![]()
Pernah dinas di RS. PTP Krikilan Banyuwangi. Suatu sore, saya menerima pasien trauma, jatuh dari pohon kelapa tinggiiii banget sekitar 10 meter dan langsung tidak sadar. Sampai di rumah sakit pasien tampak sudah sulit bernafas, nafasnya tinggal satu-satu, bibir dan ujung-ujung jarinya membiru.
Jadi langsung dilakukan tindakan CPR, resusitasi sebagai tindakan penyelamatan segera yaitu supaya jalan nafasnya bebas, saya betulkan letak posisi kepala dan lehernya, kemudian saya menyedot keluar cairan dari jalan nafasnya menggunakan selang khusus, dannnnnnnnn, tebak deh apa yang saya lihat kemudian*&^%#???
Sambil masih bengong dan menduga-duga lihat cairan kental kuning terang keluar dari jalan nafasnya, ehh perawat disekitar saya berbisik-bisik sambil mesem. Mereka bilang kalau apa yang saya lihat itu kocokan air kelapa dan telor mentah. Rupanya masyarakat awam biasa menolong korban trauma dengan langsung meminumkan kocokan ini pada korban, maksudnya sih memberi kekuatan tambahan?

Alasannya, yaaa kan korban emang lagi teler, jadi perlu energi ekstra kan?. Begitu katanya, jadiiiiii, kemudian kebayang deh paru-paru yang kembang kempis terendam dalam adonan air kelapa dan telor mentah kocok, mumet gak seh, yah paru kesumbat cairan telor kental dong.
Dalam kondisi sadar, otak mengatur seluruh gerakan anggota tubuh. Kita melihat bukan semata-mata karena kita punya mata. Kita bisa membedakan aroma wangi atau bau keringat bukan semata-mata karena kita punya hidung. Kita berjalan juga bukan hanya karena kita punya kaki. Kerjasama antara bagian-bagian tubuh dengan kontrol otak yang memungkinkan tubuh beraksi.
Contoh yang sering kita lihat pada penderita paska serangan stroke. Setelah suatu serangan stroke penderita mengalami lumpuh sebelah tubuhnya, padahal dia punya kaki dan tangan yang utuh. Ini terjadi karena serangan stroke mengenai bagian otak yang berfungsi mengatur pergerakan kaki dan tangan.
Karena bagian otak ini tidak berfungsi, kemudian dia tidak mampu memerintah kaki dan tangan untuk bergerak. Demikian juga terjadi pada korban tadi. Benturan pada kepala akibat jatuh menyebabkan pasien tidak sadar. Benturan bisa menyebabkan perdarahan di otak sama seperti yang terjadi pada stroke. Akibatnya otak kehilangan kontrol terhadap tubuh.

Saluran nafas dan saluran makan kita berjalan berdampingan, dan di daerah sekitar leher bawah dipisahkan hanya oleh katup yang dapat kita umpamakan sebuah pintu. Jika kita menelan makanan, pintu itu akan menutupi saluran nafas sehingga makanan tidak masuk, dan terjadi juga sebaliknya. Jika otak kehilangan kendali, seperti pada pasien ini, pintu tadi tidak lagi tahu fungsinya akibat hilangnya fungsi pengontrolan oleh otak. Akibatnya kocokan air kelapa dan telor mentah tadi salah masuk. Bukannya masuk saluran makanan tapi malah masuk saluran nafas.
Tindakan ini sangat fatal, karena selain fungsi paru sendiri sudah tidak terkontrol akibat kondisi tidak sadar, kemudian digenangi/tersumbat kocokan air kelapa dan telor, maka komplitlah kesesakannya.
Sebenarnya dalam kondisi sadar kalau kita makan sambil berbicara, sering ada sedikit makanan yang salah kamar dan masuk ke saluran nafas. Tapi karena mekanisme tubuh baik, refleks tubuh langsung mengeluarkannya dengan cara tersedak.
Jadi cukuplah kocokan air kelapa dan telor tadi kita minum sendiri, sehingga kita cukup punya energi untuk mengangkat pasien menuju rumah sakit terdekat. Salam.
Sumber:
Gambar: Geofanny Sarah Adventia
Flash: Koleksi Pribadi
