4: Pasien berat & kritis 15%: pasien dapat menularkan penyakitnya sampai akhir hayat karena antibodi yang terbentuk lama & 50% pasien meninggal pada kelompok pasien yang kritis.

Sistem immun itu penting, masalahnya kita tidak tahu apakah sistem immun kita bisa menang melawan covid-19, atau malah kita masuk dalam golongan tabel 3&4?. Ingat dari beberapa penelitian diatas ada yang menyimpulkan 30% kasus asymptomatic carrier dapat menularkan, sedangkan penelitian lain menemukan sampai 45% kasus asymptomatic carrier bisa menular. Masih ditunggu penelitian dari semua negara sehingga kita dapat gambaran yang utuh tentang pola penularan dari covid-19.

Kondisi “terpenjara” begini apalagi dalam kondisi  stress sangat menurunkan sistem immun, jadi apa masih mau coba-coba menghadang covid-19?. Kalau kamu bisa melindungi dirimu itu juga berarti melindungi aku lo.

Sumber:

The Incubation Period of Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) From Publicly Reported Confirmed Cases: Estimation and Applicationhttps://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7081172/

Viral dynamics in mild & severe cases of Covid-19https://www.thelancet.com/pdfs/journals/laninf/PIIS1473-3099(20)30232-2.pdf

A study on infectivity of asymptomatic SARS-CoV-2 https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7219423/

Up to 45 percent of SARS-CoV-2 infections may be asymptomatic https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7102602/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *