![]()
Luka akibat diabetes memang bukan luka biasa, setiap luka pada penderita diabetes harus dianggap serius karena jalan ceritanya sangat beda dengan luka yang terjadi pada pasien bukan diabetes. “Apa yang terjadi DI DALAM KAKI yang berlangsung tahunan inilah yang menjadi sebabnya“, naa karena dasar terjadinya luka(proses) itu memakan waktu lama…..so pasti penyembuhan luka juga lama & bahkan sering gagal yang akhirnya berakhir dengan amputasi jari-jari atau kaki…

Ehm, eikeh kasih tau ya, pasien2 emang selaluuu bilang begitu deh padahal mereka udah kena diabetes belasan tahun, mereka selalu bilang kalau lukanya baru muncul, yang kebangetan malah ada yang baru tau kalau dia sakit diabetes gara2 kakinya luka & gak sembuh2.
Ada cerita panjang dibalik kaki diabetes sampe busuk itu…..jadi gak ujug-ujug timbul luka seperti keluhan dari pasien-pasien diatas, ada proses yang nggak kasat mata & berlangsung lama, tahunan…..dibaliknya & nggak cuma panjang ceritanya, tapi bersambung wkwkkwk.
Tau gak, penyakit diabetes bukan cuma bikin kaki busuk, gula darah yang nggak terkontrol juga berdampak pada mata(katarak sampai kebutaan), kerusakan saraf sistemik(neuropathi), kerusakan pembuluh darah (angiopathi), & berdampak juga pada ginjal, jantung, impoten & seluruh tubuh(sistemik), pokoke TSM, Terstruktur, Sistemik & Masif….suer ewer ewer.
Kita fokus ke kaki ya, karena KANG POTONG EMANG JATAHNYA KAKI BUSUK(GANGREN) ye.
Apa sebenarnya yang terjadi sehingga luka SULIT sembuh?.
SINDROMA KAKI DIABET mencakup beberapa kondisi patologik, tapi utamanya 2 hal ini; diabetic peripheral neuropathy & peripheral arterial disease, maksudnya 2 kejadian ini yang terutama melatar belakangi terjadinya kaki busuk, begini ceritanya….
DIABETIC PERIPHERAL NEUROPATHY (DPN):
Adalah tidak berfungsinya saraf perifer yang bersifat sistemik. Meskipun bisa mempengaruhi semua sistem organ tubuh, termasuk saluran kemih, sistem pencernaan(termasuk lambung), jantung dll tapi yang paling menderita adalah persarafan pada anggota gerak tubuh bawah.

DPN menjadi faktor utama yang menyebabkan kaki kehilangan sensasi nyeri, luka akibat garukan sering tidak disadari & akhirnya menjadi luka terbuka. Luka diabetes awalnya sering berupa ulkus pada kaki, yang berujung pada amputasi karena terjadi osteomyelitis (infeksi tulang). Ulkus artinya luka yang melibatkan seluruh ketebalan kulit, diperkirakan 45% s/d 60% ulkus pada pasien diabetes disebabkan neuropathy.

Pasien merasakan geli, terbakar, ditusuk-tusuk, seperti kesetrum, pedih, sakit hebat dengan sentuhan biasa. Beberapa pasien mengeluhkan panas & dingin yang tidak normal pada kaki & kram waktu istirahat. Tetapi perlu diingat juga kalau banyak dari pasien tidak merasakan sensasi apapun/ mati rasa akibat neuropathi ini sehingga sering timbul luka yang tidak disadari.

Bentuk dari neuropathy seperti mati rasa ini dimulai dari jari-jari & makin naik sampai proximal kaki, sehingga pasien merasakan sensasi yang abnormal pada kaki & tangan (glove and stocking pattern of abnormal sensations), lihat gambar.
PATOFOSIOLOGI DIABETIC PERIPHERAL NEUROPATHY(DPN)
Patofisiologi terjadinya DPN multifaktorial & diduga disebabkan oleh kadar gula darah yang tidak terkontrol dalam waktu lama yang menyebabkan penyakit pada vaskular, membuat dinding vaskular (kapiler) lemah sehingga suplai nutrisi & oksigen pada saraf terganggu. Kadar gula darah yang tidak terkontrol juga merusak saraf diseluruh tubuh secara langsung sehingga mempengaruhi kemampuan saraf mengirimkan sinyal.
PERIPHERAL ARTERY DISEASE (PAD):
Terjadinya penyempitan arteri pada tangan, kaki & bagian tubuh lain karena proses atherosclerosis, tapi kita fokus ke pembuluh darah kaki ya.

Pasien diabetes sangat berisiko untuk terjadi PAD karena akumulasi kolesterol, lemak & substansi lain. Pada beberapa kasus akumulasi substansi ini bisa membentuk trombus yang terlepas & menyumbat aliran darah dimana saja tergantung berhentinya trombus.
Sayangnya pada beberapa orang, PAD tidak menimbukan gejala. Pada umumnya gejala yang timbul berupa; kram, baal & dingin pada kaki, kaki pucat, infeksi, tumbuh jamur, hilangnya rambut pada kaki & jika timbul luka proses penyembuhan berlangsung lama.
PATOFISIOLOGI PERIPHERAL ARTERY DISEASE (PAD):
Karakteristik DM adalah hiperglikemi, dislipidemi & resisten terhadap insulin. Kondisi ini menyebabkan perkembangan PAD progresif karena terjadi inflamasi dinding pembuluh darah, terjadinya disfungsi sel endotel; sel-sel darah abnormal, termasuk sel-sel otot polos & platelet. Kondisi vaskular abnormal yang menyebabkan atherosclerosis ini berjalan seiring dengan memburuknya kontrol gula darah dan lamaaaa’nya pasien menderita diabetes.
FAKTOR RISIKO DPN & PAD
Faktor risiko terjadinya DPN & PAD kurang lebih sama yaitu;
- Gula darah tidak terkontrol; kadar gula darah yang tidak terkontrol berisiko untuk terjadinya komplikasi termasuk kerusakan saraf. The American Diabetes Association merekomendasikan pasien diabetes untuk melakukan test A1C sedikitnya 2 kali dalam setahun. Test ini bisa memprediksi kadar gula darah dalam 2 – 3 bulan terakhir.
- Riwayat penyakit diabetes; risiko terjadinya neuropathi diabetic meningkat dengan semakin lamanya pasien menderita diabetes apalagi jika gula darah tidak terkontrol.
- Penyakit ginjal; diabetes dapat merusak ginjal, ginjal yang rusak mengeluarkan toksin ke darah yang akhirnya merusak saraf.
- Obesitas: jika penderita diabetes memiliki body mass index (BMI); 25 atau lebih dapat meningkatkan risiko neuropathi diabetic.
- Physical inactivity; bingung nerjemahinnya, pokoke ini orang-orang yg mager ajah, gak aktif, males olah raga sehingga mempengaruhi kadar gula. Jalan cepat tiap pagi bagus untuk mencegah terjadinya PAD.
- Hipertensi: harus terjaga stabil, gak boleh makan yg asin-asin, makan obat hipertensi teratur & olah raga.
- Kolesterol tinggi; diet yang benar & tinggi protein bisa menghilangkan lemak jahat(LDL).
- Ada riwayat penyakit kardiovaskuler dalam keluarga; misal stroke , jika ada riwayat keluarga maka harus lebih hati-hati & skrining awal untuk tindakan preventif.
PERAWATAN KAKI
Rencana yang efektif untuk bisa melakukan terapi “kaki diabet” harus melibatkan tim multi-disiplin, mulai dari Endocrinologist, Edukator tentang diabet, Perawat yang handal, Podiatrist yang yang memberi edukasi tentang pencegahan kaki diabet, Dokter bedah, Orthotist yang memberi edukasi tentang pemilihan sepatu yang cocok untuk kaki diabet, Spesialis penyakit infeksi untuk memilih antibiotik sesuai kultur, Nutritionist yang akan mengajari tentang pola makan sehingga kadar gula terkontrol dengan baik…….hiiii buanyak bok, mahal dong bayarin mereka semua wakakak.

Tapi yang lebih penting lagi adalah….APAKAH PASIEN PUNYA NIAT & MAU BERUSAHA UNTUK SEMBUH APA NGGAK, karena dokter dkk cuma bisa ngamok & celometan kayak gue sekarang ini, inget, orang-orang diabet cenderung mager & hoby tidur & banyak alesan untuk gak gerak….suer ini.
Jadi, biarpun belum ada luka, lakukan pemeriksaan kaki paling tidak 1 kali/ tahun, & yang berikut ini bisa kita lakukan di rumah deh;
- Cek kakimu tiap hari; perhatikan apakah ada abrasi, kulit kaki pecah2, lepuh, merah & pembengkakan pada kaki.
- Buat kakimu bersih & kering setiap hari; cuci kakimu tiap hari dengan air hangat & sabun lunak. Keringkan kaki, juga diantara jari-jari.
- Gunakan pelembab untuk kaki; ini mencegah kaki kering & pecah2, perhatikan sela-sela jari & kuku yang sering ditumbuhi jamur.
- Potong kuku hati-hati; potong kuku-kuku lurus, jangan terlalu dalam, sisakan kuku 2mm, jika ada kotoran dibawah kuku, gunakan sikat gigi. Soal ini sering menjadi masalah karena memotong kuku pada ujung-ujung kuku melengkung kedalam, akhirnya daging di ujung kuku naik & infeksi.
- Gunakan kaos kaki yang bersih & lembut; gunakan bahan katun & tidak ada bagian karet yang ketat mencengkeram kaki.
- Pakai sepatu yang nyaman ; selalu gunakan sepatu untuk melindungi kaki dari trauma. Sepatu yang nyaman dapat menghindari terbentuknya kapalan karena trauma berulang. Sepatu yang nyaman memugkinkan jari-jari bergerak leluasa.
Pokoke yang bener itu benernya PANTANG TIMBUL LUKA PADA PASIEN DIABETES. Cerita dibalik luka itu sebenernya yang harus diantisipasi, kalau udah ada luka, ini adalah ujung dari cerita panjang DPN & PAD tadi, naaa kalau proses ini sudah berlangsung tahunan, bagaimana membalikkannya dalam sehari, wkwkwk?.
Coba dibayangkan deh, gimana membuka vaskular(pembuluh darah) yang berukuran millimeter yang buntu(lihat gambar), bagaimana membalik kejadian neuropathi yang menyerang seluruh organ tubuh itu. Ini pekerjaan mendisiplinkan diri, kita menjadi seperti kita sekarang ini karena kebiasaan bertahun-tahun. So, bisa dimengerti ya kalau luka itu adalah sangat wajar terjadi karena penyebab dasar yang tidak ditangani dengan baik.
Jadi kuncinya: HARUS DISIPLIN & KERAS SAMA DIRI SENDIRI kayak tangtaya itu, kalau tau ada turunan diabetes, harus aktif general check up & kalau sudah didiagnosa diabetes, ini alarm(meskipun sudah telat karena kalau tau ada keturunan seharusnya aktif skrining) UNTUK MULAI MENDISIPLINKAN DIRI, HARUS AKTIF OLAH RAGA, ATUR POLA MAKAN, HARUS BACA BANYAK TENTANG APA ITU DIABET, INI PENYAKIT SEUMUR HIDUP JADI PERLU USAHA SEPANJANG HIDUP SAMPAI MENJADI KEBIASAAN BARU. PASIEN DIABETES HARUS BISA MENJADI DOKTER BUAT DIRINYA SENDIRI KARENA PENYAKIT INI BISA DIKONTROL…..akhirnya setiap orang memang HARUS “SEHAT” DENGAN PENYAKITNYA…..salam
Sumber:
